news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Habib Bahar bin Smith desak penutupan Pabrik Miras di Bogor.
Sumber :
  • Instagram @kabupatenbogor.id - istimewa

Habib Bahar bin Smith Geruduk Pabrik Miras di Bogor: Kalau Nggak Tutup, Saya Bakar!

Habib Bahar bin Smith geruduk pabrik miras di Bogor dan desak penutupan. Simak aksi, ultimatum, serta kesepakatan penghentian produksi selama tujuh hari.
Rabu, 19 Agustus 2026 - 12:19 WIB
Reporter:
Editor :

Polemik inilah yang kemudian menjadi salah satu latar belakang massa mendatangi pabrik di Citeureup.

Di hadapan massa dan perwakilan perusahaan, Habib Bahar menyampaikan penolakan keras terhadap keberadaan produksi minuman keras.

Ia menilai penghentian produksi tidak seharusnya ditunda apabila tujuan utamanya adalah mencegah dampak negatif minuman keras terhadap masyarakat, khususnya anak muda.

"Tutup sekarang juga!"

"Nggak ada, apa kau pakai-pakai waktu, berantas kezaliman nggak pakai-pakai waktu. Untuk berhentiin kezaliman, berhentiin maksiat, untuk berhentiin produksi (miras) nggak pakai waktu," ujar Habib Bahar bin Smith dilansir dari video yang diunggah akun Instagram @kabupatenbogor.id.

Habib Bahar bin Smith saat Geruduk Pabrik Miras di Bogor
Sumber :
  • Instagram @kabupatenbogor.id

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Habib Bahar menginginkan penghentian operasional dilakukan segera, bukan hanya sebagai keputusan sementara.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyoroti dampak peredaran minuman keras terhadap masa depan generasi muda.

Menurutnya, upaya membatasi peredaran miras merupakan bagian dari usaha menjaga masyarakat, terutama anak-anak dan pemuda di Kabupaten Bogor.

Perwakilan perusahaan kemudian menemui massa untuk melakukan dialog. Pihak PT Inti Tirta Sari Makmur menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang muncul akibat peristiwa yang menjadi polemik.

Ahmad selaku direksi perusahaan mengatakan pihaknya tidak membenarkan tindakan yang terjadi dalam acara tersebut. Ia juga menyebut proses hukum terhadap pihak-pihak yang terlibat telah berjalan.

"Empat tersangka sudah ditetapkan di Polda Metro Jaya. Mari kita semua menghormati dan mengikuti proses hukum yang sedang berlangsung sampai tuntas," ujar Ahmad.

Menurut Ahmad, perusahaan akan ikut mengawal proses hukum agar seluruh kronologi kejadian dapat diketahui secara jelas, termasuk bagaimana tindakan tersebut bisa terjadi.

Dalam dialog itu, pihak perusahaan kemudian menyampaikan bahwa produksi di pabrik akan dihentikan sementara selama tujuh hari.

"Produksi mulai hari ini berhenti. Putusan tutup tidaknya 7 hari pabrik," ucap salah satu perwakilan pabrik.

Kesepakatan tersebut menjadi hasil utama pertemuan antara massa dan pihak perusahaan.

Selama tujuh hari penghentian produksi, perusahaan akan membahas berbagai masukan dari habaib, kiai, serta tokoh masyarakat sebelum menentukan keputusan berikutnya.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:17
05:07
01:30
06:26
01:12
01:16

Viral