news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi AI Dokter Obgyn.
Sumber :
  • tvOnenews.com - ANF

Viral Dokter Obgyn Diduga Kirim DM Seksual ke Wanita, Ini 2 Kasus Serupa yang Pernah Terjadi

Dokter Obgyn diduga kirim DM seksual ke wanita hingga viral di media sosial. Simak 2 kasus serupa yang pernah melibatkan dokter dan perempuan.
Kamis, 3 September 2026 - 16:04 WIB
Reporter:
Editor :

Kasus kedua melibatkan Priguna Anugerah Pratama atau PAP, seorang dokter yang saat itu menjalani Program Pendidikan Dokter Spesialis atau PPDS. Ia terlibat dalam perkara pemerkosaan terhadap FH, anak perempuan dari salah satu pasien yang sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin atau RSHS Bandung.

Peristiwa tersebut terjadi pada 18 Maret 2025 sekitar pukul 01.00 WIB. Korban dibawa ke area Gedung MCHC lantai 7 yang saat itu masih dalam proses pembangunan. Priguna disebut mendatangi korban dengan alasan hendak mengambil sampel darah sebelum membawanya ke lokasi tersebut.

Berdasarkan perkara tersebut, korban kemudian mengalami tindakan kekerasan seksual. Kasus ini mendapat perhatian luas karena pelaku merupakan dokter yang berada di lingkungan rumah sakit dan memiliki akses terhadap fasilitas serta situasi medis.

Priguna kemudian diproses secara hukum dan pada November 2025 dijatuhi hukuman 11 tahun penjara setelah dinyatakan terbukti melakukan pemerkosaan di RSHS Bandung. Putusan tersebut menunjukkan bahwa penyalahgunaan akses dan posisi dalam lingkungan pelayanan kesehatan dapat berujung pada konsekuensi pidana berat.

Kasus Priguna memiliki tingkat kejahatan yang jauh berbeda dari dugaan DM seksual yang menyeret dr. Muhammad Iqbal. Namun, keduanya sama-sama menjadi perhatian karena melibatkan sosok dengan latar belakang medis dan dugaan atau tindakan seksual terhadap perempuan.

Sementara itu, dugaan terhadap dr. Muhammad Iqbal masih berada dalam tahap klarifikasi. Kirana Clinic telah menonaktifkan penugasannya setelah percakapan yang diduga bernada seksual viral di media sosial. Pihak POGI juga menyatakan perlu memperoleh informasi dan melakukan pemeriksaan sebelum mengambil kesimpulan mengenai dugaan pelanggaran etik tersebut.

Rangkaian perkara tersebut menunjukkan pentingnya menjaga batas profesional dalam hubungan antara dokter dan masyarakat maupun pasien. Tenaga medis memiliki tanggung jawab untuk menjaga kepercayaan, privasi, keamanan, serta memberikan rasa aman kepada orang yang berada dalam lingkup pelayanan kesehatan.

Meski memiliki konteks yang berbeda, dua kasus yang telah diproses hukum tersebut menjadi pengingat bahwa posisi sebagai tenaga medis membawa tanggung jawab besar. Adapun kasus dr. Muhammad Iqbal masih harus menunggu hasil klarifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut sebelum dapat ditentukan apakah terdapat pelanggaran etik maupun aturan lainnya.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:17
02:45
03:13
04:06
15:53
24:57

Viral