news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Kolase Foto Keluarga Jurnalis Ari Basuki dan Rekan-Rekan Jurnalis.
Sumber :
  • tvOnenews.com Edit / YouTube tvOneNews

Sempat Demam, Jurnalis Ari Basuki Tetap Berangkat Meliput Anak Krakatau, Keluarga Ungkap Alasannya

Jurnalis Ari Basuki sempat demam sebelum meliput Anak Krakatau. Keluarga mengungkap Jurnalis Ari Basuki tetap berangkat meski dokter melarang.
Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Jurnalis Ari Basuki ternyata sedang dalam kondisi kurang sehat sebelum berangkat meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Keluarga mengungkap Ari sempat mengalami demam dan telah dibawa ke dokter oleh istrinya, tetapi tetap memilih berangkat karena sangat berkomitmen terhadap pekerjaannya.

Lima jurnalis dan tiga awak kapal hingga kini masih belum ditemukan setelah hilang kontak di perairan Anak Krakatau. Rombongan tersebut berangkat menggunakan speedboat dari Dermaga Pagedogan Carita menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk meliput aktivitas erupsi.


5 Jurnalis Sebelum Hilang Kontak di Selat Sunda. (Sumber: YouTube tvOneNews)

Kondisi kesehatan Jurnalis Ari Basuki sebelum keberangkatan diungkapkan kakak iparnya, Nila. Ia mengatakan Ari mengalami demam dan sempat diperiksa dokter sebelum berangkat menjalankan tugas peliputan ke kawasan Anak Krakatau.

“Kebetulan beliau tuh sedang demam. Jadi sebelum keberangkatan, istrinya, Yanti, membawa dia ke dokter. Kemudian dokter bilang, ‘Bapak, kalau dalam kondisi kayak begini, Bapak enggak bisa pergi.’ Tapi beliau itu sangat mencintai pekerjaannya. Dia cuma bilang ke dokternya, ‘Dok, tolong kasih saya obat yang paten. Saya enggak bisa meninggalkan tugas saya ini.’ Memang beliau itu sangat komitmen banget dengan pekerjaannya,” kata Nila, kakak ipar Ari Basuki, dalam tayangan AKIS tvOneNews, 10 September 2026.

Menurut Nila, Ari tetap memilih berangkat meski dokter telah menyarankan agar dirinya tidak bepergian dalam kondisi demam. Keputusan tersebut disebut menunjukkan besarnya komitmen Ari terhadap pekerjaan jurnalistik yang selama ini dijalaninya.

Nila juga mengaku tidak mengetahui secara pasti apakah keberangkatan Ari ke Anak Krakatau merupakan penugasan resmi dari kantor. Ia mengatakan informasi mengenai rencana tersebut diperolehnya dari sang adik.

“Saya kurang tahu karena saya mendapatkan cerita kan dari adik saya. Jadi detailnya saya kurang begitu tahu. Tapi biasanya beliau kalau meliput selalu dari kantornya karena beliau sendiri kan sekarang pekerjaannya sangat hectic sekali. Jadi kalau saya ketemu beliau juga beliau selalu ada duduk bekerja di rumah gitu. Jarang sekali meliput seperti dulu sepertinya itu. Tapi saya tidak bisa menjawab, harus konfirmasi ke istrinya ya,” jelas Nila.

Nila mengatakan Ari berangkat menuju Anak Krakatau pada Senin, 7 September 2026. Saat itu, Ari disebut memiliki rencana untuk kembali pada malam hari setelah menyelesaikan tugas peliputan.

Namun, hingga keesokan harinya, keluarga tidak mendapatkan kabar mengenai keberadaan Ari. Kekhawatiran pun muncul setelah komunikasi dengan rombongan tidak lagi dapat dilakukan.

“Kalau dari sisi saya, adik saya. Jadi sebelum Ari berangkat karena rumah kami berdekatan, jadi kita bercerita tiap hari karena kita bertemu tiap hari. Dia bilang, ‘Ari kayaknya akan pergi meliput Anak Krakatau.’ Oh, oke. Terus tiba-tiba waktu itu hari Senin ya, beliau sudah berangkat ke Anak Krakatau. Kemudian beliau hilang kontak di hari Senin tersebut karena rencananya akan kembali jam 8, tapi sampai besoknya belum ada kabar,” jelas Nila.

Nila mengatakan komunikasi terakhir Ari dengan keluarga terjadi melalui pesan kepada anaknya. Saat itu, Ari menyampaikan bahwa dirinya sedang melakukan peliputan.

“Dan terakhir HP-nya aktif itu di jam 13.43. Dan sebelum itu beliau mengirim pesan kepada anaknya mengenai keberadaan, tapi keberadaan titiknya di mana tidak mengatakan. Hanya dia sedang meliput. Kalau ada apa-apa nanti dia akan kabari. Setelah itu hilang kontak,” ucap Nila.

Sementara itu, berdasarkan kronologi pencarian, rombongan bertolak dari Dermaga Pagedogan Carita sekitar pukul 14.00 WIB pada Senin, 7 September 2026.

Kontak terakhir tercatat sekitar pukul 14.42 WIB. Saat itu, salah satu jurnalis sempat mengirimkan titik koordinat lokasi mereka kepada rekannya.

Setelah komunikasi terputus, seluruh ponsel rombongan tidak dapat dihubungi. Kantor SAR kemudian menerima laporan mengenai hilangnya rombongan tersebut pada Selasa, 8 September 2026.

Selain mengungkap kondisi kesehatan Ari sebelum keberangkatan, Nila juga menceritakan pengalaman Ari sebagai jurnalis.

Menurut Nila, Ari memiliki pengalaman dalam melakukan peliputan bencana alam. Ia juga dikenal sangat memperhitungkan kondisi alam sebelum menjalankan tugas di lapangan.

“Ari kan spesialis di fotografer dan jurnalis untuk bencana alam, perang dan yang seperti itu. Jadi yang saya kenal dari Ari, dia tuh sangat perhitungan sekali dengan kondisi alam. Saya sudah sering berada di alam ya, di gunung itu. Ari itu akan konfirmasi dulu arah angin ke mana apabila kita ada di dekat, bukan dekat dalam artian dekat danger zone ya,” ucap Nila.

Nila kemudian menceritakan pengalaman ketika dirinya bersama Ari melakukan perjalanan ke Bromo saat terjadi erupsi. Saat itu, Ari disebut memperhatikan arah angin untuk menghindari asap dan debu vulkanik.

“Misalkan kita pernah trip ke Bromo pada saat meletus, kita menghindari arah angin supaya kita enggak kena asap debunya. Beliau tuh tipikal orang yang kayak gitu. Jadi untuk perjalanan-perjalanan ini saya yakin sekali beliau juga sudah memperhitungkan itu. Beliau dan teman-temannya,” ucap Nila.

Nila meyakini Ari telah memperhitungkan kondisi medan sebelum menjalankan peliputan di Anak Krakatau. Keyakinan tersebut didasarkan pada pengalaman Ari selama meliput berbagai kondisi alam yang memiliki risiko.

Menurut Nila, Ari juga tidak melakukan perjalanan seorang diri. Dalam perjalanan menuju kawasan Anak Krakatau, ia didampingi tiga awak kapal dan seorang pemandu yang disebut telah memiliki pengalaman serta merupakan warga lokal.

“Begitu juga dia didampingi oleh tiga awak kapal ya dan pemandu yang juga sudah punya pengalaman, dan mereka tuh orang lokal,” pungkas Nila.

Hingga Kamis, 10 September 2026, operasi pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga awak kapal masih berlangsung. Tim SAR gabungan juga terus memperluas area pencarian di sekitar perairan Anak Krakatau.

Keluarga berharap seluruh rombongan yang hilang kontak dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat.

(anf)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:08
01:04
01:23
01:18
01:28
04:46

Viral