- TikTok/@kyai.padepokan86
Cikal Bakal Pria di Jember Dilaporkan ke Polisi, Ogah Hapus Video Viral Klaim Bertemu Allah SWT hingga Dicium Nabi
Jember, tvOnenews.com - Seorang pria di Jember, Jawa Timur bernama Abdullah Arrosyi alias Kiai Abdullah belakangan ini mendadak viral di media sosial. Warga asal Desa Sumberweling, Kecamatan Sumberbaru itu menuai kontroversi akibat video viral bertemu dengan Allah SWT dan dicium Nabi Muhammad SAW.
Kasi Humas Polres Jember, Ipda Firmansyah menyampaikan bahwa, video kontroversi pria yang mengaku bertemu Allah SWT hingga dicium Rasulullah SAW memicu amarah publik.
Firmansyah menambahkan, video viral yang diunggah melalui akun TikTok @kyai.padepokan86 juga menuai gelombang kecaman keras dari lingkungan sekitar tempat tinggal terlapor.
Firmansyah mengatakan, situasi di Desa Dusun Sumberweling, Desa Sumberbaru, Kabupaten Jember, Jawa Timur sempat memanas setelah mengetahui video pengakuan Abdullah. Situasi ini sangat berisiko sehingga rentan memicu gangguan keamanan dan ketertiban.
"Konten tersebut itu sempat memicu polemik, rentan kerusuhan di tengah warga," ujar Firmansyah dikutip, Rabu (23/9/2026).
Penyebab Dilaporkan Akibat Video Bertemu Allah dan Dicium Nabi Muhammad SAW
- TikTok/@kyai.padepokan86
Lebih lanjut, Firmansyah menjelaskan, pria asal Jember tersebut dilaporkan ke polisi. Laporan tersebut berasal dari warga dan tokoh setempat atas dugaan tindakan penistaan agama.
Laporan tersebut tak lepas dari video viral di media sosial. Abdullah mengklaim pernah bertemu langsung secara sadar dengan Allah SWT dan dicium oleh Nabi Muhammad SAW.
Konten tersebut dengan cepat merebak luas di media sosial sehingga menuai gelombang perhatian besar dari publik. Salah satu reaksi yang keras berasal dari penolakan warga sekitar.
Firmansyah mengungkapkan penyebab warga dan tokoh agama setempat melaporkan Abdullah. Hal ini tak lepas dari upaya mediasi yang sempat digelar lebih dari satu kali.
Proses mediasi tersebut sebagai respons gejolak dari warga. Mereka berkumpul di Mapolsek Sumberbaru untuk segera menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan.
Dalam agenda mediasi itu, persyaratan permasalahan bisa cepat selesai dengan catatan bahwa pihak terlapor wajib menghapus konten tersebut. Namun demikian, Abdullah justru menolak permintaan warga dan tidak bersedia menghapus konten tersebut.
"Nah, tetapi warga, tokoh agama, serta ormas sempat membuka fasilitas atau mediasi proses tabayyun sebanyak dua kali di tingkat Polsek Sumberbaru agar yang bersangkutan menghapus postingan itu. Tetapi, yang bersangkutan tidak berkenan dan tidak bersedia," tuturnya.