- Laman SMP-SMA IT Daarul Rahman
Mengenal KH Syukron Makmun, Ulama Dijuluki Singa Podium yang Meninggal Dunia
KH Syukron Makmun kecil mengenyam pendidikan di Sekolah Rakyat (SR) pada era 50-an. Ia mengenyam di SR selama 6 tahun. Pada jam 2 siang, ia harus sekolah Madrasah "Miftahul Ulum".
Saat SMP, KH Syukron Makmun diangkat menjadi Pegawai Negeri (PN) sebagai guru SD/SR. Selepas lulus SMP, ia ke Pondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan.
Ia kemudian memperdalam ilmu agama di Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, dan menyelesaikan pendidikannya pada 1967.
Setelah menamatkan pendidikan di Gontor, Syukron melanjutkan perjalanan keilmuannya di Jakarta. Di ibu kota, ia berguru kepada sejumlah ulama, di antaranya Habib Ali bin Husein di Bungur dan Habib Abdurrahman Al-Habsyi.
Dijuluki Singa Podium
Nama KH Syukron Makmun lekat dengan julukan "Singa Podium". Sebutan tersebut menggambarkan kemampuannya menyampaikan ceramah yang kuat dan menarik perhatian jemaah.
Bahkan, kiprah dakwahnya telah menjangkau berbagai daerah ketika usianya belum genap 30 tahun. Pada masa awal berdakwah, ia mengunjungi sejumlah wilayah di Jawa Timur, seperti Madiun, Ponorogo, Pacitan, Ngawi, dan Magetan.
Aktivitas dakwahnya terus berkembang hingga menjangkau berbagai daerah di Nusantara, mulai dari Sumatera dan Kalimantan hingga Maluku.
KH Syukron Makmun juga memperluas syiar Islam ke luar negeri, termasuk Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam. Selain aktif mengisi majelis taklim, ia turut berkiprah sebagai pengajar di perguruan tinggi.
Dedikasi melalui Pesantren Daarul Rahman
Salah satu warisan penting KH Syukron Makmun adalah Pondok Pesantren Daarul Rahman di Jakarta. Melalui lembaga pendidikan tersebut, ia mendedikasikan hidupnya untuk membina santri dan melahirkan generasi penerus yang memiliki bekal ilmu agama.
Ribuan alumni pesantren itu kini tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Kepergian sang ulama pun menjadi kehilangan besar bagi dunia pendidikan Islam dan dakwah di Tanah Air.
KH Syukron Makmun di Mata Waketum MUI
Kabar wafatnya KH Syukron Makmun membuat Waketum MUI, Cholil Nafis turut berduka. Ia berpendapat berkat keteguhan dan ketegasan sikapnya, sang ulama telah terbukti membuahkan hasil nyata untuk terus membina umat.
Selain itu, sang ulama juga berhasil memajukan dunia pendidikan agama Islam. Ia melihat perkembangan Pondok Pesantren Darul Rahman yang meningkat sangat pesat, bahkan alumni ponpes tersebut sukses melahirkan ratusan pesantren di berbagai daerah.