- Kolase tvOnenews.com / Instagram @sarwendah29 @ruben_onsu
Tak Terima Rekaman Video Call Ruben Onsu Disebarkan Sarwendah, Firdaus Oiwobo: Kenapa Baru Upload?
tvOnenews.com – Pengacara Firdaus Oiwobo ikut menyoroti polemik beredarnya rekaman video call (VC) yang melibatkan presenter Ruben Onsu dan mantan istrinya, Sarwendah.
Firdaus mempertanyakan alasan rekaman tersebut baru menjadi konsumsi publik setelah keduanya resmi bercerai.
Firdaus mengaku telah mengenal Ruben sejak lama. Ia bahkan menyebut pernah mendapat ajakan dari Ruben untuk berbincang dalam podcast maupun wawancara.
Kendati demikian, Firdaus menegaskan tidak ingin ikut campur dalam penanganan persoalan hukum yang tengah dihadapi Ruben.
Ia memilih menghormati kuasa hukum yang telah dipercaya untuk menangani perkara tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Firdaus dalam wawancara yang dikutip Tribun Style dari kanal YouTube Cumicumi pada Kamis (22/10/2026).
Firdaus mengungkapkan bahwa dirinya sempat bertemu Ruben di Polda Metro Jaya.
Dalam pertemuan itu, ia melihat Ruben datang bersama pengacaranya dan menduga presenter tersebut tengah menghadapi persoalan hukum.
Firdaus mengaku menawarkan bantuan apabila Ruben membutuhkan pendampingan hukum.
Ia merasa memiliki kedekatan dengan Ruben sehingga bersedia membantu jika diminta.
"Kalau gue, kedekatan gue sama Ruben kan emang dari dulu, dia pernah ngajak gua podcast, wawancara, dan lain-lain kan," ujar Firdaus.
Ia kemudian menceritakan bahwa dirinya sempat menyampaikan kesediaan untuk membantu Ruben apabila menghadapi masalah.
"Ya lu kalau ada apa-apa kontak gue gitu kan, kalau butuh pengacara bulldozer ya kayak gue ya boleh gitu," kata Firdaus menirukan ucapannya kepada Ruben.
Namun, perhatian Firdaus tidak hanya tertuju pada persoalan hukum yang muncul setelah rekaman video call tersebut beredar.
Ia juga mempertanyakan waktu pengunggahan rekaman yang dikaitkan dengan Sarwendah.
Menurut Firdaus, kemunculan rekaman setelah Ruben dan Sarwendah bercerai menjadi hal yang patut dipertanyakan.
"Lagian juga aneh sih, mantan istrinya kenapa baru di-upload sekarang? Udah tahu punya laki kayak begitu dulu, kalau memang merasa punya laki kayak gitu ya kenapa baru upload sekarang udah cerai?" ujar Firdaus.
Meski menyampaikan pandangannya, Firdaus tidak ingin mengambil alih penanganan persoalan hukum yang sedang berjalan.
Ia menilai Ruben telah memiliki tim kuasa hukum yang bertanggung jawab mengurus perkara tersebut.
Firdaus pun memilih menjaga batasan agar tidak mencampuri pekerjaan pengacara yang telah ditunjuk Ruben.
"Jadi menurut gue, biarkan aja itu bergulir, gua enggak bisa masuk dalam ranah itu karena itu urusan pengacara-pengacaranya, karena gua menjaga etika ya," tuturnya.
Firdaus kembali menegaskan kesediaannya memberikan bantuan apabila Ruben membutuhkannya. Ia bahkan menggunakan istilah khasnya untuk menggambarkan kesiapan tersebut.
"Tapi yang jelas kalau dia butuh bantuan gua, gua siap nge-bulldozer semuanya gitu," kata Firdaus.
Polemik rekaman video call Ruben Onsu sebelumnya memang telah berujung pada langkah hukum.
Berdasarkan pemberitaan detikcom dan tvOnenews.com pada 13 Oktober 2026, Ruben membuat dua laporan polisi dengan pokok perkara yang berbeda.
Laporan pertama berkaitan dengan dugaan akses ilegal terhadap akun atau data pribadi Betrand Peto.
Sementara itu, laporan lainnya menyangkut dugaan pencemaran nama baik yang berkaitan dengan rekaman video call Ruben.
Kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, menyampaikan bahwa pihaknya mempersoalkan dugaan perekaman tanpa izin serta penyebaran rekaman yang dinilai merugikan kliennya.
Dugaan tersebut masih harus ditelusuri melalui proses hukum.
Di sisi lain, kuasa hukum Sarwendah, Pablo Benoa, menyatakan bahwa kliennya memperoleh izin dari pria berinisial Y, yang disebut sebagai lawan bicara Ruben dalam rekaman tersebut, untuk mengunggah video. Pernyataan itu menjadi bagian dari tanggapan pihak Sarwendah terhadap polemik yang berkembang.
Di tengah ramainya perbincangan warganet, Firdaus juga mengingatkan masyarakat agar tidak hanya melihat sisi negatif seseorang. Ia mengajak publik untuk menyikapi persoalan tersebut secara lebih bijak.
"Hal yang positifnya diambil, hal yang negatifnya dibuang, itu aja," ujar Firdaus.
Ia kemudian menegaskan pentingnya mengedepankan sikap bijaksana ketika menilai orang lain.
"Orang yang bijak ngapain lu pusing sama hal negatif orang," pungkasnya.
(tsy)