- Instagram @irennakristyn
Siapa Irenna Kristyn? Influencer yang Viral Usai Sindir Spanduk Greenpeace soal Biaya Hidup
tvOnenews.com - Nama Irenna Kristyn tengah menjadi perbincangan warganet setelah unggahannya di media sosial mengenai gaya hidup dan biaya hidup menuai kontroversi.
Influencer tersebut mendapat kritik karena pernyataannya dinilai tidak peka terhadap persoalan ekonomi yang dihadapi masyarakat.
Polemik bermula ketika Irenna mengunggah pernyataan yang membandingkan gaya hidup pribadinya dengan seruan untuk menurunkan biaya hidup.
Unggahan itu kemudian dikaitkan dengan aksi Greenpeace Indonesia yang membentangkan spanduk berisi tuntutan penurunan biaya hidup di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta.
Kontroversi tersebut semakin meluas setelah tangkapan layar unggahannya beredar di media sosial.
Di tengah kritik yang berdatangan, Irenna menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf. Namun, polemik itu juga berdampak pada kariernya setelah Samudra Management mengumumkan pemutusan kerja sama.
Lantas, siapa Irenna Kristyn yang kini menjadi sorotan publik? Berikut profil singkat, perjalanan karier, hingga kronologi kontroversi yang menyeret namanya.
Siapa Irenna Kristyn?
Irenna Kristyn memiliki nama lengkap Irenna Kristyn Daiyana. Ia dikenal sebagai influencer atau pemengaruh yang aktif membuat konten seputar gaya hidup, fesyen, kecantikan, dan ulasan produk.
Melalui media sosial, Irenna membagikan berbagai konten mengenai kesehariannya serta rekomendasi produk kepada para pengikutnya.
Aktivitas tersebut juga membuka peluang baginya untuk menjalin kerja sama dengan berbagai merek.
Selain beraktivitas sebagai kreator konten, Irenna pernah terlibat dalam kegiatan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Yogyakarta.
Dalam kegiatan tersebut, ia membawakan materi mengenai branding dan strategi pemasaran produk UMKM.
Pelatihan itu diikuti 40 peserta dari kalangan pelaku usaha yang telah bermitra dengan sejumlah pihak, termasuk Jogja Pasaraya, Yudhistira, dan Forum Komunikasi (Forkom).
Meski dikenal melalui konten gaya hidup dan kecantikan, nama Irenna kini menjadi sorotan karena unggahannya yang memicu perdebatan mengenai perbedaan antara gaya hidup pribadi dan biaya hidup masyarakat.
Awal Mula Irenna Kristyn Viral
Nama Irenna mulai ramai diperbincangkan setelah mengunggah pernyataan di akun Instagram pribadinya, @irennakristyn.
Unggahan tersebut muncul di tengah perhatian publik terhadap aksi Greenpeace Indonesia yang menyuarakan tuntutan penurunan biaya hidup.
Dalam aksi yang berlangsung di kawasan Patung Selamat Datang, Bundaran HI, Jakarta, pada Selasa (20/10/2026), Greenpeace Indonesia membentangkan spanduk bertuliskan “Turunkan biaya hidup”.
Seruan tersebut berkaitan dengan keresahan masyarakat terhadap tingginya biaya kebutuhan sehari-hari.
Namun, unggahan Irenna yang membandingkan gaya hidupnya dengan seruan tersebut justru memicu reaksi negatif dari sejumlah warganet.
“Gaya hidupku tinggi, makanya aku kerja keras bukan repost spanduk 'Turunkan biaya hidup'," tulisnya dalam unggahan Instagram pribadinya.
Pernyataan itu dinilai sejumlah warganet mencampuradukkan persoalan gaya hidup individu dengan biaya hidup yang berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat.
Kritik bermunculan karena tingginya biaya hidup tidak hanya menyangkut pilihan seseorang dalam menjalani gaya hidup, tetapi juga kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan pokok, seperti pangan dan kebutuhan sehari-hari lainnya.
Salah satu warganet bahkan mengingatkan Irenna mengenai perbedaan antara gaya hidup dan biaya hidup.
“Besok-besok tolong belajar kemiskinan struktural dulu ya, Mbak, biar bisa membedakan mana biaya hidup dan gaya hidup. Setidaknya, kalau tidak well educated, minimal banget berempati,” tegas netizen pemilik akun @*gitatr.
“Gini loh, Mbak, turunin biaya hidup yang dimaksud itu harga bahan pangan, kebutuhan hidup primer semua masyarakat. Karena dengan tingginya biaya hidup, enggak semua kalangan bisa hidup dengan layak. Saudara kita di NTT masih berjuang hidup dari gempa, belum lagi yang kemarin terdampak banjir, yang udah beberapa bulan ini menghirup asap juga. Mencari biaya hidup di tengah krisis enggak semudah kamu yang mungkin masih dikasih Allah kecukupan,” tegur netizen lainnya.
Berbagai kritik tersebut membuat unggahan Irenna semakin ramai dibicarakan. Perdebatan pun meluas, tidak hanya mengenai pernyataannya, tetapi juga soal kepekaan publik figur dan kreator konten terhadap persoalan sosial.
Setelah unggahannya menuai kritik, Irenna memberikan penjelasan melalui media sosial.
Ia mengakui pernyataan tersebut dibuat ketika dirinya sedang emosi setelah membaca komentar yang menurutnya berisi fitnah dan cacian terhadap Presiden Prabowo Subianto.
Dalam klarifikasinya, Irenna membuka penjelasan dengan meminta maaf kepada pihak-pihak yang merasa tersinggung atas unggahan tersebut.
“Hai, sepertinya lagi ramai ya terkait postinganku di Instagram. Sebelumnya, aku minta maaf jika menuai kontra. Bahwasanya, di sini aku mau meluruskan bahwa postingan tersebut memang dibuat dalam keadaan aku yang sedang emosi karena melihat ketikan-ketikan orang yang memfitnah dan caci maki presiden sampai sebegitunya,” tulis Irenna.
Ia juga menjelaskan bahwa unggahan kontroversial tersebut telah dihapus sekitar 10 menit setelah dipublikasikan.
Menurutnya, keputusan itu diambil setelah menyadari bahwa kalimat yang digunakan tidak tepat.
Irenna menegaskan bahwa tujuan unggahannya bukan untuk meremehkan kesulitan ekonomi masyarakat, melainkan mengajak orang menghentikan perundungan, hujatan, dan penyebaran informasi yang belum dipastikan kebenarannya.
“Postingan tersebut juga langsung aku hapus setelah 10 menitan karena aku sadar itu bukan kalimat yang baik. Postingan yang telah aku buat itu hanya bertujuan untuk saran stop mem-bully, menghujat, menyebarkan sesuatu yang belum pasti karena jatuhnya fitnah, bukan mau sok alim. Aku pun masih belajar, tetapi alangkah lebih baik jika kita sama-sama membenahi diri, berdoa yang terbaik untuk negeri ini,” tutupnya.
Meski telah dihapus, tangkapan layar unggahan tersebut telanjur beredar luas. Akibatnya, klarifikasi yang disampaikan Irenna tidak serta-merta menghentikan perbincangan di media sosial.
Dalam penjelasan lainnya, ia juga mengakui bahwa penghapusan unggahan tidak otomatis menghilangkan dampak yang telah ditimbulkan.
“Saya menyadari bahwa menghapus postingan tidak serta-merta menghilangkan dampak yang telah ditimbulkan. Saya menyesali hal tersebut dan memohon maaf kepada pihak-pihak yang merasa tersinggung,” tulisnya dalam klarifikasi tersebut.
Irenna turut menyampaikan kekhawatiran karena polemik yang awalnya berkaitan dengan unggahannya mulai merambah ranah pribadi dan memengaruhi kenyamanan keluarganya.
“Namun, persoalan ini masih terus bergulir hingga merambah ke ranah pribadi dan menimbulkan kekhawatiran terhadap keamanan serta kenyamanan keluarga saya. Saya berharap persoalan ini dapat disikapi secara bijak tanpa melibatkan atau mengancam pihak yang tidak berkaitan langsung dengan permasalahan ini,” pintanya.
Ia kemudian kembali menyampaikan permohonan maaf dan berharap penjelasannya dapat memberikan pemahaman yang lebih utuh kepada masyarakat.
“Sekali lagi, saya memohon maaf kepada semua pihak yang merasa tersinggung atau dirugikan oleh postingan tersebut. Saya berharap klarifikasi ini dapat memberikan pemahaman yang lebih utuh dan menjadi langkah untuk menyelesaikan persoalan ini dengan baik,” lanjutnya.
Setelah kontroversi tersebut mencuat, akun Instagram dan Threads Irenna diketahui dinonaktifkan. Ia juga menutup kolom komentar di akun Instagramnya setelah menyampaikan klarifikasi.
Polemik yang melibatkan Irenna tidak hanya berdampak pada aktivitasnya di media sosial, tetapi juga berimbas pada hubungan profesionalnya dengan Samudra Management.
Melalui pernyataan resmi yang diunggah di akun Instagram @samudra.management, pihak manajemen mengumumkan bahwa Irenna tidak lagi menjadi bagian dari mereka. Seluruh bentuk kerja sama dengan influencer tersebut diputus secara sepihak.
“Per hari ini, Irenna Kristyn telah resmi dikeluarkan dan bukan lagi bagian dari Samudra Management. Seluruh bentuk kerja sama dengannya telah kami putus secara sepihak. Untuk kerja sama yang sudah berjalan sebelumnya, penyelesaiannya akan disesuaikan berdasarkan kewajiban dan tanggung jawab masing-masing pihak,” bunyi pernyataan manajemen.
Dalam pernyataan yang sama, Samudra Management menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan dan keresahan yang muncul akibat kontroversi tersebut.
Manajemen juga menegaskan bahwa mereka merupakan entitas independen yang tidak memiliki afiliasi atau keterkaitan dengan pihak pemerintah mana pun.
“Tindakan yang bersangkutan dilakukan atas kapasitas pribadi dan tidak mewakili pandangan manajemen. Kami mengucapkan terima kasih atas masukan dan kritik dari masyarakat yang menjadi teguran sekaligus evaluasi penting bagi kami. Terima kasih atas perhatian dan pengertiannya,” tutup Samudra Management.
Kasus ini juga menjadi pengingat bahwa unggahan di media sosial dapat menimbulkan konsekuensi yang luas, terlebih ketika menyangkut persoalan sosial yang dirasakan banyak orang.
(tsy)