news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Layar iPhone Duo Dilaporkan Retak Meski Baru Dibuka Kurang dari 20 Kali: Biaya Perbaikannya Tembus Rp18 Juta?.
Sumber :
  • Tangkapan layar x

Layar iPhone Duo Dilaporkan Retak Meski Baru Dibuka Kurang dari 20 Kali: Biaya Perbaikannya Tembus Rp18 Juta?

Sejumlah pengguna awal iPhone Duo melaporkan layar retak di area engsel setelah pemakaian singkat. Apple belum mengungkap penyebab kerusakan, sementara biaya
Sabtu, 24 Oktober 2026 - 23:06 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Peluncuran ponsel baru biasanya diikuti antusiasme pengguna yang ingin mencoba teknologi terbaru. Namun, bagi sebagian pemilik iPhone Duo, pengalaman menggunakan perangkat lipat pertama Apple justru diwarnai persoalan yang tidak terduga. 

Sejumlah laporan mengenai layar retak mulai bermunculan di media sosial dan forum teknologi, padahal perangkat tersebut baru saja dipasarkan.

Keluhan itu menjadi perhatian karena kerusakan dilaporkan terjadi di area yang sama, yakni sepanjang lipatan layar bagian dalam, tepat di dekat engsel. 

Foto-foto yang beredar di Reddit, X, dan forum MacRumors memperlihatkan retakan maupun garis terang yang diduga berasal dari piksel bermasalah. Dalam beberapa kasus, layar bahkan tidak lagi berfungsi meskipun bagian luar perangkat terlihat normal.

Salah satu laporan yang menarik perhatian datang dari seorang pengguna di Australia. Ia mengaku layar iPhone Duo miliknya mengalami kerusakan setelah ponsel digunakan selama sekitar enam jam dan dibuka kurang dari 20 kali.

Pengalaman tersebut memunculkan pertanyaan mengenai daya tahan perangkat lipat Apple, terutama pada bagian engsel yang menjadi titik penting dalam mekanisme buka-tutup layar.

Baru Dibuka Kurang dari 20 Kali, Layar iPhone Duo Sudah Retak

Menurut laporan GizChina pada Jumat (23/10), sejumlah pemilik awal iPhone Duo membagikan foto kerusakan layar melalui Reddit dan forum MacRumors. Keluhan serupa juga beredar di X, dengan pola kerusakan yang terlihat relatif konsisten di sepanjang lipatan tengah layar.

Dalam beberapa foto, retakan tampak membentang di area engsel. Kerusakan tersebut juga disertai garis piksel terang pada salah satu sisi layar, sementara pada kasus lain panel bagian dalam dilaporkan tidak lagi dapat digunakan.

Pengguna dari Australia memberikan gambaran lebih terperinci mengenai kejadian yang dialaminya. Ia mengatakan sedang memperlihatkan perangkat tersebut kepada seorang teman ketika merasakan sesuatu di bawah layar, tepat di dekat engsel internal. Saat ponsel terus dibuka, terdengar bunyi retakan yang jelas.

Setelah kejadian itu, layar mengalami kerusakan di sepanjang lipatan. Menariknya, tidak terlihat tanda benturan pada permukaan layar maupun kerusakan yang jelas pada bagian luar engsel. 

Pemilik tersebut kemudian mendatangi Apple Store untuk meminta penanganan, dan menurut laporan yang beredar, perangkatnya diganti dengan unit baru.

Laporan serupa juga muncul dari China, tempat iPhone Duo lebih dahulu tersedia. Akan tetapi, beberapa foto diduga memperlihatkan unit demonstrasi yang digunakan banyak orang. Kondisi tersebut membuat penyebab kerusakan sulit dipastikan karena riwayat penggunaan masing-masing perangkat tidak diketahui secara lengkap.

Layar iPhone Duo Dilaporkan Retak Meski Baru Dibuka Kurang dari 20 Kali Biaya Perbaikannya Tembus Rp18 Juta
Sumber :
  • Tangkapan laya x

Sejumlah pengguna di media sosial juga mengklaim bahwa kerusakan serupa ditemukan di berbagai negara. Meski demikian, klaim mengenai banyaknya perangkat yang terdampak belum dapat dianggap sebagai gambaran menyeluruh tanpa data terverifikasi.

Apple Belum Mengonfirmasi Penyebab, Dugaan Cacat Desain Masih Prematur

Hingga laporan tersebut beredar, Apple belum menyampaikan pernyataan resmi mengenai dugaan kerusakan layar iPhone Duo. Belum diketahui pula apakah persoalan ini berkaitan dengan cacat produksi, mekanisme engsel, struktur panel, atau faktor lain selama penggunaan.

Lokasi kerusakan yang berulang di sekitar engsel memunculkan beberapa dugaan. Sejumlah pengguna Reddit, misalnya, berspekulasi bahwa layar bagian dalam mungkin terjepit di area lipatan. Ada pula yang mempertanyakan toleransi perakitan dan kemungkinan gangguan pada komponen engsel.

Namun, dugaan tersebut belum didukung hasil pemeriksaan teknis yang dipublikasikan. Karena itu, belum ada dasar yang cukup untuk menyimpulkan bahwa iPhone Duo memiliki cacat desain secara menyeluruh.

Menurut laporan MacRumors, sejumlah pengulas telah melakukan pengujian dengan membuka dan menutup perangkat berkali-kali, bahkan hingga ratusan kali, tanpa menemukan masalah serupa. Hasil tersebut menunjukkan bahwa tidak semua unit yang diuji mengalami kerusakan.

Meski demikian, pengujian terhadap sejumlah kecil perangkat belum cukup untuk memastikan ketahanan seluruh unit yang beredar. Apalagi, iPhone Duo baru mulai dipasarkan pada Jumat (23/10), sehingga jumlah laporan dan pengalaman pengguna masih terus berkembang.

Persoalan ini juga perlu dilihat dalam konteks industri ponsel lipat. Teknologi foldable menghadirkan tantangan tersendiri karena layar harus mampu menekuk berulang kali, sementara engsel dan struktur perangkat perlu menjaga kestabilan panel.

Samsung, sebagai salah satu pelopor ponsel lipat modern, telah mengembangkan teknologi Galaxy Z Fold melalui berbagai generasi. Kendati demikian, laporan mengenai kerusakan layar juga pernah muncul pada sejumlah generasi perangkat tersebut. 

Hal ini memperlihatkan bahwa ketahanan layar lipat masih menjadi aspek penting dalam pengembangan perangkat sejenis, meskipun tidak berarti masalah pada satu merek otomatis membuktikan kelemahan merek lainnya.

Untuk saat ini, pengumpulan unit bermasalah dan pemeriksaan teknis menjadi langkah penting guna mengetahui apakah laporan yang muncul berkaitan dengan sejumlah unit tertentu atau menunjukkan persoalan yang lebih luas.

Biaya Perbaikan iPhone Duo Tembus Rp18 Juta, Ini Perlindungan Pengguna

Selain mempertanyakan ketahanan perangkat, konsumen juga perlu memperhatikan biaya perbaikan apabila layar iPhone Duo mengalami kerusakan. 

Berdasarkan informasi yang dilaporkan, Apple menetapkan biaya perbaikan layar bagian dalam sebesar 999 dolar AS atau sekitar Rp18 juta di Amerika Serikat bagi pengguna yang tidak memiliki AppleCare+.

Nilai tersebut membuat kerusakan layar menjadi persoalan serius bagi pemilik perangkat, terlebih jika terjadi tidak lama setelah pembelian. Biaya perbaikan yang tinggi juga dapat memengaruhi pertimbangan konsumen sebelum memutuskan membeli ponsel lipat generasi pertama dari Apple.

Pengguna yang memiliki AppleCare+ berpeluang memperoleh biaya perbaikan lebih rendah. Untuk kerusakan tidak disengaja yang memenuhi ketentuan perlindungan, biaya yang dilaporkan dapat turun menjadi 99 dolar AS atau sekitar Rp1,8 juta.

Sementara itu, kerusakan akibat cacat produk yang memenuhi ketentuan garansi semestinya ditangani melalui garansi standar satu tahun. Namun, keputusan mengenai cakupan perlindungan bergantung pada hasil pemeriksaan perangkat dan ketentuan garansi yang berlaku.

MacRumors juga melaporkan bahwa pembeli memiliki masa pengembalian selama dua minggu. Konsumen yang baru membeli perangkat dapat memeriksa ketentuan pengembalian dan menghubungi Apple apabila menemukan masalah pada layar.

Bagi calon pembeli, laporan kerusakan ini belum menjadi alasan pasti untuk menyimpulkan bahwa seluruh iPhone Duo bermasalah. Namun, perkembangan kasusnya layak dipantau, terutama jika keluhan terus bermunculan dengan pola kerusakan yang sama.

Hal yang paling menentukan adalah respons Apple terhadap laporan konsumen, termasuk kejelasan penyebab kerusakan, proses pemeriksaan, serta kebijakan perbaikan atau penggantian unit.

Sampai ada keterangan resmi dan data yang lebih memadai, retakan layar iPhone Duo masih menjadi persoalan yang perlu diselidiki, bukan bukti final adanya cacat desain. 

Bagi pengguna yang sudah membeli perangkat tersebut, dokumentasikan kerusakan dan segera hubungi layanan resmi Apple untuk memastikan pilihan penanganan yang tersedia. (udn)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:02
14:03
08:06
08:08
08:29
08:13

Viral