- Netflix
Drama Doctor X Diprotes, Petisi Hentikan Penayangan Muncul usai Angkat Tragedi Gwangju
Ketegangan cerita semakin meningkat ketika seorang mantan presiden fiktif bernama Ji Du Seok dibawa ke rumah sakit dalam keadaan tidak sadarkan diri. Karakter tersebut dinilai memiliki kemiripan dengan mantan pemimpin Korea Selatan Chun Doo Hwan, yang pemerintahannya berkaitan dengan penindasan gerakan demokratisasi pada 1980.
Sejumlah unsur lain yang merujuk pada peristiwa Gwangju turut ditampilkan. Rangkaian adegan tersebut kemudian memicu perdebatan mengenai cara tim produksi memasukkan sejarah politik ke dalam alur cerita drama medis.
Petisi Minta Penayangan Doctor X Dihentikan
Dilansir dari sejumlah media Korea Selatan, petisi yang meminta penghentian penayangan Doctor X diajukan melalui platform petisi elektronik Majelis Nasional Korea Selatan pada 24 Oktober 2026.
Pemohon menilai materi mengenai Gerakan Demokratisasi 18 Mei yang ditampilkan dalam drama tersebut tidak berkaitan langsung dengan alur utama.
Mereka juga berpendapat bahwa penyertaan unsur sejarah dan politik itu membuat sebagian penonton merasa tidak nyaman.
Selain meminta penayangan drama dihentikan, pemohon mendorong pemeriksaan terhadap proses produksi dan meminta pihak terkait dimintai penjelasan mengenai keputusan memasukkan materi tersebut.
Petisi itu telah memperoleh dukungan awal dari sedikitnya 100 orang. Jumlah tersebut memenuhi persyaratan untuk memasuki tahap peninjauan sebelum petisi dapat dipublikasikan secara resmi.
Namun, tahapan tersebut perlu dibedakan dari proses pengambilan keputusan mengenai nasib penayangan drama. Petisi yang masih ditinjau bukan berarti permintaan penghentian telah disetujui oleh Majelis Nasional Korea Selatan.
Dengan demikian, Doctor X belum dapat dinyatakan resmi dihentikan hanya berdasarkan kemunculan petisi tersebut.
Kontroversi Doctor X memunculkan beragam reaksi di kalangan penonton. Sebagian mengkritik cara cerita sejarah tersebut dimasukkan ke dalam drama yang sebelumnya berfokus pada kemampuan seorang dokter dan konflik di lingkungan rumah sakit.
Bagi kelompok yang keberatan, persoalannya bukan semata-mata pengangkatan Gerakan Demokratisasi 18 Mei, melainkan cara dan porsi penyajiannya. Mereka menilai alur mengenai tragedi sejarah dan tokoh politik terasa terlalu dominan sehingga mengubah nuansa cerita yang telah dibangun sejak episode awal.
Sebagian penonton juga mempertanyakan alasan adaptasi Korea tersebut menghadirkan unsur sejarah yang tidak menjadi bagian dari cerita asli Jepang yang menjadi acuannya.