- Instagram weareforeal
Samsung Sindir iPhone Duo Lewat Iklan Apel Gagal Melipat, Galaxy Z Fold 8 Diklaim Lebih Tipis
tvOnenews.com - Persaingan ponsel lipat semakin menarik ketika dua raksasa teknologi, Samsung dan Apple, saling beradu strategi untuk merebut perhatian konsumen.
Setelah bertahun-tahun mengembangkan perangkat dengan layar fleksibel, Samsung kini menghadapi tantangan baru dari Apple yang memasuki pasar tersebut melalui iPhone Duo.
Namun, Samsung tidak menyambut pesaing barunya hanya dengan memperkenalkan spesifikasi produk. Perusahaan asal Korea Selatan itu justru melontarkan sindiran melalui iklan kreatif yang menampilkan potongan apel hijau gagal melipat dirinya sendiri.
Adegan tersebut menjadi cara Samsung menyoroti perbedaan pengalaman kedua perusahaan dalam mengembangkan ponsel lipat.
Iklan yang diproduksi studio kreatif Foreal dan diunggah melalui akun Instagram @weareforeal itu juga memuat pesan mengenai desain perangkat. Selain menyentil kemampuan apel untuk melipat diri, Samsung membandingkan dimensi Galaxy Z Fold 8 dengan iPhone Duo.
Kampanye ini muncul ketika sejumlah pengguna iPhone Duo dilaporkan mengalami masalah pada layar bagian dalam perangkat mereka.
Apel Gagal Melipat, Samsung Singgung Pengalaman Apple di Pasar Foldable
Video iklan dibuka dengan gambar apel hijau yang telah terpotong menjadi dua bagian. Tulisan "and look who's new" muncul sebagai pengantar yang diduga merujuk pada iPhone Duo, perangkat lipat pertama Apple.
Potongan apel tersebut kemudian menggelinding melewati delapan generasi Galaxy Z Fold. Rangkaian ini memperlihatkan perjalanan Samsung mengembangkan ponsel lipat, mulai dari generasi pertama yang diluncurkan pada 2019 hingga Galaxy Z Fold 8 pada 2026.
Setelah melewati deretan perangkat tersebut, potongan apel mencoba melipat tubuhnya sendiri. Akan tetapi, upaya itu berakhir dengan kegagalan. Alih-alih menekuk seperti ponsel lipat, daun yang berada di bagian atas apel justru terlepas dan jatuh.
Adegan tersebut menjadi inti sindiran Samsung terhadap Apple. Melalui permainan visual itu, Samsung seolah menyampaikan bahwa tidak semua produk dapat langsung menguasai teknologi layar lipat hanya dengan memasuki pasar yang sama.
Rangkaian adegan delapan generasi Galaxy Z Fold juga memperkuat pesan mengenai pengalaman dan proses pengembangan produk. Samsung ingin menunjukkan bahwa teknologi foldable yang dimilikinya merupakan hasil perjalanan panjang, bukan sekadar inovasi yang baru diperkenalkan.
Sindiran itu semakin menarik karena muncul di tengah laporan mengenai masalah layar iPhone Duo. Sejumlah pengguna dilaporkan menemukan retakan dan garis horizontal pada layar bagian dalam perangkat tersebut.
Foto yang dirangkum 9to5Mac memperlihatkan kerusakan pada area lipatan, termasuk garis putih yang muncul secara horizontal.
Meski demikian, penyebab kerusakan tersebut belum diketahui secara pasti. Karena itu, adegan apel yang gagal melipat diri dalam iklan Samsung lebih tepat dipahami sebagai sindiran pemasaran, bukan bukti teknis bahwa iPhone Duo memiliki kelemahan desain tertentu.
Galaxy Z Fold 8 Diklaim Lebih Tipis 1,6 mm dan Ringan 53 Gram
Setelah menampilkan potongan apel yang gagal melipat diri, video berlanjut dengan adegan buah tersebut menggelinding hingga menabrak Galaxy Z Fold 8. Perangkat terbaru Samsung itu diperlihatkan memiliki bodi yang lebih tipis daripada potongan apel di sebelahnya.
- Laman resmi
Samsung kemudian menonjolkan dimensi perangkat sebagai salah satu keunggulan yang ingin disampaikan kepada konsumen. Dalam iklan tersebut, perusahaan mengklaim Galaxy Z Fold 8 memiliki ketebalan 9,7 mm ketika dilipat, atau 1,6 mm lebih tipis dibandingkan iPhone Duo.
Sebagai pembanding, iPhone Duo disebut memiliki ketebalan 11,3 mm dalam kondisi tertutup. Meski nama perangkat Apple tidak disebutkan secara langsung dalam bagian perbandingan tersebut, angka yang ditampilkan mengarah pada produk yang menjadi sasaran sindiran.
Perbedaan juga terlihat pada bobot kedua perangkat. Galaxy Z Fold 8 diklaim memiliki berat 201 gram, atau sekitar 53 gram lebih ringan daripada iPhone Duo yang diperkirakan berbobot 254 gram.
Klaim tersebut menjadi bagian penting dari strategi Samsung dalam menonjolkan kepraktisan ponsel lipat. Ketebalan dan bobot merupakan aspek yang berpengaruh terhadap kenyamanan penggunaan sehari-hari, terutama pada perangkat yang harus menggabungkan layar berukuran besar dengan desain yang tetap mudah dibawa.
Meski begitu, perbandingan dalam iklan tersebut tetap perlu dipahami sebagai klaim pemasaran Samsung. Penilaian menyeluruh terhadap kedua perangkat tidak hanya bergantung pada dimensi, tetapi juga mencakup ketahanan engsel, kualitas layar, daya tahan baterai, perangkat lunak, dan pengalaman penggunaan.
Video ditutup dengan slogan "Years ahead in Foldables". Kalimat tersebut menegaskan pesan utama kampanye Samsung, yakni pengalaman panjang perusahaan dalam mengembangkan perangkat lipat menjadi modal untuk bersaing dengan pendatang baru di segmen yang sama.
Bukan Kali Pertama, Samsung Kerap Menyindir Produk Apple
Iklan apel gagal melipat diri bukanlah satu-satunya kampanye Samsung yang menyasar Apple. Persaingan kedua perusahaan telah berlangsung selama bertahun-tahun dan kerap muncul dalam bentuk iklan, unggahan media sosial, hingga pesan promosi yang menyentil keputusan produk pesaing.
Pada 2 September 2026, Samsung disebut memasang iklan bertuliskan "Welcome to Foldables" di Seoul, Tokyo, dan London. Kampanye tersebut muncul sekitar sepekan sebelum Apple memperkenalkan iPhone Duo pada 9 September 2026.
Pesan itu dapat dibaca sebagai sambutan bernada sindiran kepada Apple yang baru memasuki pasar ponsel lipat, sementara Samsung telah lebih dahulu mengembangkan lini Galaxy Z Fold.
Ketika Apple menggelar acara peluncuran produknya, akun X Samsung Mobile US (@SamsungMobileUS) juga mengunggah kalimat "So far, so same". Ungkapan yang berarti kurang lebih "Sejauh ini, masih sama" tersebut menyindir perubahan iPhone yang dinilai tidak terlalu signifikan.
Setelah iPhone Duo diperkenalkan, Samsung kembali melontarkan komentar melalui unggahan "Let us know when you're done reheating our leftovers".
Sindiran yang dapat diterjemahkan sebagai permintaan agar Apple memberi kabar setelah selesai memanaskan kembali sisa makanan itu merujuk pada teknologi ponsel lipat yang lebih dahulu dikembangkan Samsung.
Strategi saling sindir tersebut bahkan telah digunakan Samsung sebelum persaingan ponsel lipat menjadi sorotan. Setidaknya sejak 2017, Samsung menjalankan kampanye Growing Up yang mengejek sejumlah fitur iPhone, termasuk poni layar pada iPhone X.
Samsung juga pernah menyentil keputusan Apple menghilangkan jack audio 3,5 mm serta tidak lagi menyertakan adaptor pengisi daya dalam kotak iPhone, sebagaimana dirangkum dari Business Standard.
Melalui iklan terbaru ini, Samsung kembali menggabungkan humor, perbandingan spesifikasi, dan sejarah pengembangan produk untuk memperkuat citra Galaxy Z Fold.
Di tengah persaingan yang semakin ketat, pesan yang ingin ditegaskan perusahaan bukan sekadar soal siapa yang memiliki ponsel lipat terbaru, melainkan siapa yang dinilai lebih berpengalaman dalam mengembangkan teknologi tersebut. (udn)