news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ustaz Adi Hidayat, benarkah hewan kurban jadi kendaraan di akhirat?.
Sumber :
  • YouTube dan pexels

Jika Hewan Kurban Jadi Kendaraan di Akhirat, yang Kurbannya Patungan Bagaimana? Kata Ustaz Adi Hidayat Ternyata...

Jika benar bahwa hewan kurban akan menjadi kendaraan di akhirat, lalu bagaimana yang kurbannya patungan? Ustaz Adi Hidayat mengungkapkan hal menarik terkait ini
Kamis, 15 Juni 2023 - 09:36 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Dalam pelaksanaan ibadah kurban, terdapat sebuah pandangan yang sudah akrab di masyarakat yaitu hewan kurbannya nanti menjadi kendaraan di akhirat.

Dikatakan bahwa orang-orang yang pernah berkurban kelak di akhirat akan menunggangi hewan kurbannya melewati sirathal mustaqim.

Benarkah anggapan terkait hewan kurban sebagai tunggangan di akhirat menurut Ustaz Adi Hidayat?

Lantas bagaimana yang kurbannya patungan, apakah 1 ekor sapi ditunggangi 7 orang sekaligus?

Seperti dilansir tvOnenews.com dari kanal YouTube Adi Hidayat Official, berikut penjelasan tentang keutamaan hewan kurban sebagai kendaraan di akhirat.

Terkait hal ini, Ustaz Adi Hidayat mengaku juga pernah mendengar atau membaca riwayat yang menyebutkan keutamaan hewan kurban yang kelak menjadi kendaraan di akhirat.

"Ya, saya pun demikian pernah mendengar dan membaca juga referensi terkait, khususnya ada riwayat yang disandarkan pada Nabi SAW," ungkap Ustaz Adi Hidayat.

Berikut salah satu isi riwayat yang dimaksud oleh Ustaz Adi Hidayat,

"Gemukkanlah, baguskanlah hewan sembelihan kalian karena sesungguhnya hewan kurban yang dibaguskan itu nanti akan datang di hari kiamat menjadi kendaraan kalian melewati jembatan yang menentukan antara rahmat atau azab, surga atau neraka."

Menurut Ustaz Adi Hidayat, ada banyak versi riwayat yang pada intinya menyebutkan bahwa hewan kurban akan menjadi kendaraan di akhirat untuk menyebrangi sirathal mustaqim.

Akan tetapi, Ustaz Adi Hidayat mengungkapkan bahwa ternyata seluruh riwayat itu menurut para ulama pakar hadis, merupakan hadis yang sangat lemah.

"Seluruh riwayat-riwayat ini persoalannya dinilainya oleh para ulama pakar hadis, itu sebagai riwayat-riwayat yang sangat lemah," ujar Ustaz Adi Hidayat.

"Bahkan sebagian di antaranya tidak memiliki asal, sehingga disebut hadis-hadis yang bermasalah," lanjutnya.

Tidak hanya pada persoalan kurban menjadi kendaraan di akhirat, Ustaz Adi Hidayat juga menyebutkan bahwa keutamaan berkurban yang berlebihan juga berdasarkan pada hadis yang lemah.

"Itu tidak ditemukan kekuatannya, atau dipandang lemah dalam persoalan terkait dengan keutamaan penyembelihan hewan kurban," kata Ustaz Adi Hidayat.

Akan tetapi, ada komentar menarik dari para ulama dalam menanggapi keyakinan bahwa hewan kurban akan menjadi kendaraan di akhirat.

"Namun ada yang menarik dari beberapa komentar para ulama," ujar Ustaz Adi Hidayat. 

"Yang menyebutkan bahwa boleh jadi perkataan-perkataan ini sesungguhnya bukan ingin menunjukkan aslinya ini menjadi kendaraan tapi berupa majas atau kiasan karena ungkapan dalam bahasa Arab itu sering bisa bermakna kiasan," lanjutnya.

Dalam arti, hewan kurban kelak menjadi 'kendaraan' di akhirat dalam wujud pahala yang akan membantu manusia melewati sirathal mustaqim.

"Maksudnya, hewan-hewan ini jika memang kita bisa mencari yang paling bagus, mencari yang paling baik, maka dimungkinkan pahalanya semakin bagus, semakin banyak," jelas Ustaz Adi Hidayat.

"Dengan banyaknya pahala ini, ini yang memudahkan kita melewati sirat karena timbangannya semakin besar, semakin banyak," sambungnya.

Ustaz Adi Hidayat kemudian memberi gambaran sederhana bagaimana dalam kisah anak Nabi Adam, yang diterima oleh Allah adalah yang kurbannya terbaik dan paling bagus.

Sementara yang ditolak adalah yang dengan sengaja memilih hasil perkebunan yang paling jelek untuk dijadikan kurbannya.

Kemudian yang perlu diperhatikan sebagai seorang mukmin harus meyakini bahwa yang sampai kepada Allah bukan daging hewan kurban, melainkan ketakwaan seorang hamba.

Dari sini dapat diambil kesimpulan bahwa menurut Ustaz Adi Hidayat berdasarkan para ulama, makna hewan kurban sebagai kendaraan adalah dalam wujud pahala berkurban yang akan membantu manusia melewati sirathal mustaqim kelak.

Sehingga semakin bagus hewan kurbannya maka akan semakin besar pula pahalanya.

Ini juga berlaku bagi yang melakukan kurban secara patungan, misalnya 1 sapi untuk 7 orang.

Sehingga bukan berarti 1 sapi dinaiki 7 orang nanti di akhirat, akan tetapi masing-masing orangnya akan mendapatkan pahala kurban yang akan membantu memberatkan timbangan amal kebaikan.. 

Wallahua'lam.

(far)


Dapatkan berita menarik lainnya dari tvOnenews.com di Google News, Klik di Sini

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

00:58
00:58
00:49
04:00
02:43
01:22

Viral