Pemprov Jakarta Impor 900 Sapi dari Australia Jelang Idul Adha 1447 H: Siaga Peningkatan Permintaan
- Pixabay/Alexas_Fotos
Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bergerak cepat mengantisipasi lonjakan kebutuhan daging sapi jelang Idul Adha 1447 Hijriah.
Melalui BUMD pangan, langkah penguatan stok dilakukan dengan mendatangkan ratusan sapi impor guna menjaga stabilitas pasokan dan harga di pasar.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta Hasudungan A. Sidabalok mengungkapkan, Pemprov telah menyiapkan pasokan tambahan sapi dari Australia sebagai langkah antisipatif menghadapi peningkatan permintaan musiman.
“Menghadapi potensi peningkatan permintaan daging sapi (jelang Idul Adha), Pemprov DKI melalui BUMD Dharma Jaya telah merencanakan pemenuhan sapi dari Australia sebanyak kurang lebih 900 ekor untuk menjaga stok tetap terjaga,” kata dia, saat dihubungi tvOnenews.com, Minggu (3/5/2026).
Langkah ini diperkuat dengan data neraca pangan yang menunjukkan kondisi ketersediaan bahan pokok di Jakarta masih berada dalam posisi aman hingga April 2026, dan diproyeksikan tetap stabil hingga momen Idul Adha.
“Data neraca pangan menunjukan posisi cukup aman untuk komoditas utama hingga April 2026, yang diproyeksikan berlanjut hingga masa Idul Adha,” tuturnya.
Di sisi operasional, Perumda Dharma Jaya sebagai ujung tombak penyediaan hewan kurban telah menyiapkan total 900 ekor sapi yang dipastikan memenuhi standar aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH).
Seluruh hewan telah melalui proses seleksi ketat dan pemeriksaan kesehatan sebelum didistribusikan.
Direktur Utama Perumda Dharma Jaya Raditya Endra Budiman menegaskan, bahwa kualitas menjadi prioritas utama dalam penyediaan hewan kurban tahun ini.
“Penyediaan 900 ekor sapi ini diharapkan dapat memberikan ketenangan bagi masyarakat dalam menjalankan ibadah kurban dengan dukungan kualitas hewan dan layanan profesional dari Perumda Dharma Jaya,” kata Raditya.
Untuk mendukung proses pemotongan, fasilitas Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Cakung yang telah tersertifikasi Nomor Kontrol Veteriner (NKV) dan halal dioptimalkan dengan kapasitas 200 hingga 250 ekor per hari.
Sebanyak 100 personel profesional, termasuk juru sembelih halal bersertifikat, turut dikerahkan guna menjamin proses berjalan sesuai standar.
Sementara itu, pengawasan harga dan distribusi pangan terus diperketat. Satgas Saber Pangan aktif memantau pergerakan pasar guna mengendalikan inflasi dan memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Load more