- kolase tvOnenews
Sejarah Penyebaran Islam: Perjalanan Dakwah Nabi Muhammad SAW di Tahun ke-10 Kenabian, Masa Kesedihan Sepeninggal Siti Khadijah RA dan Paman yang Selalu Melindunginya
wa innī kullamā da’autuhum litagfira lahum ja’alū aṣābi’ahum fī āżānihim wastagsyau ṡiyābahum wa aṣarrụ wastakbarustikbārā
"Dan sesungguhnya aku setiap kali menyeru mereka (untuk beriman) agar Engkau mengampuni mereka, mereka memasukkan anak jarinya ke telinganya dan menutupkan bajunya (ke wajahnya) dan mereka tetap (mengingkari) dan sangat menyombongkan diri.
Suasana Masjid Nabawi, Madinah Kini (tim tvOne)
Awal Mula Pertemuan dengan Penduduk Madinah
Sudah menjadi kebiasaan Nabi Muhammad SAW pada saat melaksanakan haji setiap tahun untuk mengunjungi perkemahan-perkemahan berbagai suku Arab dan mendiskusikan berbagai permasalahan bersama mereka.
Oleh beberapa kalangan, kata-kata beliau disambut dengan mengejek.
Namun akhirnya datanglah kabar gembira dari pelosok yang tak pernah diduga sebelumnya.
Nabi Muhammad SAW bertemu dengan sebuah kelompok kecil sekitar enam sampai tujuh orang yang memperkenalkan diri berasal dari Madinah atau daerah yang dulu disebut dengan Yatsrib.
“Dari suku mana kalian?’ tanya Nabi Muhammad SAW kepada mereka dengan lembut.
“Kami berasal dari suku Khazraj,” jawab mereka.
“Teman-teman kamu kaum Yahudi?” tanya Nabi.
“Benar,” jawab mereka.
“Apakah kalian berkenan duduk sebenar agar aku bisa berbicara dengan kalian?”
“Tentu saja bisa,” jawab mereka dengan ramah.
Kemudian orang-orang Yahudi Bani Khazraj itu duduk bersama Nabi Muhammad SAW.
Beliau segera menjelaskan kebenaran Tuhan dan ajaran Islam.
Nabi Muhammad SAW juga membaca Al-Qur’an di hadapan mereka.
Sedemikian menakjubkan Tuhan menempa keindahan Islam yang ditemukan di negeri Yahudi, negeri yang juga memiliki kitab dan kebijaksanaan.
Padahal mereka justru menjadi tak bertuhan atau penyembah berhala.
Setelah bertemu dan mendengarkan apa yang diucapkan oleh Nabi Muhammad SAW, Kini orang Yahudi seakan memegang bara api di tangan,
Kemudian, terjadilah perselisihan di antara mereka.
“Akan segera lahir seorang rasul dan saatnya telah tiba, ia akan kita ikuti dan bersamanya kamu akan membunuh serta penganiaya Ad dan Iram,” kata salah satu dari mereka.
Kemudian ketika Nabi Muhammad SAW menyuruh mereka menyeru orang-orang itu untuk beriman kepada Allah satu sama lain berkomentar.