news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Buya Yahya ungkap waktu terbaik shalat sunnah awwabin bukan di antara setelah Maghrib dan sebelum Isya.
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Al-Bahjah TV

Bukan antara Maghrib dan Isya, Ternyata Waktu Terbaik Shalat Sunnah Awwabin di Momen ini, Buya Yahya Bilang Pahala Lebih Besar

Buya Yahya mengungkap teka-teki waktu terbaik menunaikan shalat sunnah awwabin ternyata bukan di antara setelah Maghrib dan sebelum Isya agar raih pahala besar.
Minggu, 18 Agustus 2024 - 09:05 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Shalat sunnah awwabin mempunyai keutamaan akan diangkatkan derajatnya dan mendapat jaminan surga dari Allah SWT.

Adapun shalat sunnah awwabin memiliki jumlah dengan minimal dua rakaat berlanjut hingga dikerjakan sampai enam rakaat agar mendapat pahala besar.

Salah satu hadits riwayat menjelaskan bagi yang mengerjakan shalat sunnah awwabin sampai enam rakaat meraih setara pahala ibadah puluhan tahun, Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ صَلَّى سِتَّ رَكَعَاتٍ بَيْنَ الْمَغْرِبِ وَالْعِشَاءِ كَتَبَ اللهُ لَهُ عِبَادَةَ اثْنَتَيْ عَشَرَةَ سَنَةً

Artinya: "Barang siapa yang melaksanakan shalat sunnah awwabin enam rakaat maka Allah catat baginya pahala ibadah dua belas tahun." (HR. Tirmidzi)

Biasanya kebanyakan orang mengetahui waktu pelaksanaan shalat sunnah awwabin dikerjakan antara setelah Maghrib dan Isya.

Namun, ada sebagian orang lainnya berpendapat bahwa, waktu terbaik mengerjakan shalat sunnah awwabin bukan di antara momen setelah Maghrib menjelang Isya.


Ilustrasi seorang pria mengerjakan shalat sunnah awwabin di masjid. (Istockphoto)

Lantas, kapan waktu terbaik mengerjakan shalat sunnah awwabin jika bukan di antara Maghrib dan Isya? Buya Yahya menjelaskan hal ini secara gamblang.

Dikutip tvOnenews.com melalui tayangan channel YouTube Al-Bahjah TV, Minggu (18/8/2024), Buya Yahya menerangkan tentang shalat sunnah awwabin.

Mulanya seorang jemaah perempuan menyampaikan pertanyaan terkait waktu pelaksanaan shalat sunnah awwabin.

Jemaah tersebut telah mengetahui bahwa, shalat sunnah awwabin dikerjakan pada ibadah wajib yang dilakukan pada malam hari.

"Saya tanyakan Buya mengenai shalat sunnah awwabin, nah yang setahu saya itu awabin itu kan dilaksanakannya setelah shalat Maghrib," kata jemaahnya.

Meski begitu, jemaah perempuan itu mempertanyakan waktu shalat sunnah awwabin ternyata dilakukan pada pelaksanaan shalat sunnah Dhuha.

Jemaah itu mengetahui waktu shalat sunnah awwabin di sunnah Dhuha berasal dari penjelasan Buya Yahya dan para ustaz lainnya.

"Tapi setelah saya menyimak dari Buya terus dari ustaz-ustaz yang lain ternyata shalat awabin itu adanya di shalat Dhuha," tutur jemaah itu.

Ia kembali menanyakan jika seseorang telah rutin mengerjakan shalat sunnah awwabin pada waktu antara Maghrib dan Isya dianggap sia-sia.

Buya Yahya pun menjawab pertanyaan jemaah perempuannya bahwa, dirinya menyinggung soal waktu Maghrib dan Isya sebagai pelaksanaan shalat sunnah tersebut.

Buya Yahya menanyakan alasan para ulama menyampaikan waktu shalat sunnah tersebut dikerjakan pada Maghrib dan Isya.

"Awwabin tadi kalau ibu yang salehah menyimak apa yang kami sampaikan tentu kami singgung sedikit," ucap Buya Yahya.

"Tadi bahwa sebagian ulama menyebut shalat awwabin adalah dilakukan setelah shalat Maghrib, ada kami singgung cuma tidak kami bahas dengan detail," sambungnya.

Pengasuh LPD Al Bahjah, Cirebon itu mengatakan bahwa, Rasulullah SAW pernah menyebutkan shalat Dhuha dianggap sebagai sunnah awwabin.

"Hanya shalat Dhuha disebut langsung oleh Nabi shalatul Awwabin," katanya.

Ia pun juga memahami para ulama menyebutkan shalat sunnah awwabin dikerjakan dari 2-6 rakaat pada waktu antara Maghrib dan Isya.

"Jadi memang ada shalat Awwabin adalah shalat yang dilakukan antara Magrib dengan Isya dimulai dari 2 sampai 6 rakaat selain daripada ba'diah magrib, selain daripada qabliyah Isya," jelasnya.

Pendakwah kelahiran Blitar itu pun menjelaskan keutamaan sunnah awwabin lebih dulu.

Ia menuturkan bahwa, shalat tersebut sebagai bentuk seseorang kembali menjadi orang beriman.

"Diberi nama Awwabinnya adalah awwab orang kembali maksudnya itu shalatnya orang yang ingin kembali kepada Allah dengan menghidupkan antara Maghrib dengan Isya," terangnya.

Ia pun menyarankan seseorang yang sudah rutin sunnah awwabin pada waktu Maghrib dan Isya harus tetap dilanjutkan setiap hari.

"Makanya awwabin orang kembali kepada Allah yang sudah anda lakukan lanjutkan awwabin," pesannya.

Meski demikian, Buya Yahya juga mengingatkan agar seseorang tidak boleh meninggalkan shalat sunnah awwabin di waktu Dhuha.

Menurutnya, pahala sunnah awwabin di Dhuha lebih besar dibandingkan waktu pelaksanaannya pada malam hari.

"Karena awwabin Dhuha itu lebih gede pahalanya daripada awwabin anda tadi," ungkapnya.

Buya Yahya turut mendukung shalat sunnah awwabin di antara waktu shalat Maghrib dan Isya juga mempunyai pahala besar.

"Begitu ulama menyebutkan itu juga shalat awwabin maksudnya shalatnya orang yang rindu untuk kembali kepada Allah sehingga disebut shalatul awwab," paparnya.

"Awwab itu dia orang kembali, awwab, ayyib awwabin orang-orang yang kembali kepada Allah tidak usah diputus ibu yang salehah lanjutkan kebiasaan itu," lanjutnya lagi.

Ia tidak menutup dukungannya agar seseorang mengerjakan sunnah awwabin di malam hari tetapi juga harus mengerjakannya pada waktu Dhuha.

Menurutnya, nama lain shalat Dhuha diartikan sebagai shalat sunnah awwabin.

"Jadi Anda mendengar itu para ulama di saat menjelaskan shalat Dhuha disebut awwabin bukan menafikan shalat awwabin itu," tuturnya.

"Ini hanya menjelaskan bahasanya shalat dhuha disebut juga shalat awwabin," tandasnya.

Kesimpulan: Waktu terbaik mengerjakan shalat sunnah awwabin meraih pahala besar saat menyempatkan Dhuha meski juga harus melakukanya antara Maghrib dan Isya.

Wallahu A'lam Bishawab.

(hap)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:01
01:37
02:12
03:18
08:28
02:19

Viral