- tim tvOnenews.com/Julio Trisaputra
Tagih Utang Tapi Malah Dimarahi? Daripada Emosi, Buya Yahya Sarankan si Peminjam Baca Ini…
tvOnenews.com - Buya Yahya mengingatkan seseorang yang memiliki utang wajib membayar atau mengembalikan utang yang dipinjamnya.
Mak jika tidak dibayar hingga ajal menjemput, maka utang seorang Muslim itu dapat dibawa hingga ke akhirat dan menjadi beban dirinya.
Namun sebenarnya, konsep utang piutang dalam ajaran Islam itu memiliki tujuan dan memberikan kemudahan bagi orang yang sedang kesulitan.
Akan tetapi pada aplikasinya, ada saja seseorang yang memiliki utang namun tidak mau membayarnya.
Bahkan ada yang ketika ditagih malah ia akan marah kepada yang memberinya utang.
Padahal orang yang memberikan pinjaman utang belum tentu juga dalam keadaan ekonomi tercukupi.
Bisa jadi ia meminjamkan karena ingin membantu sesama Muslim di sela-sela kehidupannya yang juga tidak memiliki gelimang harta.
Lantas bagaimana cara menghadapi orang yang lalai dan tidak mau membayar utangnya?
Menurut Buya Yahya, sebaiknya jangan memarahi orang yang tak mau membayar utang tersebut.
Tapi Buya Yahya menyarankan untuk bangun di tengah malam dan amalkan bacaan ini.
Buya Yahya mengingatkan agar seorang Muslim untuk bisa menahan amarah yang ada di dalam hati.
"Memerangi amarah yang ada di dalam hati, saya marah dengan dia tapi aku ingat dia umat Nabi Muhammad, aku tahan," pesan Buya Yahya.
Salah satu diantara ujian untuk menahan amarah adalah kepada orang yang pinjam uang atau utang tapi tidak mau melunasinya.
"Orangnya pinjam duit (utang) kepada kita nggak balik-balik, sampai anak kita mau kuliah, mau sekolah, mau mondok, sampai kita ngutang-ngutang lagi gara-gara dia pinjam duit nggak balik-balik," ujar Buya Yahya.
Ketika ditagih untuk melunasi utang selalu ada alasan, bahkan menghindar saat akan dihubungi.
"Oh kurang ajar banget di telpon malah di reject, disamperin rumahnya katanya nggak ada padahal kelihatan kepalanya," kata Buya Yahya
Maka jangan langsung marah-marah, ingatlah bahwa orang tersebut masih termasuk umat Nabi Muhammad.
"Anda bisa menata hati lalu berkata itu umat Nabi Muhammad," pesan Buya Yahya.