- Ilustrasi/Pixabay
Cara Didik Anak di Zaman Now, Ustaz Adi Hidayat: Hati-hati Jika Gagal di Bagian Ini Bisa Tidak Respek dengan Orang Tua
Maka jika seorang ayah cari nafkah untuk keluarga namun ketika pulang marah ke anak menurut Ustaz Adi Hidayat sangatlah tidak pas.
“Kok bisa Antum katanya nyari harta buat ke rumah tapi pulang ke rumah kok yang di rumah dimarahi?” ujar UAH.
“Masalah Antum di kantor Antum tuh jadi Manager tuh di kantor direktur tuh di kantor bukan di rumah,” sambung UAH mengingatkan.
Padahal semua yang di rumah menunggu ayahnya pulang ke rumah dengan hati bahagia.
Maka bayangkan jika Anda pulang malah membawa kemarahan.
“Kok bisa pulang ke rumah anak sudah nunggu-nunggu, sudah bikin karya macem-macem ke rumah, ayah bilang diem kamu gak tahu ayah cape,” kata UAH.
Jika begitu sikap ayah ke anak selama ini maka ke depan akan membahayakan bagi hubungan anak dan orang tua karena di saat itulah terjadi dialog antara ayah dan anak yang tidak baik.
“Banyak dialog di situ dengan ayah dengan ayah, untuk memberikan kesan keseimbangan dalam rumah tangga,” jelas UAH.
Sementara untuk ibu, Ustaz Adi Hidayat berpesan agar ketika ayah sedang mencari nafkah ceritakanlah hal baik kepada sang anak.
“Bu kalau Ayah sedang keluar Ibu cerita akan kebaikan Ayah untuk anak supaya anak tahu ayahnya,” saran UAH.
“Abi itu Masya Allah itu untuk Kakak nanti supaya punya mainan baru, pakaian yang bagus, bisa sekolah, kita bisa shalat jamaah, makanya Abi sedang mendekat kepada Allah,” sambung UAH.
Maka dengan cara seperti itu, sang anak akan mengenal ayahnya dan mengenal Allah SWT.
“Supaya dia pun kenal Allah, itu yang dimaksud Surat Luqman,” kata UAH.
Tiga Poin Psikologi Perkembangan Anak dalam Qur’an
Kemudian Ustaz menjelaskan bahwa di Qur’an, ada psikologi tentang perkembangan anak.
“Jadi kalau saya lukiskan begini dibagi 3 bagian. Ada level pertama level kedua level ketiga ” katanya.
“Ini level pertumbuhan, awalnya biasanya ini ada di rentang ya 0-2 sampai dengan sekarang ke 7 atau 9 tahun, 7 tahun lah saya ambil, 7 dalam urutan hadis,” jelas UAH menambahkan.