news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ternyata Ini Cara 'Aman' Ucapkan Perayaan Natal Bagi Umat Muslim, Kata Ustaz Adi Hidayat dalam Konteks Hidup Bersosial.
Sumber :
  • dok.kolase tvonenews.com

Ternyata Ini Cara 'Aman' Ucapkan Perayaan Natal Bagi Umat Muslim, Kata Ustaz Adi Hidayat dalam Konteks Hidup Bersosial

Kata Ustaz Adi Hidayat (UAH) tidak dalam mencampuri ibadahnya. Dalam Agama Islam dan Nasrani jelas, contoh Natal dipahami ibadah dan begitu juga Idul Fitri ...
Jumat, 20 Desember 2024 - 14:52 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com-- Pendakwah Indonesia, Ustaz Adi Hidayat menjelaskan, bagaimana cara baiknya (aman) mengucapkan perayaan Natal kepada rekan yang beragama Nasrani. Hal ini berkaitan dengan aturan sudah ada dalam Agama Islam.

Ustaz Adi Hidayat menyampaikan kalau dalam umat beragama sudah diatur masing-masing dalam agamanya. Hidup bertoleransi itu pasti dalam konteks hidup bersosial dan bernegara. 

Namun, kata Ustaz Adi Hidayat (UAH) untuk tidak dalam mencampuri ibadahnya. Dalam Agama Islam dan Nasrani sangat jelas, contohnya Natal dipahami sebagai ibadah dan begitu juga Idul Fitri

 

Foto dari Ustaz Adi Hidayat (UAH)
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Adi Hidayat Official

 

 

"Perbuatan karena di dalam Islam aturan ibadah ini mencakup kepada tiga aspek tadi, jadi ada ibadah menggunakan hati, dalam shalat ada niat dalam puasa ada niat, dalam Haji ada niat," kata Ustaz Adi Hidayat, dikutip dari YouTube Adi Hidayat Official, Jumat (20/12).

"Sumbernya di mana, kemudian yang kedua ada ibadah lisan dan kadang-kadang ibadah lisan ini menjadi, pembuka yang sangat menentukan akan legalnya atau halalnya ibadah yang berupa perbuatan," jelasnya.

Kemudian, kata Ustaz Adi Hidayat dalam pengucapan 'Selamat Perayaan Natal' atau semacamnya dilarang dalam agama Islam ini disesuaikan dengan ajaran Agama. 

 

Sebagaimana disampaikan dalam Surat Al Kafirun. Ustaz Adi sebut sangat jelas penjelasannya, contoh ayat 5-6:

وَلَآ اَنْتُمْ عٰبِدُوْنَ مَآ اَعْبُدُۗ

Wa lā antum ‘ābidūna mā a‘bud(u).

Artinya: Kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah.

لَكُمْ دِيْنُكُمْ وَلِيَ دِيْنِ 

Lakum dīnukum wa liya dīn(i).

Artinya: Untukmu agamamu dan untukku agamaku.

"Kemudian kita hadirkan misalnya unsur lisan dengan mengatakan kalimat misalnya, 'Selamat Natal' sekian sekian,sementara dinatal ada unsur ibadah unsur berbeda dalam konsepsi ketuhanannya. Ada unsur penyembahan, ada unsur peribadahan, seperti tadi digambarkan datang ke gereja ada proses tertentu sesungguhnya dalam keyakinan kita Islam dipandang berbeda," pesan Ustaz Adi Hidayat.

Berita Terkait

1
2 3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:50
05:20
07:41
02:19
00:36
05:45

Viral