- Freepik
Cara Wudhu yang Benar, Ustaz Khalid Basalamah: Ini yang Diajarkan Nabi Muhammad SAW
Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu berdiri hendak melaksanakan shalat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku serta usaplah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai kedua mata kaki. Jika kamu dalam keadaan junub, mandilah. Jika kamu sakit) dalam perjalanan, kembali dari tempat buang air (kakus), atau menyentuh) perempuan, lalu tidak memperoleh air, bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menjadikan bagimu sedikit pun kesulitan, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu agar kamu bersyukur. (QS. Al Maidah: 6)
Maka dari dalil di atas, dalam keadaan apapun ketika akan shalat, wudhu haru dilakukan. Namun agar wudhu menjadi sempurna, sebaiknya setiap Muslim memperlajarinya dengan baik.
Berikut cara wudhu yang sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW, dirangkum oleh tvOnenews.com dari ceramah Ustaz Khalid Basalamah yang diunggah melalui akun Instagramnya.
"Menyempurnakan wudhu diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW yang dilakukan dengan sempurna, memastikan setiap anggota yang harus dibasuh terkena air dengan baik," pesan Ustaz Khalid.
Ustaz Khalid Basalamah kemudian menjelaskan secara rinci bahwa wudhu dimulai dengan mencuci kedua tangan.
"Mencuci kedua tangan, berkumur, menghirup air ke hidung, membasuh wajah, tangan hingga siku, mengusap kepala dan telinga, serta membasuh kaki hingga di atas mata kaki," jelasnya.
Berikut penjelasan rinci dari wudhu yang dijelaskan oleh Ustaz Khalid Basalamah.
“Basuh telapak tangan kanan dulu. Perhatikan baik, semua kena air, sela-sela pastikan sampai terkena. Lakukan hingga tiga kali,” ujar Khalid Basalamah.
Setelah itu, ambil air lalu kumur-kumur dan sebagian lagi dihirup melalui lubang hidung.
“Kemudian ambil secakup air di tangan Anda, seperti dicontohkan oleh Usman bin Affan RA saat mempraktikkan wudhu Nabi SAW, mengambil air kemudian setengahnya dimasukkan ke dalam mulut sambil kumur-kumur dan harus dipastikan semua rongga mulut terkena air, jangan buru-buru,” kata Ustaz Khalid Basalamah.
Kemudian kata Ustaz Khalid, sisa air tersebut dihirup oleh hidung atau dalam Islam disebut dengan istinsyaq.