news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Gus Baha.
Sumber :
  • Instagram/@ngajionline_gusbaha

Utamakan Shalat Tarawih atau Kerja di Malam Hari Dulu saat Ramadhan? Gus Baha Ungkap yang Terbaiknya

KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha menjawab persoalan jikalau dihadapi pilihan antara shalat Tarawih dan kerja shift malam hari selama bulan Ramadhan.
Kamis, 27 Februari 2025 - 02:03 WIB
Reporter:
Editor :

Shalat Tarawih Memang Menjadi Harapan di Ramadhan

Ilustrasi shalat Tarawih berjamaah di Masjid Istiqlal
Sumber :
  • tvOnenews.com/Hilal Aulia Pasya

 

Gus Baha memahami betul shalat Tarawih tidak ingin disia-siakan mereka saat mendapat jadwal kerja di malam hari. Alih-alih, mereka mengutamakan pekerjaannya agar mempertahankan hidupnya.

"Mereka (sebenarnya) juga ingin Tarawih, namun apa daya mereka sedang bekerja," tutur dia.

Seseorang mendapat shift malam tidak menginginkan hidupnya dilanda kemiskinan, terutama harus mempunyai ekonomi yang cukup untuk menafkahi keluarganya.

"Menghindari diri dari kemiskinan secara ekonomi, supaya tidak menjadi beban orang lain, itu hal yang paling utama," ucapnya.

Shalat Tarawih Takut Menjadi Wajib

Ilustrasi pelaksanaan shalat Tarawih berjamaah di masjid
Sumber :
  • iStockPhoto

 

Gus Baha mengambil penjelasan dari hadis riwayat, Rasulullah SAW memang sangat menyukai shalat Tarawih, namun beliau pernah mempercepat ibadah sunnah tersebut.

"Kanjeng Nabi itu sangat suka shalat (Tarawih). Suatu saat ketika Kanjeng Nabi mengimami shalat, beliau mendengar bayi menangis," katanya.

Dikutip dari laman Muslim.or.id, redaksi hadis riwayat Imam Al Bukhari dari Abdurrahman bin Abidin terkait Nabi SAW tak ingin shalat Tarawih terus-menerus, begini bunyinya:

خرجت مع عمر -رضي الله عنه- ليلة في رمضان إلى المسجد، فإذا الناس أوزاع متفرقون، يُصلي الرجل لنفسه، ويصلي الرجل فيصلي بصلاته الرهط، فقال عمر: إني أرى لو جمعت هؤلاء على قارئ واحد لكان أمثل، ثم عزم فجمعهم على أُبي بن كعب

Artinya: "Aku keluar bersama Umar radhiallahu’anhu pada suatu malam bulan Ramadan ke masjid. Ketika itu orang-orang di masjid shalat berkelompok-kelompok terpisah-pisah. Ada yang shalat sendiri-sendiri, ada juga yang membuat jamaah bersama beberapa orang. Umar berkata: ‘Menurutku jika aku satukan mereka ini untuk shalat bermakmum di belakang satu orang qari’ itu akan lebih baik’. Maka Umarpun bertekad untuk mewujudkannya, dan ia pun menyatukan orang-orang untuk shalat tarawih berjamaah bermakmum." 

Pada suatu alkisah, Gus Baha juga pernah mendapat keluhan dari seorang kiai. Kebetulan sosok tersebut selalu menjadi imam shalat Tarawih berjamaah.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:50
05:20
07:41
02:19
00:36
05:45

Viral