news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi Buraq, kendaraan ditunggangi Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa Isra Mi'raj.
Sumber :
  • Freepik

Kalau Bukan Kuda Bersayap, Bagaimana Ciri-ciri Buraq Ditunggangi Nabi Muhammad SAW saat Peristiwa Isra Mi'raj?

Ustaz Adi Hidayat (UAH) mengupas tuntas ciri-ciri Buraq sebagai kendaraan ditunggangi Nabi Muhammad SAW menuju Sidartul Muntaha dalam peristiwa Isra Mi'raj.
Jumat, 16 Januari 2026 - 14:48 WIB
Reporter:
Editor :

Artinya: "Hampir saja kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali (kilat itu) menyinari, mereka berjalan di bawah (sinar) itu. Apabila gelap menerpa mereka, mereka berdiri (tidak bergerak). Sekiranya Allah menghendaki, niscaya Dia menghilangkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu." (QS. Al-Baqarah, 2:20).

Melalui tafsir ayat ini, Ustaz Adi Hidayat mengambil penjelasan dari sebuah hadis riwayat. Hadis tersebut diriwayatkan oleh Ibnu Mas'ud Radhiyallahu 'Anhu.

Dalam hadis riwayat Anas RA, Ma'mar dari Qatadah menjelaskan kehadiran dan ciri-ciri buraq, begini bunyinya:

"Pada malam Isra`, Buraq dihadirkan kepada Rasulullah SAW dalam keadaan sudah dilengkapi pelana dan tali kekang. Namun beliau kesulitan untuk menaikinya. Jibril pun berkata kepada Buraq, 'Apa yang menyebabkanmu bertingkah seperti ini? Demi Allah! Tidak ada seorang pun yang mengendaraimu yang lebih mulia daripada dia (Nabi Muhammad SAW).' Ia (Buraq) pun bersimbah keringat."

Ustaz Adi Hidayat menceritakan sedikit terkait kehadiran buraq. Banyak masyarakat Makkah tidak percaya dengan mukjizat tersebut.

"Rasulullah SAW saat itu naik sampai Bukit Qubes. Beliau menceritakan hal itu kepada penduduk Makkah. Tetapi banyak penduduk tidak mempercayai dan mengatakan Nabi Muhammad SAW sebagai tukang kibul dan pembohong," jelasnya.

Kata Ustaz Adi Hidayat, sekelas Abu Jahal yang menantang kehebatannya mengolok-olok Nabi Muhammad SAW.

"Abu Jahal senang sekali tuh, kesempatan banget buat dia untuk menjelek-jelekkan Rasulullah SAW," lanjutnya.

Dari sekian banyak yang tidak mempercayai, sahabat Nabi Muhammad SAW, Abu Bakar As-Shiddiq menjadi satu-satunya sahabat yang percaya dengan beliau.

Abu Bakar pun menjelaskan kepada penduduk Makkah, kala itu Nabi Muhammad SAW benar-benar menuju bukit. Tujuannya untuk naik ke Sidratul Muntaha menggunakan buraq.

Ustaz Adi Hidayat tidak membantah ciri-ciri kendaraaan ditunggangi Nabi Muhammad SAW seperti kuda dengan kecepatan di luar batas.

Lanjut Ustaz Adi Hidayat, namun buraq tidak seutuhnya seperti kuda. Menurutnya, perawakan buraq tidak setinggi kuda.

"Tetapi lebih besar dari keledai," tambahnya.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

10:04
02:11
03:07
01:56
05:09
04:48

Viral