- Tangkapan layar YouTube Novel Muhammad Alaydrus
Kenapa Amal Ibadah Sudah Ditingkatkan Berujung Ditolak di Ramadhan? Habib Novel Alaydrus Ungkap Alasannya
Dilansir dari Almanhaj, hadis riwayat shahih dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu menjelaskan bahayanya dendam dan iri hati sebagai penyebab amal ibadah ditolak oleh Allah SWT, Rasulullah SAW bersabda:
تُعْرَضُ أَعْمَالُ النَّاسِ فِي كُلِّ جُمُعَةٍ مَرَّتَيْنِ يَوْمَ اْلاثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ مُؤْمِنٍ إِلاَّ عَبْدًا بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ.
Artinya: "Amal-amal manusia diperiksa di hadapan Allah dalam setiap pekan (Jumu’ah) dua kali, yaitu pada hari Senin dan Kamis. Maka semua hamba yang beriman terampuni dosanya, kecuali seorang hamba yang antara dia dan saudaranya terjadi permusuhan." (HR. Muslim).
Contoh Penyebab Dendam dan Iri Hati di Bulan Ramadhan
- iStockPhoto
Lebih lanjut, Habib Novel Alaydrus menjelaskan sejumlah kasus menyebabkan seseorang dendam dan iri hati. Salah satu contoh yang bahaya adalah utang.
"Dalam kehidupan ini ada perlakuan-perlakuan yang tidak menyenangkan dari manusia atau oknum-oknum manusia yang lain. Misal sahabat karib utang nggak bayar, setelah itu dia pergi saat ditagih nggak jawab, nomor telepon diganti, bahkan WhatsApp-mu diblokir," imbuhnya.
Ia sangat memahami tak sedikit orang yang mengutang namun tidak bayar. Ironisnya, banyak kasus setelah atau sebelum ditagih langsung menghilang dengan beberapa alasan.
Menurutnya, sikap seperti itu mengundang amarah bagi pemberi utang. Mereka merasa dizalimi atas sikap mereka yang sengaja tidak membayar utang.
Kata Habib Novel, justru rasa dendam dan iri hati yang semakin terpendam dalam diri membawa malapetaka. Bahkan sangat berbahaya jika dibawa sampai Bulan Suci Ramadhan.
"Ingat, kalau itu dipelihara, disimpan di dalam hati, didiamkan terus ada sampai Bulan Suci Ramadhan, hatinya marah, benci, dendam kepada Muslim yang seperti itu maka diblokir, enggak dapat rahmat, enggak dapat Maghfirah, enggak dapat bebas dari neraka," tegasnya.