news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi kemeriahan Ramadhan.
Sumber :
  • Ilustrasi AI

Teks Khutbah Jumat 13 Februari 2026: Menyambut Bulan Suci Ramadhan dengan Gembira

Berikut teks khutbah Jumat 13 Februari 2026 spesial jelang Ramadhan 2026/1447 H "Menyambut Bulan Suci Ramadhan dengan Gembira".
Kamis, 12 Februari 2026 - 06:00 WIB
Reporter:
Editor :

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin. Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala, Dzat yang masih memberikan kita nikmat iman, nikmat Islam, serta nikmat kesehatan, sehingga pada hari yang mulia ini kita dapat melangkahkan kaki menuju rumah-Nya.

Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beserta keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya yang istiqamah mengikuti sunnah beliau hingga akhir zaman.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Saya berwasiat kepada diri saya pribadi dan kepada jamaah sekalian, marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa. Ketakwaan bukan sekadar ucapan, melainkan ketaatan yang nyata dalam menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Hari-hari ini, tanpa terasa, kita telah berada di ambang bulan yang sangat agung, bulan yang dirindukan oleh orang-orang beriman, bulan yang di dalamnya penuh ampunan, rahmat, dan keberkahan, yaitu bulan suci Ramadhan 1447 H.

Ramadhan bukanlah bulan biasa. Ia adalah tamu istimewa yang setiap kehadirannya membawa kesempatan besar bagi siapa pun yang ingin memperbaiki diri. Bulan di mana pahala dilipatgandakan, dosa-dosa diampuni, dan pintu-pintu surga dibuka lebar.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Telah datang pada kalian bulan Ramadhan, bulan Ramadhan bulan yang diberkahi, Allah telah mewajibkan atas kalian untuk berpuasa didalamnya. Pada bulan itu dibukakan pintu-pintu surga serta ditutup pintu-pintu neraka.” (HR. Ahmad)

Hadis ini mengingatkan kita bahwa Ramadhan adalah karunia, bukan beban. Ia adalah hadiah dari Allah, bukan sekadar rutinitas tahunan.

Namun, pertanyaannya, bagaimana sikap kita dalam menyambut Ramadhan?

Sebagian orang menyambutnya dengan kegembiraan, hati yang berbunga-bunga, karena melihat Ramadhan sebagai kesempatan emas untuk membersihkan jiwa. 

Tetapi tidak sedikit pula yang justru menyambutnya dengan keluhan, seolah Ramadhan adalah bulan yang memberatkan.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Seorang Mukmin sejati seharusnya bergembira dengan datangnya Ramadhan. Bergembira bukan karena makanan berbuka, bukan pula karena suasana semata, tetapi karena peluang besar untuk meraih ampunan Allah.

Berita Terkait

1
2
3 4 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:40
03:36
01:00
01:21
03:05
02:53

Viral