- Ilustrasi AI
Teks Khutbah Jumat 13 Februari 2026: Menyambut Bulan Suci Ramadhan dengan Gembira
tvOnenews.com - Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, umat Islam di seluruh dunia mulai mempersiapkan diri, baik secara lahir maupun batin.
Ramadhan bukan sekadar pergantian bulan dalam kalender Hijriah, melainkan momentum besar untuk memperbaiki diri, memperbanyak ibadah, serta mendekatkan hati kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Karena itulah, khutbah Jumat kerap menjadi sarana penting untuk mengingatkan dan menumbuhkan semangat kaum Muslimin dalam menyambut tamu agung ini.
Berikut teks Khutbah Jumat 13 Februari 2026 dengan tema “Menyambut Bulan Suci Ramadhan dengan Gembira.”
- Pexels/Furkan Furkan_Uslu57
Khutbah Pertama
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى سيدنا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ قَالَ اللهُ تَعَالَى: يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin. Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala, Dzat yang masih memberikan kita nikmat iman, nikmat Islam, serta nikmat kesehatan, sehingga pada hari yang mulia ini kita dapat melangkahkan kaki menuju rumah-Nya.
Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beserta keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya yang istiqamah mengikuti sunnah beliau hingga akhir zaman.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Saya berwasiat kepada diri saya pribadi dan kepada jamaah sekalian, marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa. Ketakwaan bukan sekadar ucapan, melainkan ketaatan yang nyata dalam menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya.
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Hari-hari ini, tanpa terasa, kita telah berada di ambang bulan yang sangat agung, bulan yang dirindukan oleh orang-orang beriman, bulan yang di dalamnya penuh ampunan, rahmat, dan keberkahan, yaitu bulan suci Ramadhan 1447 H.
Ramadhan bukanlah bulan biasa. Ia adalah tamu istimewa yang setiap kehadirannya membawa kesempatan besar bagi siapa pun yang ingin memperbaiki diri. Bulan di mana pahala dilipatgandakan, dosa-dosa diampuni, dan pintu-pintu surga dibuka lebar.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Telah datang pada kalian bulan Ramadhan, bulan Ramadhan bulan yang diberkahi, Allah telah mewajibkan atas kalian untuk berpuasa didalamnya. Pada bulan itu dibukakan pintu-pintu surga serta ditutup pintu-pintu neraka.” (HR. Ahmad)
Hadis ini mengingatkan kita bahwa Ramadhan adalah karunia, bukan beban. Ia adalah hadiah dari Allah, bukan sekadar rutinitas tahunan.
Namun, pertanyaannya, bagaimana sikap kita dalam menyambut Ramadhan?
Sebagian orang menyambutnya dengan kegembiraan, hati yang berbunga-bunga, karena melihat Ramadhan sebagai kesempatan emas untuk membersihkan jiwa.
Tetapi tidak sedikit pula yang justru menyambutnya dengan keluhan, seolah Ramadhan adalah bulan yang memberatkan.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Seorang Mukmin sejati seharusnya bergembira dengan datangnya Ramadhan. Bergembira bukan karena makanan berbuka, bukan pula karena suasana semata, tetapi karena peluang besar untuk meraih ampunan Allah.
Betapa banyak orang yang tahun lalu masih bersama kita, namun kini telah tiada. Betapa banyak yang dahulu berharap bertemu Ramadhan, namun takdir Allah berkata lain. Maka, jika hari ini kita masih diberi umur, itu adalah nikmat yang sangat besar.
Ramadhan adalah bulan latihan. Latihan menahan diri, menahan lisan, menahan amarah, serta menahan hawa nafsu. Bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga memperbaiki akhlak dan memperbanyak ibadah.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Hai orang-orang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.” (QS: Al-Baqarah : 183).
Tujuan utama puasa adalah takwa. Jika Ramadhan datang namun tidak membawa perubahan pada diri kita, maka ada yang perlu kita renungkan.
Jamaah Jumat yang berbahagia,
Menyambut Ramadhan dengan gembira juga berarti mempersiapkan diri. Persiapan iman, persiapan amal, dan persiapan hati.
Mulailah memperbanyak istighfar, memperbaiki shalat, melatih membaca Al-Quran, serta membersihkan hati dari iri, dengki, dan permusuhan.
Jangan sampai Ramadhan datang, tetapi hati kita masih dipenuhi kebencian. Jangan sampai Ramadhan tiba, tetapi kita masih lalai dalam shalat. Jangan sampai bulan suci berlalu, sementara kita tetap sama seperti sebelumnya.
Semoga Allah mempertemukan kita dengan Ramadhan dalam keadaan iman yang lebih baik.
Khutbah Kedua
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam semoga tetap tercurah kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Kembali saya berwasiat kepada diri saya dan jamaah sekalian untuk senantiasa bertakwa kepada Allah.
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Mari kita sambut Ramadhan dengan hati yang lapang, penuh harapan, dan kegembiraan. Jadikan Ramadhan sebagai momentum perubahan, bukan sekadar tradisi. Perbanyak doa agar Allah memberikan kekuatan untuk menjalankan ibadah dengan sebaik-baiknya.
Berdoalah sebagaimana doa para salafus shalih:
"Ya Allah, sampaikanlah kami kepada Ramadhan."
Semoga Ramadhan tahun ini menjadi Ramadhan terbaik dalam hidup kita. Ramadhan yang menghadirkan ampunan, ketenangan, dan keberkahan dalam rumah tangga serta kehidupan kita.
اللهم بلغنا رمضان، اللهم بلغنا رمضان، اللهم بلغنا رمضان.
"Ya Allah, pertemukanlah kami dengan Ramadhan, berkahilah kami di dalamnya, dan jadikanlah kami termasuk hamba-hamba-Mu yang Engkau ampuni."
(gwn)
Sumber: NU Online, Quran Kemenag