- Ilustrasi AI
Teks Khutbah Jumat Singkat 13 Februari 2026: Hukum Puasa Ramadhan Setengah Hari
Jakarta, tvonenews.com- Teks khutbah jumat singkat hari ini membahas seputar puasa ramadhan. Bagaimana hukum puasa ramadhan setengah hari?.
Sehubungan dengan ini, bakal disampaikan dalam khutbah Jumat hari ini. Semoga kita selalu diberikan kesehatan untuk menyambut ramadhan 2026.
Assalamulaikum warahmatullah,
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah memberikan nikmat iman dan Islam kepada kita.
- Ilustrasi AI
Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, keluarga, sahabat, dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Saya berwasiat kepada diri saya pribadi dan kepada jamaah sekalian untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sebenar-benarnya takwa, menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Sebentar lagi kita akan memasuki bulan suci Ramadhan.
Bulan yang dipahami penuh berkah dan ampunan. Allah Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ ١٨٣
yâ ayyuhalladzîna âmanû kutiba ‘alaikumush-shiyâmu kamâ kutiba ‘alalladzîna ming qablikum la‘allakum tattaqûn
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)
Lebih lanjut, perlu diketahui puasa Ramadhan hukumnya wajib bagi setiap muslim. Bagi mereka yang sudah baligh, berakal, dan mampu. Lalu muncul pertanyaan di tengah masyarakat:
Bagaimana hukum puasa setengah hari di bulan Ramadhan?
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Dalam syariat Islam, puasa Ramadhan harus dilaksanakan sejak terbit fajar (Subuh) hingga terbenam matahari (Maghrib).
Jika seseorang dengan sengaja hanya berpuasa setengah hari, kemudian membatalkannya tanpa uzur syar’i, maka puasanya tidak sah dan ia berdosa, serta wajib mengganti (qadha) di hari lain.
Namun berbeda halnya jika seseorang memiliki uzur syar’i, seperti sakit, safar (perjalanan jauh), haid, nifas, atau kondisi lain yang dibenarkan syariat. Allah berfirman:
“Barang siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka wajib mengganti pada hari-hari yang lain.” (QS. Al-Baqarah: 184)
Sehubungan dengan hukum anak-anak yang belum baligh, mereka boleh dilatih berpuasa secara bertahap, seperti setengah hari, sebagai bentuk pendidikan dan pembiasaan bukan kewajiban.
Begitu pula orang yang sangat lemah atau sakit berat yang tidak mampu berpuasa, maka syariat memberi keringanan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.
Ma’asyiral muslimin,
Islam menjadi agama yang penuh rahmat, namun juga tegas dalam perkara kewajiban. Maka janganlah kita meremehkan puasa Ramadhan dengan sengaja membatalkannya tanpa alasan yang dibenarkan.
Mari kita persiapkan diri menyambut Ramadhan dengan memperbaiki niat, meningkatkan ilmu, serta menjaga kesehatan agar mampu menjalankan puasa secara sempurna.
Demikian khutbah pertama ini, semoga Allah memberi kita kekuatan dan kemudahan dalam menjalankan ibadah puasa.
أقول قولي هذا وأستغفر الله لي ولكم، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم.
waallahualam