- freepik/rawpixel.com
Ternyata Sajadah Model Begini Bisa Merusak Pahala Shalat Berjamaah di Masjid Kata Buya Yahya
Jakarta, tvOnenews.com- Pendakwah Indonesia, Buya Yahya pernah menyampaikan ada model sajadah bisa merusak pahala shalat seseorang. Hal ini jarang dipahami umat muslim.
Secara umum, sajadah dipakai sebagai alas untuk shalat. Inilah yang pernah disoroti Buya Yahya kalau penggunaan sajadah bisa disalahfungsikan.
Sajadah hadir dengan berbagai ukuran dipakai Jamaah saat shalat di Musola dan Masjid.
- freepik/rawpixel.com
Buya Yahya pun menjelaskan seputar keutamaan penggunaan sajadah saat shalat. Bisa menghindari anda dari debu atau kotoran.
Dalam penjelasannya, Buya Yahya mengingatkan agar hati-hati dalam memilih ukuran. Apalagi ukuran yang sangat besar atau lebar.
Penggunaan sajadah biasa dilihat saat shalat di Masjid, umumnya makmum membawa. Namun sering melupakan efek samping ukuran yang terlalu besar.
- Tangkapan layar Youtube Al Bahjah TV
Bagaimana hukum mengenakan sajadah besar atau lebar saat shalat?
Ternyata keutamaan umat muslim menggunakan sajadah tidaklah wajib. Merangkum dari YouTubenya Buya Yahya ada loh model sajadah merusak pahala ibadah.
Ia menegaskan agar saat shalat nanti tidak salah lagi dalam memilih sajadah. Lebih utamakan kerapatan shaf.
Pimpinan Pondok Pesantren Al Bahjah itu, menjelaskan penggunaan sajadah tidak dilarang. Tetapi perlu, ingat harus berbagi dengan lainnya.
"Ya kalau pakai sajadah untuk shalat, itu tidak dilarang tapi apabila merusak barisan ya tidak boleh. Seharusnya berbagi dong dengan yang lain," jelas Buya Yahya.
"Sehingga bisa menggunakan sajadahnya, ada juga jemaah yang memang tidak bisa terkena lantai, karena dingin jadi bisa berbagi," sambungnya.
Sehubungan dengan itu, Buya penggunaan sajadah bisa salah karena melihat ada seseorang shalat berjamaah di Masjid membawa sajadah besar atau lebar.
Hal ini berpeluang merusak shaf. Dia pun menegaskan agar tidak melakukan hal tersebut.
Sebagaimana juga Nabi Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda:
أَقِيمُوا صُفُوفَكُمْ وَتَرَاصُّوا، فَإِنِّي أَرَاكُمْ مِنْ وَرَاءِ ظَهْرِي.
"Tegakkan shaf kalian, rapatkan, dan tempelkan shaf kalian, sesungguhnya aku melihat dari belakang punggungku.” Shahih: HR. Al-Bukhari (no. 719).
Kendatinya, dia berpesan jangan sampai menggunakan sajadah yang besar, tapi yang lain tidak boleh menginjak.
"Bawa sajadah tidak masalah tapi harus diingat, sajadah itu alas, sementara dalam salat itu perlu merapikan barisan ataupun shafnya," terang Buya.
Pasalnya shalat berjamaah lebih baik daripada sendiri, hadits yang diriwayatkan Ibnu ‘Umar, yaitu:
عن عبد الله بن عمر ان رسول الله صلى الله عليه وسلم قال صلاة الجماعة تفضل صلاة الفذ بسبع وعشرين درجة
Artinya, “Diriwayatkan dari ‘Abdullah bin ‘Umar, bahwa Rasulullah bersabda, ‘Shalat jamaah lebih baik dari pada shalat sendirian dengan pahala 27 derajat’.” (HR Al-Bukhari).
"Jadi biarkan sajadah, mau diinjak oleh orang lain demi kerapian dan kerapatan barisan shalat," pesan Pendakwah ini. (klw)
Waallahualam