- dok.ilustrasi Pexels/timur-weber
Kebiasaan Buruk ini Mempersulit Doa Anda Dikabulkan Allah SWT, Simak Penjelasan UAH
Jakarta, tvOnenews.com- Pendakwah Indonesia, Ustaz Adi Hidayat pernah menjelaskan seputar alasan seseorang belum atau sulit sukses.
Memang tidak ada tolak ukur pasti seseorang sukses. Namun seringkali kita melihat atau mendengar adanya keluhan, meski rajin kerja tapi tak kunjung kaya.
Melihat fenomena tersebut, Ustaz Adi Hidayat menyampaikan ada dua penyebab sulit sukses. Hal ini bila dikaitkan dengan agama Islam mudah dipahami.
- dok.ilustrasi Pexels/timur-weber
Bahkan dua penyebab ini berkaitan dengan dua sifat manusia yang berbahaya. Sebab mampu mempengaruhi segala amalan dan ibadah kita.
Penyebab Doa Sulit Dikabulkan
Menurut Ustaz Adi Hidayat (UAH) kedua sifat manusia itu berbahaya bila dimiliki. Dianggap bisa merusak segala amalan baik atau ibadah ada Fahsya dan Munkar.
"Jadi mohon izin kalau kata Quran orang yang tidak baik itu cirinya ada dua sumbernya. Pertama fahsya atau yang kedua munkar,"katanya, dikutip dari YouTube Audio Dakwah, Sabtu (28/2).
Lebih lanjut, kata Ustaz Adi wajib dihindari oleh umat muslim. UAH sampaikan arti dari kata Fahsya dalam Islam memiliki makna perilaku buruk karena hawa nafsu.
"Fahsya itu keburukan yang diingkari oleh hati sumbernya dari syahwat ya, seperti kata-kata jorok kotor, pornografi, pornoaksi, LGBT itu fahsya,"
Dengan demikian, bila ada seseorang menyukai hal-hal bertentangan dengan aturan agama Islam, seperti hamer, judi online, korupsi dan sebagainya.
UAH menegaskan kalau ada orang ibadahnya rajin, dan shalat taat dipastikan terhindar dari perbuatan buruk.
Sehingga kalau ada orang ibadah rajin tapi dia melakukan dua sifat tersebut, dipastikan karena ada yang salah dengan shalat atau ibadahnya.
Sebagaimana, disampaikan Allah SWT dalam firman-Nya, sebagai berikut:
اُتْلُ مَآ اُوْحِيَ اِلَيْكَ مِنَ الْكِتٰبِ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَۗ اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ ۗوَلَذِكْرُ اللّٰهِ اَكْبَرُ ۗوَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ
Utlu mā ūḥiya ilaika minal-kitābi wa aqimiṣ-ṣalāh(ta), innaṣ-ṣalāta tanhā ‘anil-faḥsyā'i wal-munkar(i), wa lażikrullāhi akbar(u), wallāhu ya‘lamu mā taṣna‘ūn(a)
Artinya: "Bacalah (Nabi Muhammad) Kitab (Al-Qur’an) yang telah diwahyukan kepadamu dan tegakkanlah salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Sungguh, mengingat Allah (salat) itu lebih besar (keutamaannya daripada ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.
"Munkar keburukan yang diingkari oleh hati sumber dari perut dan akal, kaya mencuri, munkar juga korupsi, temannya berselisih itu munkar, merampok itu munkar," jelas UAH.
"Jadi demi Allah saya katakan orang Yang Salatnya bagus orang yang shalatnya baik akan terhindar dari sumber-sumber keburukan. Jadi mustahil ada orang yang shalat bisa mencela, mustahil karena dia yang nyambung (terhubung) dengan Allah," pesan Ustaz Adi.(klw)
Waallahualam