- Ilustrasi AI ChatGPT
Menjadi Kaya atau Miskin Sama Beratnya, Amalkan Doa Ajaran Nabi Muhammad SAW agar Tetap Istiqomah Hadapi Ujian
tvOnenews.com - Dalam kehidupan, manusia kerap mengalami kondisi yang berubah-ubah, dari kelapangan hingga kesempitan rezeki.
Dalam Islam, semua itu bukan sekadar keadaan biasa, melainkan ujian dari Allah SWT.
Karena itu, doa menjadi cara seorang Muslim memohon petunjuk, perlindungan, dan pertolongan, sekaligus menjadi sarana komunikasi langsung antara hamba dengan Pencipta-Nya.
Salah satu doa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW adalah memohon agar dijauhkan dari ujian berupa kekayaan maupun kemiskinan.
Baik kekayaan dan kemiskinan sama-sama merupakan bentuk ujian dari Allah SWT. Kekayaan menguji rasa syukur, sementara kemiskinan menguji kesabaran.
Melalui doa ini, seorang hamba berharap tetap kuat dan berada di jalan yang diridhai-Nya, sebagaimana diajarkan dalam hadis riwayat Bukhari.
Dengan memahami hal ini, seorang Muslim diharapkan tidak hanya fokus pada kondisi duniawi, tetapi juga pada bagaimana menyikapi setiap keadaan dengan iman.
Baik saat diberi kelapangan maupun kesempitan, sikap yang tepat akan menjadi kunci agar setiap ujian justru mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Berikut doa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِن فِتْنَةِ النَّارِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ وَأَعُوذُ بِكَ مِن فِتْنَةِ الْقَبْرِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْغِنَى وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْفَقْرِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ
“Allâhumma innî a'ûdzu bika min fitnatin nâr, wa min 'adzâbin nâr, wa a'ûdzu bika min fitnatil qabr, wa a'ûdzu bika min 'adzâbil qabr, wa a'ûdzu bika min fitnatil ghinâ, wa a'ûdzu bika min fitnatil faqr, wa a'ûdzu bika min fitnatil masîḫid dajjâl”