- tim tvOne/Kurnia Syaifullah
Teks Khutbah Jumat 8 Mei 2026: Menyambut Idul Adha, Momentum Mengingat Makna Kurban yang Sering Terlupakan
Jakarta, tvOnenews.com - Hari Raya Idul Adha sebagai momentum untuk melaksanakan ibadah kurban. Pada 2026, Idul Adha 1447 Hijriah diperkirakan pada Rabu, 27 Mei 2026.
Di momen Hari Raya Idul Adha, hal ini menjadi momentum menyemarakkan ibadah kurban. Umat Muslim kembali diingatkan untuk meneladani ketaatan Nabi Ibrahim AS.
Melalui teks khutbah Jumat singkat terbaru ini, penting untuk kembali mengingat makna kurban dalam menyambut Idul Adha.
Untuk itu, tvOnenews.com merekomendasikan judul khutbah Jumat untuk pelaksanaan sesi ceramah dalam shalat Jumat, 8 Mei 2026, bertajuk "Menyambut Idul Adha, Momentum Mengingat Makna Kurban yang Sering Terlupakan".
Teks Khutbah Jumat: Menyambut Idul Adha, Momentum Mengngat Makna Kurban yang Sering Terlupakan
- Istimewa
Khutbah I
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ إِلَيْهِ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سيدنا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سيدنا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سيدنا إِبْرَاهِيمَ وبَارِكْ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سيدنا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سيدنا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سيدنا إِبْرَاهِيمَ فى العالمين إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. اَمَّا بَعْدُ، فَيَااَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، اِتَّقُوْااللهَ حَقَّ تُقَاتِه وَلاَتَمُوْتُنَّ اِلاَّوَأَنـْتُمْ مُسْلِمُوْنَيَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
Kaum muslimin rahimakumullah,
Pertama-tama, marilah kita mengucapkan Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat iman dan Islam. Sholawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan umatnya hingga akhir zaman.
Jemaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah,
Tak lupa khatib mengajak marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Kita menjalankan segala perintah dan menjauhi segala larangan-Nya.
Sebagaimana dalam dalil Al-Quran melalui Surat Ali Imran Ayat 102, Allah SWT berfirman:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim." (QS. Ali Imran, 3:102)
Pada kesempatan hari ini, kita akan menyambut Idul Adha. Di momen ini, kita diingatkan bahwa momentum peringatan ini tidak hanya perayaan tahunan, tetapi menunjukkan bentuk mengingatkan ibadah agung yang sarat makna.
Dasat kuat ibadah kurban dalam syariat agama Islam diterangkan dalam Surat Al-Kautsar Ayat 2, Allah SWT berfirman:
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ
Artinya: "Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah." (QS. Al-Kautsar, 108:2).
Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,
Sebagaimana kita ketahui, kurban memiliki kaitan erat dengan kisah teladan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Kisah ini sebagai pengingat ketaatan total manusia kepada Allah SWT.
Ibadah kurban tidak sekadar menyembelih hewan. Ibadah ini juga menjadi bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT. Sayangnya kita sering melupakan makna-makna dari kurban.
Makna pertama adalah keikhlasan dalam beribadah. Melalui Surat Al-Hajj Ayat 37, Allah SWT menegaskan bahwa kurban yang sampai kepada-Nya tidak daging atau darah dari hewan kurban yang disembelih, namun ketakwaan kita yang disertai dengan niat yang tulus.
لَنْ يَّنَالَ اللّٰهَ لُحُوْمُهَا وَلَا دِمَاۤؤُهَا وَلٰكِنْ يَّنَالُهُ التَّقْوٰى مِنْكُمْۗ كَذٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ ۗ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِيْنَ
Artinya: "Daging (hewan kurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaanmu. Demikianlah Dia menundukkannya untukmu agar kamu mengagungkan Allah atas petunjuk yang Dia berikan kepadamu. Berilah kabar gembira kepada orang-orang yang muhsin." (QS. Al-Hajj, 22:37)
Makna kedua pengorbanan dan kepatuhan. Kita menyikapi bagian ini dari kisah Nabi Ibrahim. Dari beliau mengajarkan bahwa seorang mukmin harus siap mengorbankan apa yang dicintai demi ketaatan kepada Allah.
Dalam kehidupan modern, poin penting ini memiliki arti bahwa kita harus meninggalkan maksiat. Selain itu, kita juga berharap senantiasa terhindar dari hawa nafsu.
Makna lainnya adalah kepedulian sosial dan berbagi. Kurban juga mengandung nilai sosial yang tinggi.
Bagi yang berkurban, kita diperintahkan membagikan daging kurban kepada fakir miskin. Tidak sekadar berbagi, tetapi hal ini dapat memperkuat ukhuwah Islamiyah.
Saudaraku jemaah Jumat yang dirahmati Allah,
Ada beberapa persiapan penting dalam menyambut Idul Adha. Pertama, persiapan spiritual dengan memperbanyak dzikir, istighfar, dan amal saleh.
Persiapan kedua yakni persiapan materi dengan memilih hewan kurban yang sesuai syariat. Kemudian yang ketiga, meluruskan niat agar terhindar dari riya.
Rasulullah SAW juga memberikan tuntunan bagi orang yang hendak berkurban, seperti tidak memotong rambut dan kuku sejak awal Dzulhijjah hingga penyembelihan.
Khutbah II
Jemaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Demikianlah khutbah pertama yang disampaikan pada sesi hari ini. Marilah kita memanfaatkan kesempatan Idul Adha ini untuk berkurban dengan penuh keikhlasan. Jangan sampai ibadah ini hanya menjadi rutinitas tanpa makna.
Semoga Allah menerima amal ibadah kita dan menjadikan kita hamba yang bertakwa. Aamiin ya Rabbal Aalamiin.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ، وَنَفَعَنِيْ وَاِيَاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ جَمِيْعَ أَعْمَالِنَا إِنَّهُ هُوَ الْحَكِيْمُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِلْمُسْلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
(hap)
Sumber Referensi: Quran Kemenag RI, NU Online, Muhammadiyah, MUI, Tafsir Ibnu Katsir, kitab Riyadhus Shalihin karya Imam Nawawi.