- Ilustrasi AI/ChatGPT
Kapan 1 Dzulhijjah 2026? Berikut Amalan Memasuki Bulan Haji
tvOnenews.com - Umat Islam sebentar lagi akan memasuki salah satu bulan paling istimewa dalam kalender Hijriah, bulan Dzulhijjah.
Bulan ke-12 ini bukan sekadar penanda akhir tahun, melainkan momen penuh keberkahan yang dinantikan jutaan Muslim di seluruh dunia, mulai dari pelaksanaan ibadah haji, puasa sunnah, hingga perayaan Idul Adha.
Kapan 1 Dzulhijjah 2026?
Mengacu pada Kalender Hijriah yang diterbitkan Kementerian Agama RI, tanggal 1 Dzulhijjah 1447 H diperkirakan jatuh pada Senin, 18 Mei 2026, dengan Idul Adha atau 10 Dzulhijjah jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.
Untuk kepastian resminya, Kementerian Agama RI menjadwalkan Sidang Isbat penetapan awal Dzulhijjah pada Minggu, 17 Mei 2026, bertempat di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kemenag RI, Jakarta.
Sidang Isbat merupakan forum musyawarah yang mempertemukan pemerintah, ormas Islam, serta para ahli falak dan astronomi dalam menetapkan awal bulan Hijriah.
Peneliti Pusat Riset Antariksa BRIN, Thomas Djamaluddin, menyatakan bahwa berdasarkan perhitungan astronomi, posisi hilal pada saat Magrib tanggal 17 Mei 2026 sudah cukup tinggi dan diprediksi memenuhi kriteria berbagai metode penetapan kalender Hijriah yang digunakan oleh Muhammadiyah, pemerintah, maupun Arab Saudi, sehingga awal Dzulhijjah 1447 H diperkirakan serentak jatuh pada 18 Mei 2026.
- Pixabay
Jadwal Puasa Sunnah Dzulhijjah 2026
Berikut rincian jadwal amalan sunnah di bulan Dzulhijjah 2026 berdasarkan Kalender Hijriah Kemenag RI:
- Puasa Sunnah Awal Dzulhijjah: 18–24 Mei 2026 (1–7 Dzulhijjah)
- Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah): Senin, 25 Mei 2026
- Puasa Arafah (9 Dzulhijjah): Selasa, 26 Mei 2026
- Idul Adha dan Penyembelihan Kurban: Rabu, 27 Mei 2026, dilanjutkan hari Tasyrik pada 28–30 Mei 2026
Amalan di Bulan Dzulhijjah
1. Puasa Sunnah 1–9 Dzulhijjah
Berpuasa pada tanggal 1 sampai 9 Dzulhijjah merupakan sunnah yang sangat ditekankan. Sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah digolongkan sebagai waktu yang dicintai Allah SWT untuk diisi dengan amal shalih.
2. Puasa Tarwiyah
Puasa Tarwiyah pada 8 Dzulhijjah memiliki makna spiritual mendalam sebagai bentuk persiapan dan penyucian diri menjelang hari Arafah.
Meskipun hukumnya sunnah, banyak umat Islam berlomba-lomba mengamalkannya demi meraih pahala tambahan di bulan penuh kebaikan ini.
3. Puasa Arafah
Puncak keutamaan puasa di bulan Dzulhijjah terjadi pada Puasa Arafah, yaitu pada 9 Dzulhijjah.
Puasa ini hanya berlangsung satu hari, namun memiliki pahala yang luar biasa. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa puasa Arafah mampu menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.
“Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim no. 1162)
4. Tidak Memotong Kuku dan Rambut bagi Shohibul Qurban
Bagi shohibul qurban (orang yang hendak berkurban), disunnahkan untuk tidak memotong kuku dan rambutnya sejak memasuki tanggal 1 Dzulhijjah hingga hewan kurbannya disembelih.
5. Memperbanyak Takbir, Dzikir, dan Sedekah
Memperbanyak sedekah, membaca Al-Quran, dan bertaubat di hari-hari istimewa ini sangat dianjurkan.
Selain itu, mempersiapkan diri menghadiri shalat Idul Adha dengan mandi sunnah dan mengenakan pakaian terbaik, serta tidak makan terlebih dahulu sebelum shalat selesai, merupakan bagian dari sunnah Rasulullah SAW.
(gwn)