- Ilustrasi AI Gemini
Sudah Masuk Bulan Dzulhijjah, Amalkan Ibadah Sunnah ini Menjelang Hari Raya Idul Adha Agar Dosa Setahun Bisa Rontok
tvOnenews.com - Pemerintah Republik Indonesia bersama Kementerian Agama telah menetapkan Hari Raya Idul Adha jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.
Jelang perayaan Idul Adha, Menteri agama (Menag), Nasaruddin Umar mengajak umat muslimin di Indonesia untuk perbanyak amalan ibadah, termasuk melaksanakan puasa sunnah dan ibadah kurban bila mampu.
“Kepada seluruh umat Islam untuk memperkuat Ibadah-ibadah sebelum Idul Adha, terutama puasa-puasa sunnah, kemudian juga berkurban bagi yang mampu,” ungkap Menag Nasaruddin Umar pada konferensi pers penetapan awal Dzulhijjah 1447 Hijriah, Minggu (17/5/2026).
Umat Islam dianjurkan melaksanakan puasa sunnah pada tanggal 1 sampai 9 Dzulhijjah, termasuk di dalamnya puasa Tarwiyah dan puasa Arafah.
Anjuran tersebut memiliki alasan yang besar, sebab amalan puasa pada sembilan hari pertama bulan Dzulhijjah dikenal memiliki banyak keutamaan.
Di antara seluruh puasa tersebut, puasa Arafah yang dilaksanakan pada 9 Dzulhijjah menjadi salah satu yang paling utama.
Rasulullah SAW menjelaskan bahwa orang yang menjalankan puasa Arafah akan mendapatkan pengampunan dosa selama setahun yang telah berlalu dan setahun yang akan datang.
Puasa Arafah secara khusus disunnahkan bagi umat Muslim yang tidak sedang menunaikan ibadah haji, karena waktunya bertepatan dengan pelaksanaan wukuf di Padang Arafah oleh jamaah haji.
Lantas, apa keistimewaan puasa Arafah hingga begitu dianjurkan untuk diamalkan?
Ibadah Sunnah Jelang Idul Adha
Dilansir tvOnenews.com dari tayangan YouTube Al-Bahjah TV, Buya Yahya menerangkan bahwa puasa Arafah merupakan salah satu ibadah sunnah di bulan Dzulhijjah yang memiliki keutamaan sangat besar.
“Puasa yang paling hebat dan paling dahsyat adalah puasa Arafah,” ungkap Buya Yahya pada tayangan YouTube Al-Bahjah TV.
Penjelasan tersebut merujuk pada hadits riwayat Imam Muslim yang menjelaskan besarnya pahala bagi orang yang menjalankan puasa Arafah.
“Puasa satu hari Arafah (tanggal 9 Dzulhijjah), aku berharap kepada Allah, dengan berpuasa Arafah itu akan menghapuskan (dosa) satu tahun sebelumnya dan satu tahun setelahnya,” ujarnya.
- Tangkapan Layar YouTube Al-Bahjah TV
Meski begitu, Buya Yahya menegaskan bahwa pengampunan dosa dalam hadits tersebut umumnya dimaknai sebagai dosa-dosa kecil. Sementara dosa besar tetap membutuhkan taubat yang sungguh-sungguh kepada Allah SWT.
“Kalau dosa gede harus ada taubat khusus, misalnya perzinaan, meninggalkan shalat. Ini harus ada taubat khusus,” terang Buya Yahya.
Walau demikian, terdapat pula pendapat sebagian ulama yang menyebutkan bahwa puasa Arafah juga dapat menjadi sebab dihapuskannya dosa besar.
“Dengan berpuasa Arafah akan menjadi sebab diampuni dosa-dosa kecil kita. Sebagian ulama mengatakan dosa besar, akan tetapi ada syaratnya,” ujarnya.
Buya Yahya pun mengingatkan agar siapa saja yang pernah melakukan dosa besar segera memohon ampun kepada Allah, karena puasa Arafah bisa menjadi jalan awal menuju taubat yang sebenar-benarnya.
Menurutnya, hari-hari awal bulan Dzulhijjah memang dipenuhi banyak keutamaan. Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan puasa hingga 9 Dzulhijjah serta menunaikan ibadah kurban pada 10 Dzulhijjah.
Kedua amalan tersebut termasuk sunnah tahunan yang sangat dianjurkan untuk diamalkan oleh kaum Muslim.
“Kalau bisa dari awal sampai tanggal 9 Dzulhijjah berpuasa, tanggal 10 Dzulhijjah menyembelih kurban dan ini amalan sunnah setiap tahun,” pungkasnya.
(Kmr)