- Abdul Gani Siregar-tvOne
Memang Benar Orang yang Belum Pernah Aqiqah Tidak Boleh Kurban saat Idul Adha? Ini Penjelasan Buya Yahya
Adapun pelaksanaan aqiqah untuk anak pada umumnya di hari ketujuh. Lagi pula tujuan menggelar kegiatan ini bentuk upaya memberitahu telah dikaruniai anak kepada orang di lingkungan sekitarnya.
"Dan juga sedekah agar anaknya dijaga oleh Allah, kemudian memberitahu jangan sampai kaget lho anak siapa ini," lanjutnya.
Ia mengambil contoh jika orang tua belum mampu aqiqah di hari ketujuh. Biasanya bisa ditunda sampai hari ke-21 setelah melahirkan anak.
"Kalau enggak punya duit juga ya kapan saja. Sampai kapan? Sampai anak itu baligh, bagi wanita sudah haid atau laki-laki keluar air mani," paparnya.
Buya Yahya menegaskan, di waktu ini menunjukkan bahwa seorang anak yang sudah baligh boleh aqiqah untuk dirinya sendiri. Setidaknya momen ini bentuk sedekah lantaran kesunnahannya sudah lewat.
Kemudian, Buya Yahya mengambil pembahasan serius muncul dari pertanyaan tentang belum aqiqah dengan kurban. Ia selaku ulama tentu tak mempermasalahkan hal ini.
Akan tetapi, Buya Yahya kembali mengingatkan dua aspek ini adalah hal berbeda. Kesunnahan aqiqah terletak pada orang tua. Artinya, seorang anak boleh berkurban.
"Ini pertanyaannya bagi yang nggak pernah ngaji. Yang tugas aqiqah saya itu siapa? Orang tua saya, sudah selesai. Kalau kurban, ya saya kurban aja ngapain saya ngurus aqiqah," tegasnya.
Ia memberikan solusi agar keduanya bisa terlaksana dengan baik. Ia mengarahkan untuk berkurban lebih dulu apabila mempunyai uang lebih untuk kebutuhan aqiqah.
"Mana yang lebih dahulukan? Ditanya dulu punya duit lagi enggak? Nanti kalau aqiqahnya diundur sedikit, misal kalau punya, ya sudah kurban aja sekarang nanti aqiqah biar banyak yang disembelih. Sebab, kalau dijadikan aqiqah, enggak bisa kurban. Ini enggak susah sebetulnya," terangnya.
Buya Yahya mengajak untuk menghilangkan kekeliruan menyikapi bahwa kurban hanya dilakukan sekali seumur hidup. Pasalnya, ibadah ini bersifat sunnah dan bisa dikerjakan kapan pun selagi mampu.
(hap)