- tvOnenews.com/Julio Trisaputra
Naskah Khutbah Jumat Singkat 29 Mei 2026: Jangan Keliru, Penyebab Hewan Kurban Menangis saat Mau Disembelih
Tak lupa, marilah kita sholawat serta salam tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW. Berkat beliau, kita masih istiqomah terus meningkatkan ketakwaan dan berpegang teguh pada kebenaran Allah SWT.
Kaum muslimin rahimakumullah,
Dalam kesempatan khutbah Jumat hari ini, khatib meminta izin untuk kembali membahas seputar Idul Adha. Hal ini mengingat kita masih dalam suasana Hari Tasyrik sebagai hari-hari setelah Idul Adha.
Pada pembahasan hari ini, kita mengacu pada fenomena hewan kurban yang terlihat menangis. Biasanya umat Islam berbondong-bondong membeli hewan kurban terbaik sebagai refleksi diri mengingat kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.
Seusai itu, mereka menitipkan hewan kurban seperti sapi, kambing/domba, unta, kerbau, dan sebagainya kepada pihak masjid, musholah, dan tempat ibadah di dekat rumahnya.
Menariknya, tak sedikit hewan kurban tampak meneteskan air mata, terutama saat akan disembelih. Fenomena seperti ini tentu sering menjadi perbincangan, khususnya setiap menjelang Idul Adha.
Banyak umat Islam merasa terharu bahkan bertanya-tanya, 'apakah hewan kurban benar-benar merasakan kesedihan seperti manusia?'. Dalam perspektif agama Islam, pertanyaan ini harus dijawab dengan bijak agar tidak keliru.
Secara ilmiah, hewan memang dapat mengeluarkan air mata. Kendati demikian, hal ini tidak selalu memiliki arti bahwa hewan ternak, termasuk sapi menangis akibat kesedihan.
Mengacu dari buku 33 Tanya Jawab Seputar Qurban: Panduan Ilmu Sebelum Beramal karya Abdul Somad (2012), sapi mempunyai kelenjar air mata. Bagian ini memiliki peran untuk memproduksi air mata pada hewan.
Proses ini biasa disebut sebagai lakrimasi. Tidak jauh berbeda dari manusia, kelenjar air mata terletak di kelopak mata terutama pada bagian atasnya.
Air mata pada hewan bisa saja muncul karena beberapa hal. Biasanya terjadi karena reaksi biologis, seperti stres, iritasi mata, rasa takut, bahkan bereaksi atas lingkungan sekitarnya.
Reaksi air mata yang diteteskan hewan biasanya juga akibat suasana ramai, bau darah, atau perlakuan manusia dapat memicu reaksi tersebut.
Bahkan secara umum, hewan selalu bersentuhan dengan kotoran, debu, tanah, dan sebagainya. Hal itu menyebabkan partikel asing kerap masuk ke bagian dalam mata hewan. Dengan adanya air mata, hewan bereaksi untuk mengeluarkan partikel asing tersebut.