- tvOnenews.com/Julio Trisaputra
Naskah Khutbah Jumat Singkat 29 Mei 2026: Jangan Keliru, Penyebab Hewan Kurban Menangis saat Mau Disembelih
Oleh karena itu, penting bagi kita bisa memahami dan merefleksi tangisan pada hewan lebih mengacu pada respons fisik, tidak hanya selalu berpikir tentang emosi kompleks seperti manusia.
Yang jelas, kita memang sulit mengetahui apakah air mata hewan kurban akibat dari emosi atau iritasi. Namun demikian, satu-satunya makhluk hidup dapat memproduksi air mata dengan alasan emosional adalah manusia.
Kita bisa melihat bahwa tidak semua hewan kurban terlihat menangis saat hendak disembelih. Hal ini memberikan tanda bahwa hewan kurban meneteskan air mata bisa saja akibat mengalami iritasi atau terkena penyakit.
Sidang Jumat dikaruniai Allah,
Dalam agama Islam, untuk mencegah hewan merasa tidak nyaman dan terlihat menangis, kita sebagai manusia tetap memperhatikan perlakuan kita terhadap hewan. Syariat memberikan ajaran tentang prinsip ihsan atau berbuat baik kepada semua makhluk hidup.
Dalam hadis riwayat Imam Muslim, adab tetap menjaga kesejahteraan hewan telah dijelaskan dalam agama Islam, Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya Allah mewajibkan berbuat ihsan atas segala sesuatu." (HR. Muslim Nomor 1955).
Melalui hadis riwayat ini, dalam penyembelihan, umat Islam mendapat perintah untuk menajamkan pisah dan tidak menyiksa hewan. Hal ini menunjukkan Islam sebagai agama penuh kasih, termasuk kepada hewan kurban yang hendak disembelih.
Mengacu dari kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail AS, ibadah kurban mempunyai hikmah mendalam. Selain bentuk ketaatan dan meneladani kisah Nabi, kurban memberikan arti tentang keikhlasan, pengorbanan, serta kepedulian sosial.
Sebagaimana dalam Surat Al-Hajj Ayat 37, Allah SWT berfirman:
"Daging dan darahnya itu tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu." (QS. Al-Hajj, 22:37)
Dari tafsir ayat ini sudah sangat jelas bahwa, esensi kurban tidak sekadar ritual semata, tetapi juga menunjukkan nilai spiritual di baliknya.
Khatib perlu mempertegas bahwa, tidak ada dalil shahih mengenai hewan kurban menangis lantaran sudah mengetahui ajalnya. Spekulasi ini lebih dekat pada mitos dan muncul dari persepsi manusia secara berlebihan.
Oleh karena itu, umat Islam perlu meluruskan pemahaman dan tidak terjebak pada narasi yang tidak berdasar.