- Unsplash/Vitaly Gariev
3 Kunci Rumah Tangga Harmonis Menurut Buya Yahya, Hindari Kebiasaan yang Bisa Merusak Keluarga
"Pergi ke psikolog, jangan dibiarkan itu bahaya sekali. Jangan rusak anak Anda, jangan rusak keluarga Anda karena sakit mental. Atau Anda bukan sakit mental, tapi suka sakit hati dan suka marah-marah nggak jelas," sambungnya.
Menurut Buya Yahya, kemarahan yang tidak terkendali bukan hanya berdampak pada pasangan, tetapi juga dapat memengaruhi perkembangan dan kondisi psikologis anak-anak di dalam keluarga.
Karena itu, jika seseorang merasa kesulitan mengendalikan emosi, mencari bantuan profesional merupakan langkah yang bijak.
3. Ciptakan Keakraban dan Komunikasi yang Berkualitas
Kunci berikutnya yang tak kalah penting adalah membangun suasana akrab di dalam rumah.
Kesibukan dan berbagai distraksi sering membuat anggota keluarga berada dalam satu rumah, tetapi jarang berinteraksi secara mendalam.
Buya Yahya menyarankan agar keluarga meluangkan waktu untuk berbincang dan berkomunikasi tanpa gangguan yang tidak diperlukan.
"Yang ketiga, biasakan akrab di rumah. Televisi kalau nggak diperlukan jangan dinyalain, jadi kalau Anda diskusi ngobrol itu bisa maksimal," ucap Buya Yahya.
Komunikasi yang hangat dan intens dapat memperkuat hubungan antaranggota keluarga.
Momen sederhana seperti makan bersama, berbincang setelah beraktivitas, atau saling mendengarkan cerita satu sama lain dapat menciptakan kedekatan emosional yang lebih kuat.
Pada akhirnya, rumah tangga yang harmonis tidak dibangun dengan kemewahan atau fasilitas yang serba lengkap, melainkan dengan sikap saling menghormati, kemampuan mengendalikan emosi, serta komunikasi yang baik.
Tiga nasihat Buya Yahya tersebut dapat menjadi pengingat bahwa kebahagiaan keluarga berawal dari hal-hal sederhana yang dilakukan secara konsisten setiap hari. (gwn)