- Ilustrasi AI/ChatGPT
Apakah Orang Pulang Berhaji Wajib Dipanggil Pak Haji atau Bu Hajah? Begini Penjelasan Buya Yahya
Meski demikian, Buya Yahya mengingatkan agar sebutan tersebut tidak berubah menjadi sumber kebanggaan yang berlebihan hingga menimbulkan kesombongan dalam hati.
"Setan menggoda, merusak hati kita. Sebab ibadah yang andalannya tanda orang kaya hanya ibadah haji saja, pakai duit banyak, luar negeri, pesawat," ungkapnya.
Jika Tidak Dipanggil, Jangan Gelisah
Menariknya, Buya Yahya justru memberikan perhatian khusus kepada orang yang telah menunaikan ibadah haji agar tidak terlalu memikirkan soal gelar atau panggilan.
"Kalau Anda tiba-tiba sudah haji, nggak dipanggil Pak Haji, yang nyantai. Jangan bilang 'saya sudah haji'," pesannya.
Ia mencontohkan bagaimana dalam kehidupan sehari-hari terkadang gelar haji dianggap sangat penting hingga memicu persoalan yang sebenarnya tidak perlu.
"Itu kartu undangan bisa dirombak gara-gara nggak ada Pak Hajinya," ujar Buya Yahya.
Padahal, menurutnya, nilai utama dari ibadah haji bukan terletak pada gelar yang disematkan masyarakat, melainkan pada perubahan hati, akhlak, dan kedekatan seseorang kepada Allah SWT.
"Menjaga hati itu penting. Jangan marah, jangan gelisah, jangan sedih kalau tidak dipanggil Pak Haji," katanya.
Yang Terpenting Adalah Menjaga Hati
Di akhir penjelasannya, Buya Yahya mengajak umat Islam untuk menjaga keseimbangan antara menghormati orang lain dan menjaga keikhlasan diri sendiri.
"Kita jaga hati orang agar tidak sakit, dan jaga hati kita agar tidak sombong," tuturnya.
Dari penjelasan tersebut dapat dipahami bahwa memanggil seseorang dengan sebutan "Pak Haji" atau "Bu Hajah" bukanlah kewajiban agama, melainkan bagian dari tradisi dan bentuk penghormatan yang berkembang di masyarakat. (gwn)