news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Fadli Zon Ikuti Kirab Malam 1 Suro di Surakarta: Budaya yang Memiliki Sejarah Panjang.
Sumber :
  • istimewa

Malam Ini Malam 1 Suro, Catat 5 Larangan dan Pantangan yang Perlu Kamu Tahu

Malam 1 Suro merupakan momen yang sangat disakralkan dalam kebudayaan Jawa. Pada tahun 2026 ini, Malam 1 Suro jatuh pada Selasa malam, 16 Juni 2026. Berdasarkan
Selasa, 16 Juni 2026 - 14:59 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com – Malam 1 Suro merupakan momen yang sangat disakralkan dalam kebudayaan Jawa. Pada tahun 2026 ini, Malam 1 Suro jatuh pada Selasa malam, 16 Juni 2026.

Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia dari Kementerian Agama, tanggal 1 Suro 1960 Ba' sendiri jatuh pada hari Rabu, 17 Juni 2026 yang bertepatan dengan Weton Rabu Kliwon.

Karena pergantian hari dalam kalender Jawa dimulai saat matahari terbenam (Magrib), maka peringatan Malam 1 Suro sudah dimulai sejak Selasa malam ini.

Tradisi Grebeg Suro warga lereng gunung semeru
Sumber :
  • tvOne - wawan sugiarto

Sementara itu, untuk penanggalan 1 Muharram 1448 H atau Tahun Baru Islam 2026 jatuh pada hari Selasa, 16 Juni 2026. Hal ini menandakan malam tahun baru Islam sudah dimulai sejak Senin malam, 15 Juni 2026 kemarin.

Bagi Anda yang berencana untuk mengikuti atau menyaksikan langsung tradisi tahunan yang sarat akan budaya ini, berikut adalah agenda penting yang digelar di wilayah Solo pada Selasa malam (16/6/2026):

Kirab Pusaka Dalem Mangkunegaran: Diselenggarakan mulai pukul 19.00 / 20.00 WIB.

Kirab Pusaka Keraton Kasunanan Surakarta: Mengarak kebo bule keturunan Kyai Slamet yang juga dijadwalkan pada malam yang sama.

Malam 1 Suro disakralkan karena merupakan momen untuk tirakat, mawas diri (introspeksi), dan penyucian batin.

Larangan atau pantangan yang ada di masyarakat sebenarnya berfungsi sebagai panduan agar manusia menjauhkan diri dari keduniawian dan fokus pada hal spiritual.

Tim tvOnenews.com telah merangkum elaborasi mendalam mengenai makna spiritual sekaligus alasan logis di balik 5 larangan Malam 1 Suro menurut budaya Jawa:

1. Larangan Keluar Rumah Tanpa Kepentingan

Mitos & Kepercayaan: Malam 1 Suro dipercaya sebagai waktu runtuhnya sekat dunia gaib atau terbukanya portal gaib, di mana arwah leluhur kembali ke dunia.

Orang yang keluar rumah tanpa tujuan—terutama pemilik weton tertentu seperti tulang wangi—diyakini rawan menjadi target kesialan atau gangguan makhluk halus.

Makna Filosofis: Melarang orang keluyuran bertujuan agar masyarakat memilih berdiam diri di rumah (nyepi) untuk merenungkan kesalahan setahun lalu dan menyusun niat baik untuk tahun depan.

Tradisi ojong warga lumajang digelar setiap bulan suro
Sumber :
  • tvOne - wawan sugiarto

2. Larangan Menggelar Pernikahan dan Hajatan Besar

Mitos & Kepercayaan: Mengadakan pesta atau hajatan besar di bulan Suro dianggap menantang kesialan.

Mitos yang beredar menyebutkan bahwa menggelar hajatan di waktu bersamaan akan menyaingi ritual keraton atau "pesta" makhluk gaib penguasa Laut Selatan (Nyi Roro Kidul), sehingga bisa membawa malapetaka bagi keluarga.

Makna Filosofis: Bulan Suro adalah waktu keprihatinan sosial dan spiritual nasional dalam budaya Jawa. Menggelar pesta pora yang bising dianggap tidak etis dan tidak menghormati suasana sakral yang penuh doa.

3. Larangan Membangun atau Pindah Rumah

Mitos & Kepercayaan: Memulai pembangunan atau menempati rumah baru pada bulan Suro dipercaya akan membawa ketidakharmonisan, penyakit, rezeki seret, atau hawa panas ke dalam rumah.

Makna Filosofis: Secara perhitungan hari baik Jawa (Primbon), bulan Suro dinilai tidak memiliki energi yang stabil untuk memulai fondasi kehidupan baru secara fisik (seperti bangunan) karena fokus energinya sedang diarahkan pada pembenahan batin (spiritual).

4. Larangan Berbicara Sembarangan dan Berisik

Mitos & Kepercayaan: Berkata kotor, mencela, atau berbohong pada malam ini dipercaya akan langsung mewujud menjadi kutukan atau mendatangkan petaka instan bagi diri sendiri.

Makna Filosofis: Tradisi ini melahirkan ritual Tapa Bisu (berjalan mengitari benteng tanpa berbicara). Larangan berbicara mengajarkan manusia untuk menjaga lisan, menahan amarah, dan melatih kendali diri agar tidak berkonflik dengan orang lain.

Festival Gerebek Suro di Banyuwangi
Sumber :
  • happy oktavia

5. Larangan Bepergian Jauh

Mitos & Kepercayaan: Melakukan perjalanan jauh antar kota atau daerah pada Malam 1 Suro sangat dilarang karena dipercaya rawan terjadi kecelakaan fatal akibat meningkatnya aktivitas energi negatif di jalanan.

Makna Filosofis: Pembatasan mobilitas fisik ini memaksa seseorang untuk tetap berada di lingkungan terdekatnya (bersama keluarga atau komunitas ibadah) agar energi mereka terpusat pada kegiatan refleksi bersama, alih-alih kelelahan di perjalanan.

Sebagai ganti dari larangan-larangan di atas, masyarakat Jawa dan umat Muslim mengalihkan energinya ke berbagai amalan positif seperti:

Tirakat dan Melek: Sengaja tidak tidur semalaman untuk berdoa (muhasabah).Ibadah Keagamaan: Membaca Surah Yasin 3 kali, shalat tahajud, membaca doa akhir-awal tahun, serta memperbanyak zikir.

Jamasan Pusaka: Membersihkan benda pusaka (keris/tombak) sebagai simbol membersihkan diri dari karat kotoran batin.

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:10
05:03
05:54
03:52
01:01
03:23

Viral