- Reuters/Kevin Sousa
Bolehkah Non-muslim Ucap 'Bismillah' seperti yang Dilakukan Ronaldo dalam Laga Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026?
tvOnenews.com - Pertandingan antara Portugal vs Kroasia di ajang Piala Dunia 2026 berakhir dengan kemenangan dramatis bagi skuad Portugal lewat skor akhir 2-1.
Selain karena kemenangan emosional ini terjadi tepat satu tahun setelah kepergian Diogo Jota, perhatian publik juga tertuju pada sang megabintang, Cristiano Ronaldo.
Ia mendapat sorotan tajam saat hendak melakukan eksekusi tendangan bebas di menit ke-11 dan saat akan melakukan tendangan penalti pada menit ke-66, di mana penalti tersebut menjadi gol pertama Portugal dalam laga tersebut.
Dalam kedua momen itu, Ronaldo tersorot kamera sedang mengucapkan kata yang diduga adalah "bismillah", yang juga diketahui memiliki arti "atas izin Allah atau Tuhan".
Sorotan tersebut tentu bukan tanpa alasan, karena kata yang identik dengan Islam dan umat muslim tersebut, justru diucapkan oleh Ronaldo yang diketahui merupakan penganut Katolik.
Di media sosial, banyak warganet yang mengapresiasi Ronaldo karena mengucapkan "bismillah" sebelum memulai tendangannya.
Ada juga yang berdebat mengenai boleh atau tidaknya seorang non-muslim mengucapkan kata tersebut.
Lantas, bagaimana ucapan "bismillah" yang dilakukan oleh Ronaldo dalam pandangan Islam?
Menanggapi hal ini, pendakwah sekaligus aktivis Palestina, Ustadz Ali Farkhan Tsani memberikan penjelasan terkait hal tersebut.
Kepada tvOnenews.com, Ustadz Ali Farkhan menjelaskan bahwa tidak ada larangan mutlak bagi seorang non-muslim untuk mengucapkan lafaz-lafaz seperti "Allah", "bismillah", atau menyebut nama Tuhan dalam konteks bahasa atau kebiasaan. Ini karena frasa tersebut termasuk dalam bahasa Arab dan bukan eksklusif milik muslim saja.
"Tidak ada larangan mutlak bagi non-muslim, karena secara bahasa, itu adalah kalimat bahasa Arab, bukan eksklusif milik muslim saja," ujar Ustadz Ali Farkhan saat dihubungi via WhatsApp pada Jumat (3/7/2026) sore.
"Non-muslim Arab juga biasa menggunakan kata “Allah” dalam doa mereka," terangnya.
- REUTERS/Mike Segar
Lebih lanjut, ucapan "bismillah" yang dilakukan oleh non-muslim juga bisa dipahami sebagai ungkapan kebiasaan ataupun penghormatan sebelum melakukan sesuatu.
Hal tersebut selaras dengan apa yang dilakukan oleh Ronaldo. Bahkan, jauh sebelum momen ucapan "bismillah"-nya di Piala Dunia 2026 mendapat sorotan, ia juga pernah diduga mengucapkan frasa yang sama saat bermain di Liga Pro Saudi 2025/2026.
Kala itu, Al Nassr diberi hadiah tendangan penalti saat laga melawan Al Najma pada 4 April 2026 lalu. Ronaldo sebagai kapten Al Nassr pun menjadi eksekutor penalti tersebut.
Sebelum mengeksekusi penaltinya, Ronaldo dengan raut wajah nervous tersorot kamera diduga mengucapkan "bismillah".
"Jika Cristiano Ronaldo memang mengucapkan sesuatu seperti 'bismillah' sebelum eksekusi penalti, bisa jadi kebiasaan spiritual pribadi atau ekspresi motivasi, atau sekadar refleks seremonial., mengingat ia sudah lama di negeri Arab. Yang ucapan itu sudah bisa. Seperti dia pernah mengucapkan 'Insya-Allah'. Wallahu a’lam," ujar Ustadz Ali Farkhan.
Ya, Ronaldo memang pernah secara terang-terangan mengucapkan "Insya-Allah" saat menjawab soal target 1.000 golnya dalam acara penghargaan Globe Soccer Awards di Dubai tahun 2025 lalu.
Di sisi lain, kata Ustadz Ali Farkhan, ada perbedaan yang terletak pada nilai spiritual di baliknya. Jika seorang muslim yang mengucapkan "bismillah", maka tindakan tersebut dinilai sebagai ibadah, doa, dan memohon keberkahan kepada Allah.
Sementara bagi non-muslim, jika mengucapkan kalimat tersebut tanpa didasari iman kepada Allah, maka tidak bernilai ibadah di sisi-Nya, tetapi ucapannya tetap sah sebagai ucapan bahasa. (ism)