- Ilustrasi AI/ChatGPT
Meninggal saat Bekerja Apakah Otomatis Syahid? Ini Penjelasan Ustaz Khalid Basalamah
tvOnenews.com - Banyak masyarakat beranggapan bahwa seseorang yang meninggal saat bekerja atau mengalami kecelakaan secara otomatis mendapatkan predikat syahid.
Anggapan ini kerap memunculkan pertanyaan, apakah setiap orang yang meninggal dalam kondisi tertentu pasti memperoleh derajat syahid, meskipun semasa hidupnya dikenal memiliki akhlak yang kurang baik?
Ustaz Khalid Basalamah menjelaskan bahwa dalam Islam, status syahid tidak bisa dinilai hanya dari penampilan lahiriah atau penilaian manusia.
Ada ketentuan syariat yang harus dipahami secara utuh sehingga seseorang tidak mudah menghakimi orang lain.
Menurutnya, orang yang meninggal karena sebab-sebab tertentu yang disebutkan dalam hadis memang termasuk golongan syahid.
Namun, penilaian akhir tetap berada di tangan Allah SWT.
Untuk memberikan gambaran, Ustaz Khalid mengangkat sebuah contoh.
"Ada orang pulang dari bar, muslim, mabuk, tabrakan mati. Pertanyaannya, apakah orang ini mati syahid?"
- YouTube/khalidbasalamah
Ia kemudian menjelaskan bahwa manusia tidak mengetahui apa yang terjadi pada detik-detik terakhir kehidupan seseorang.
"Dari mana kita bisa jamin? Mungkin sementara dia di mobil sebelum tabrakan sempat tobat."
Karena itu, menurutnya tidak tepat jika seseorang langsung memastikan orang lain tidak mendapatkan kemuliaan hanya karena mengetahui sebagian kecil dari kehidupannya.
Jangan Mudah Menilai Akhlak Seseorang
Ustaz Khalid juga mengingatkan agar tidak menjadikan penilaian pribadi sebagai ukuran baik atau buruknya seseorang.
Ia menceritakan pengalamannya ketika merasa ada seorang jemaah yang tidak menyapanya di Masjid Nabawi.
Setelah berbincang, ternyata jemaah tersebut baru menjalani operasi mata sehingga tidak dapat melihat orang dari kejauhan.
Pengalaman itu menjadi pelajaran bahwa penilaian manusia sering kali tidak menggambarkan keadaan yang sebenarnya.
"Dari mana tolok ukur buruk atau tidaknya orang ini? Kalau cuma penilaian pribadi, tidak bisa jadi patokan," ujar Ustaz Khalid Basalamah.
Menurutnya, akhlak seseorang harus dilihat secara menyeluruh, bukan hanya berdasarkan satu atau dua kejadian yang belum tentu dipahami secara utuh.
Syahid Memiliki Ketentuan dalam Syariat
Lebih lanjut, Ustaz Khalid menjelaskan bahwa para ulama juga menerangkan adanya kondisi tertentu yang dapat menggugurkan status syahid, seperti jika seseorang meninggal dalam keadaan kafir atau munafik.