news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi jalanan ramai.
Sumber :
  • Ilustrasi AI/ChatGPT

Meninggal saat Bekerja Apakah Otomatis Syahid? Ini Penjelasan Ustaz Khalid Basalamah

Meninggal saat bekerja apakah termasuk mati syahid? Ini penjelasan Ustaz Khalid Basalamah.
Senin, 6 Juli 2026 - 12:33 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Banyak masyarakat beranggapan bahwa seseorang yang meninggal saat bekerja atau mengalami kecelakaan secara otomatis mendapatkan predikat syahid.

Anggapan ini kerap memunculkan pertanyaan, apakah setiap orang yang meninggal dalam kondisi tertentu pasti memperoleh derajat syahid, meskipun semasa hidupnya dikenal memiliki akhlak yang kurang baik?

Ustaz Khalid Basalamah menjelaskan bahwa dalam Islam, status syahid tidak bisa dinilai hanya dari penampilan lahiriah atau penilaian manusia. 

Ada ketentuan syariat yang harus dipahami secara utuh sehingga seseorang tidak mudah menghakimi orang lain.

Menurutnya, orang yang meninggal karena sebab-sebab tertentu yang disebutkan dalam hadis memang termasuk golongan syahid. 

Namun, penilaian akhir tetap berada di tangan Allah SWT.

Untuk memberikan gambaran, Ustaz Khalid mengangkat sebuah contoh.

"Ada orang pulang dari bar, muslim, mabuk, tabrakan mati. Pertanyaannya, apakah orang ini mati syahid?"

Ustaz Khalid Basalamah
Sumber :
  • YouTube/khalidbasalamah

Ia kemudian menjelaskan bahwa manusia tidak mengetahui apa yang terjadi pada detik-detik terakhir kehidupan seseorang.

"Dari mana kita bisa jamin? Mungkin sementara dia di mobil sebelum tabrakan sempat tobat."

Karena itu, menurutnya tidak tepat jika seseorang langsung memastikan orang lain tidak mendapatkan kemuliaan hanya karena mengetahui sebagian kecil dari kehidupannya.

Jangan Mudah Menilai Akhlak Seseorang

Ustaz Khalid juga mengingatkan agar tidak menjadikan penilaian pribadi sebagai ukuran baik atau buruknya seseorang.

Ia menceritakan pengalamannya ketika merasa ada seorang jemaah yang tidak menyapanya di Masjid Nabawi. 

Setelah berbincang, ternyata jemaah tersebut baru menjalani operasi mata sehingga tidak dapat melihat orang dari kejauhan.

Pengalaman itu menjadi pelajaran bahwa penilaian manusia sering kali tidak menggambarkan keadaan yang sebenarnya.

"Dari mana tolok ukur buruk atau tidaknya orang ini? Kalau cuma penilaian pribadi, tidak bisa jadi patokan," ujar Ustaz Khalid Basalamah.

Menurutnya, akhlak seseorang harus dilihat secara menyeluruh, bukan hanya berdasarkan satu atau dua kejadian yang belum tentu dipahami secara utuh.

Syahid Memiliki Ketentuan dalam Syariat

Lebih lanjut, Ustaz Khalid menjelaskan bahwa para ulama juga menerangkan adanya kondisi tertentu yang dapat menggugurkan status syahid, seperti jika seseorang meninggal dalam keadaan kafir atau munafik.

Namun, jika seseorang adalah seorang muslim yang masih memiliki dosa atau pernah berbuat maksiat, manusia tetap tidak berhak memastikan bahwa ia tidak mendapatkan keutamaan tersebut.

Penilaian itu sepenuhnya menjadi hak Allah SWT yang mengetahui seluruh amal dan keadaan hati hamba-Nya.

Dianjurkan Memohon Mati Syahid, Bukan Meminta Cara Kematiannya

Dalam penjelasannya, Ustaz Khalid juga menegaskan bahwa seorang muslim dianjurkan berdoa agar memperoleh kematian syahid, tetapi tidak dianjurkan meminta meninggal dengan cara tertentu, seperti tenggelam atau terbakar.

"Kita dianjurkan mengatakan, 'Ya Allah, matikan saya syahid.'"

Ia kemudian mengutip sabda Nabi Muhammad SAW mengenai keutamaan orang yang sungguh-sungguh memohon mati syahid.

"Siapa yang minta kepada Allah dengan tulus mau mati syahid, Allah akan memberikan kepadanya kedudukan orang-orang yang mati syahid walaupun dia meninggal di atas ranjangnya."

Karena itu, doa yang dianjurkan adalah memohon derajat syahid kepada Allah SWT, sementara bagaimana cara wafatnya merupakan ketentuan yang sepenuhnya berada dalam kehendak-Nya.

Ustaz Khalid menutup penjelasannya dengan mengingatkan bahwa seorang muslim sebaiknya tidak meminta wafat melalui musibah tertentu.

"Sebaiknya jangan disebutkan, misalnya minta agar mati kebakaran atau agar mati dalam kondisi tenggelam," ujarnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa yang terpenting adalah memohon husnul khatimah dan derajat syahid dengan penuh keikhlasan, sedangkan bentuk kematian terbaik diserahkan sepenuhnya kepada Allah SWT. (gwn)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

06:59
05:06
06:58
06:06
08:26
04:17

Viral