- Pexels/David McEachan
Teks Khutbah Jumat 24 Juli 2026: Jangan Takut Kehilangan Rezeki, Allah Telah Menetapkan Jatah Setiap Hamba
"Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezeki Yang mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh." (QS. Az-Zariyat: 58)
Namun dalam kenyataannya, masih ada sebagian orang yang justru mencari jalan pintas melalui praktik perdukunan, pesugihan, atau cara-cara yang bertentangan dengan syariat demi memperoleh kekayaan. Perbuatan semacam itu menunjukkan lemahnya keyakinan kepada Allah sebagai pemberi rezeki.
Allah Menjamin Rezeki Seluruh Makhluk
Kaum muslimin rahimakumullah,
Allah telah menjamin kehidupan seluruh makhluk yang ada di bumi. Tidak ada satu pun yang luput dari perhatian-Nya.
Allah SWT berfirman:
وَمَا مِنْ دَاۤبَّةٍ فِى الْاَرْضِ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ رِزْقُهَا
"Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya." (QS. Hud: 6)
Karena itu, jangan pernah menganggap bahwa rezeki hanya berasal dari kantor, perusahaan, toko, atau tempat usaha. Semua itu hanyalah perantara.
Allah SWT kembali menegaskan:
وَفِى السَّمَاۤءِ رِزْقُكُمْ وَمَا تُوْعَدُوْنَ
"Dan di langit terdapat (sebab-sebab) rezekimu dan terdapat (pula) apa yang dijanjikan kepadamu." (QS. Az-Zariyat: 22)
Rezeki Telah Ditetapkan Sejak Dalam Kandungan
Jamaah yang berbahagia,
Islam mengajarkan bahwa ketentuan rezeki telah ditulis bahkan sebelum manusia lahir ke dunia.
Rasulullah SAW bersabda:
ثُمَّ يُرْسَلُ إِلَيْهِ الْمَلَكُ فيَنْفُخُ فِيْهِ الرُّوْحَ، وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ: بِكَتْبِ رِزْقِهِ، وَأَجَلِهِ، وَعَمَلِهِ، وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيْدٌ
"Kemudian seorang Malaikat diutus kepadanya untuk meniupkan ruh di dalamnya, dan diperintahkan untuk menulis empat hal, yaitu menuliskan rizkinya, ajalnya, amalnya, dan celaka atau bahagianya." (HR. Bukhari dan Muslim)