- Unsplash/David Rodrigo
Teks Khutbah Jumat 23 Oktober 2026 Singkat: Peran Santri dalam Menjaga Agama dan Membangun Bangsa
Artinya: “Tidak sepatutnya orang-orang mukmin pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa sebagian dari setiap golongan di antara mereka tidak pergi (tinggal bersama Rasulullah) untuk memperdalam pengetahuan agama mereka dan memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali, agar mereka dapat menjaga dirinya?”
Ayat ini menjelaskan pentingnya sebagian umat Islam memperdalam pengetahuan agama agar dapat memberikan pemahaman dan peringatan kepada masyarakat. Dengan demikian, ilmu tidak hanya berhenti pada diri sendiri, tetapi juga membawa manfaat bagi kehidupan bersama.
Tanggung jawab santri pada masa kini dapat diwujudkan melalui dakwah yang menyejukkan, pendidikan yang mencerdaskan, serta penyampaian ajaran agama yang sesuai dengan tuntunan Islam. Santri juga perlu membekali diri dengan kemampuan memahami perkembangan zaman agar mampu menjawab persoalan masyarakat tanpa kehilangan prinsip-prinsip agama.
Perjuangan santri pada masa lalu dan masa kini memang menghadapi bentuk tantangan yang berbeda. Jika pada masa perjuangan kemerdekaan para ulama dan santri ikut berjuang melawan penjajahan, pada masa sekarang perjuangan tersebut dapat diwujudkan melalui penguatan ilmu, pembinaan akhlak, pemberantasan kebodohan, serta upaya meluruskan pemahaman keagamaan yang keliru.
Perjuangan tersebut tentu harus dilakukan dengan cara yang bijaksana, damai, dan bertanggung jawab. Santri tidak cukup hanya menguasai ilmu, tetapi juga harus mampu menyampaikannya dengan bahasa yang mudah dipahami, sikap yang santun, dan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Pentingnya mempelajari agama dan mengajak masyarakat kepada kebenaran juga ditegaskan oleh Syekh Wahbah al-Zuhaili dalam kitab Tafsir Al-Munir, juz 11, halaman 79:
يَجِبُ أَنْ يَكُوْنَ المَقْصُوْدُ مِنَ التَّفَقُّهِ وَالتَّعَلُّمِ دَعْوَةَ الخَلْقِ إِلَى الحَقِّ، وَإِرْشَادَهُمْ إِلَى الدِّيْنِ القَوِيْمِ وَالصِّرَاطِ المُسْتَقِيْمِ
Artinya: “Maksud dari memahami dan mempelajari ilmu agama harusnya adalah mengajak masyarakat kepada kebenaran dan membimbing mereka kepada agama yang lurus dan ajaran yang benar.”