- Pexels/Irgi Nur Fadil
Teks Khutbah Jumat Tema Sumpah Pemuda 2026: Menjaga Persatuan dan Ukhuwah Islamiyah
Rasulullah SAW bersabda dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:
عَنِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِير قَالَ: قَالَ رَسُولُ الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «تَرَى المُؤْمِنِينَ فِي تَرَاحُمِهِمْ وَتَوادِّهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ كَمَثَلِ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى عضْوًا تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ جَسَدِهِ بِالسَّهَرِ والحُمَّى». رواه مسلم
Artinya: Dari An-Nu’man bin Basyir, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Kamu melihat orang-orang mukmin di dalam saling berkasih sayang, mencintai, dan bersimpatnya seperti tubuh. Jika (sebagian) anggotanya sakit, maka sebagian tubuh lainnya akan tertatih-tatih (ikut merasakannya) sebab tidak bisa tidur dan demam.” (HR. Muslim).
Hadis tersebut mengibaratkan orang-orang beriman seperti satu tubuh. Ketika salah satu bagian tubuh merasakan sakit, bagian lainnya turut merasakan dampaknya. Demikian pula seharusnya hubungan di antara sesama Muslim. Ketika ada saudara yang mengalami kesulitan, kita hendaknya tergerak untuk membantu sesuai kemampuan.
Persaudaraan tidak cukup hanya diucapkan, tetapi perlu diwujudkan melalui tindakan nyata. Membantu tetangga yang kesusahan, menjenguk orang sakit, menghormati orang yang berbeda pendapat, serta menghindari fitnah merupakan contoh sederhana dalam menjaga persatuan.
Jemaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Semangat Sumpah Pemuda dan ukhuwah Islamiyah memiliki pesan yang sejalan, yakni pentingnya persatuan untuk mencapai kebaikan bersama. Dalam konteks kebangsaan, kita memiliki tanggung jawab untuk menjaga Indonesia agar tetap damai dan kokoh di tengah keberagaman.
Sementara itu, ukhuwah Islamiyah mengajarkan umat Islam untuk mempererat persaudaraan, saling membantu, dan menjaga kepedulian tanpa memandang suku maupun asal daerah. Persaudaraan ini hendaknya mendorong kita untuk membangun kehidupan yang lebih baik, bukan menjadi alasan untuk merendahkan orang lain.