- Pexels/Irgi Nur Fadil
Teks Khutbah Jumat Tema Sumpah Pemuda 2026: Menjaga Persatuan dan Ukhuwah Islamiyah
tvOnenews.com - Peringatan Hari Sumpah Pemuda menjadi momentum untuk kembali merenungkan pentingnya persatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Semangat yang lahir dari ikrar para pemuda pada 28 Oktober 1928 tersebut mengajarkan bahwa perbedaan suku, bahasa, dan latar belakang bukanlah penghalang untuk membangun Indonesia yang kuat.
Dalam ajaran Islam, persatuan juga menjadi nilai penting yang harus dijaga oleh setiap Muslim. Umat Islam diperintahkan untuk mempererat persaudaraan, menjauhi permusuhan, serta menghindari segala tindakan yang dapat memicu perpecahan.
Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat Sumpah Pemuda yang mengutamakan persatuan di tengah keberagaman.
Melalui khutbah Jumat bertema Sumpah Pemuda 2026 ini, jemaah diajak untuk memahami bahwa menjaga persatuan bukan hanya tanggung jawab generasi muda, melainkan kewajiban bersama.
Ukhuwah Islamiyah, kepedulian terhadap sesama, dan sikap adil kepada orang lain menjadi landasan penting untuk mewujudkan kehidupan masyarakat yang damai dan harmonis.
Berikut teks khutbah Jumat dengan tema menjaga persatuan dan ukhuwah Islamiyah yang dapat dijadikan referensi bagi khatib.
Khutbah I
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِالْوَحْدَةِ وَالِاعْتِصَامِ بِحَبْلِ اللّٰهِ، وَنَهَانَا عَنِ الْفُرْقَةِ وَالْخِلَافِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللّٰهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ.
Jemaah Jumat yang dimuliakan Allah SWT,
Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi seluruh larangan-Nya. Semoga Allah SWT menjadikan kita hamba-hamba yang istiqamah dalam iman, menjaga persaudaraan, serta senantiasa menebarkan kebaikan kepada sesama.
Jemaah Jumat rahimakumullah,
Pada bulan Oktober, bangsa Indonesia memperingati Hari Sumpah Pemuda. Peringatan ini bukan sekadar mengenang sejarah, melainkan juga menjadi pengingat bahwa persatuan merupakan modal utama dalam membangun bangsa. Para pemuda pada 1928 telah menunjukkan bahwa perbedaan latar belakang tidak menghalangi mereka untuk memiliki cita-cita bersama bagi Indonesia.
Semangat tersebut selaras dengan ajaran Islam yang menempatkan persaudaraan dan persatuan sebagai nilai penting dalam kehidupan. Allah SWT berfirman dalam Al-Quran Surah Al-Hujurat ayat 10:
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
Artinya: “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.”
Ayat ini menegaskan bahwa persaudaraan merupakan bagian penting dari kehidupan orang-orang beriman. Ketika terjadi perselisihan, kita diperintahkan untuk mendamaikan pihak-pihak yang bertikai, bukan memperkeruh keadaan. Dengan demikian, seorang Muslim hendaknya menjadi bagian dari solusi dan tidak justru memperbesar pertengkaran.
Allah SWT juga berfirman dalam Surah Ali 'Imran ayat 103:
وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْا ۖ وَاذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ اِذْ كُنْتُمْ اَعْدَاۤءً فَاَلَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِكُمْ فَاَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهٖٓ اِخْوَانًا ۚ وَكُنْتُمْ عَلٰى شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَاَنْقَذَكُمْ مِّنْهَا ۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اٰيٰتِهٖ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَ ١٠٣
Artinya: “Berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, janganlah bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara. (Ingatlah pula ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk.”
Jemaah Jumat yang dirahmati Allah,
Melalui ayat tersebut, Allah SWT memerintahkan umat Islam untuk berpegang teguh pada agama-Nya dan tidak terpecah belah. Persatuan bukan berarti semua orang harus memiliki pendapat yang sama dalam setiap persoalan. Perbedaan pendapat dapat terjadi, tetapi hendaknya disikapi dengan bijaksana, saling menghormati, dan tetap menjaga persaudaraan.
Sebaliknya, perselisihan yang dibiarkan berkembang menjadi permusuhan dapat merusak hubungan antarsesama. Allah SWT memperingatkan kita dalam Surah Ali 'Imran ayat 105:
وَلَا تَكُوْنُوْا كَالَّذِيْنَ تَفَرَّقُوْا وَاخْتَلَفُوْا مِنْۢ بَعْدِ مَا جَاۤءَهُمُ الْبَيِّنٰتُۗ وَاُولٰۤىِٕكَ لَهُمْ عَذَابٌ عَظِيْمٌۙ
Artinya: “Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih setelah sampai kepada mereka keterangan yang jelas. Dan mereka itulah orang-orang yang mendapat azab yang berat.”
Ayat tersebut mengingatkan kita agar tidak menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk saling menjauh dan bermusuhan. Dalam kehidupan sehari-hari, kita perlu berhati-hati terhadap perkataan, tindakan, maupun informasi yang dapat menimbulkan kebencian dan memecah belah masyarakat.
Jemaah Jumat rahimakumullah,
Rasulullah SAW juga memberikan teladan tentang pentingnya membangun kehidupan yang damai dan menjaga persatuan. Salah satu contohnya adalah Piagam Madinah, yang menjadi bagian penting dari sejarah kehidupan masyarakat Madinah. Kesepakatan tersebut mengatur kehidupan bersama berbagai kelompok masyarakat dengan latar belakang yang berbeda.
Semangat membangun kehidupan bersama itu mengajarkan bahwa kedamaian membutuhkan kesediaan untuk menghormati kesepakatan, menjaga hak orang lain, serta tidak melakukan tindakan yang merugikan sesama.
Rasulullah SAW bersabda dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:
عَنِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِير قَالَ: قَالَ رَسُولُ الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «تَرَى المُؤْمِنِينَ فِي تَرَاحُمِهِمْ وَتَوادِّهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ كَمَثَلِ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى عضْوًا تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ جَسَدِهِ بِالسَّهَرِ والحُمَّى». رواه مسلم
Artinya: Dari An-Nu’man bin Basyir, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Kamu melihat orang-orang mukmin di dalam saling berkasih sayang, mencintai, dan bersimpatnya seperti tubuh. Jika (sebagian) anggotanya sakit, maka sebagian tubuh lainnya akan tertatih-tatih (ikut merasakannya) sebab tidak bisa tidur dan demam.” (HR. Muslim).
Hadis tersebut mengibaratkan orang-orang beriman seperti satu tubuh. Ketika salah satu bagian tubuh merasakan sakit, bagian lainnya turut merasakan dampaknya. Demikian pula seharusnya hubungan di antara sesama Muslim. Ketika ada saudara yang mengalami kesulitan, kita hendaknya tergerak untuk membantu sesuai kemampuan.
Persaudaraan tidak cukup hanya diucapkan, tetapi perlu diwujudkan melalui tindakan nyata. Membantu tetangga yang kesusahan, menjenguk orang sakit, menghormati orang yang berbeda pendapat, serta menghindari fitnah merupakan contoh sederhana dalam menjaga persatuan.
Jemaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Semangat Sumpah Pemuda dan ukhuwah Islamiyah memiliki pesan yang sejalan, yakni pentingnya persatuan untuk mencapai kebaikan bersama. Dalam konteks kebangsaan, kita memiliki tanggung jawab untuk menjaga Indonesia agar tetap damai dan kokoh di tengah keberagaman.
Sementara itu, ukhuwah Islamiyah mengajarkan umat Islam untuk mempererat persaudaraan, saling membantu, dan menjaga kepedulian tanpa memandang suku maupun asal daerah. Persaudaraan ini hendaknya mendorong kita untuk membangun kehidupan yang lebih baik, bukan menjadi alasan untuk merendahkan orang lain.
Dalam masyarakat Indonesia yang majemuk, umat Islam juga diperintahkan untuk bersikap adil dan berbuat baik kepada pemeluk agama lain yang hidup berdampingan secara damai. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Mumtahanah ayat 8:
لَّا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُم مِّن دِيَارِكُمْ أَن تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ
Artinya: “Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu dalam urusan agama dan tidak mengusir kamu dari kampung halamanmu. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.”
Ayat tersebut menjadi landasan bagi umat Islam untuk membangun hubungan yang baik dan adil dengan sesama manusia. Perbedaan keyakinan tidak boleh menjadi alasan untuk berbuat zalim, menyakiti, atau merampas hak orang lain.
Kita dapat menerapkan nilai tersebut dengan menjaga kerukunan di lingkungan tempat tinggal, menghormati hak sesama warga, bergotong royong dalam kegiatan sosial, serta membantu orang yang membutuhkan tanpa membeda-bedakan latar belakangnya.
Rasulullah SAW juga mengajarkan pentingnya menumbuhkan empati melalui sabdanya dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:
لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ
Artinya: “Tidak sempurna iman seseorang di antara kalian hingga ia mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri.”
Hadis ini mengingatkan kita untuk mengharapkan kebaikan bagi orang lain sebagaimana kita mengharapkan kebaikan bagi diri sendiri. Jika kita tidak ingin dihina, jangan menghina orang lain. Jika kita ingin dihormati, belajarlah menghormati sesama. Jika kita menginginkan kehidupan yang damai, jangan menyebarkan perkataan atau tindakan yang dapat memicu permusuhan.
Jemaah Jumat rahimakumullah,
Di tengah perkembangan teknologi dan media sosial, menjaga persatuan menjadi tantangan tersendiri. Informasi yang belum jelas kebenarannya dapat menyulut pertengkaran, sementara komentar yang merendahkan orang lain bisa memperlebar perbedaan.
Karena itu, mari kita membiasakan diri memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya, menghindari ujaran kebencian, dan tidak mudah terprovokasi oleh kabar yang belum terbukti. Generasi muda khususnya perlu mengisi ruang digital dengan ilmu, karya, prestasi, serta pesan-pesan yang membangun persaudaraan.
Peringatan Sumpah Pemuda hendaknya menjadi pengingat bahwa masa depan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga oleh akhlak, kepedulian, dan kemampuan bekerja sama. Pemuda yang kuat bukanlah mereka yang gemar merendahkan pihak lain, melainkan mereka yang mampu menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
Marilah kita mulai menjaga persatuan dari lingkungan terdekat, yakni keluarga, tetangga, tempat kerja, sekolah, dan masyarakat. Jangan biarkan perbedaan pilihan, pendapat, suku, maupun latar belakang merusak hubungan yang telah terjalin.
Semoga Allah SWT menjadikan kita hamba-hamba yang senantiasa menjaga ukhuwah, menghindari perpecahan, serta ikut berperan dalam membangun Indonesia yang damai, adil, dan bermartabat.
بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Khutbah II
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، حَمْدًا يُوَافِيْ نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ. يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، اِتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
Jemaah Jumat yang dimuliakan Allah SWT,
Sekali lagi, marilah kita meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Mari kita jadikan semangat Sumpah Pemuda sebagai pengingat untuk memperkuat persaudaraan, menjaga kerukunan, dan memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa.
Jangan sampai perbedaan membuat kita saling membenci. Jangan sampai perkataan yang tidak terjaga merusak persahabatan. Sebaliknya, marilah kita membiasakan diri menyebarkan kebaikan, membantu sesama, dan menyelesaikan perselisihan dengan cara yang bijaksana.
Semoga generasi muda Indonesia tumbuh menjadi generasi yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, serta memiliki kepedulian terhadap masa depan bangsa. Semoga umat Islam senantiasa diberi kekuatan untuk menjaga ukhuwah Islamiyah dan membangun hubungan yang harmonis dengan seluruh masyarakat.
Marilah kita berdoa kepada Allah SWT.
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.
Ya Allah, ampunilah dosa kaum Muslimin dan Muslimat, mukminin dan mukminat, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia.
اَللّٰهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِنَا، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا، وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلَامِ، وَنَجِّنَا مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّوْرِ.
Ya Allah, satukanlah hati kami, perbaikilah hubungan di antara kami, tunjukilah kami jalan keselamatan, dan keluarkanlah kami dari kegelapan menuju cahaya.
اَللّٰهُمَّ احْفَظْ بِلَادَنَا إِنْدُوْنِيْسِيَا، وَأَدِمْ عَلَيْهَا الْأَمْنَ وَالسَّلَامَ، وَاجْعَلْهَا بَلَدًا آمِنًا مُطْمَئِنًّا، وَوَفِّقْ شَبَابَنَا لِمَا تُحِبُّ وَتَرْضَى.
Ya Allah, jagalah negeri kami, Indonesia. Limpahkanlah keamanan dan kedamaian kepadanya. Jadikanlah negeri kami negeri yang aman dan tenteram, serta bimbinglah generasi muda kami agar senantiasa melakukan hal-hal yang Engkau cintai dan ridai.
اَللّٰهُمَّ وَفِّقْنَا لِلْعِلْمِ النَّافِعِ، وَالْعَمَلِ الصَّالِحِ، وَالْأَخْلَاقِ الْكَرِيْمَةِ، وَاجْعَلْنَا مِنَ الَّذِيْنَ يَسْعَوْنَ لِلْخَيْرِ وَيَدْعُوْنَ إِلَى الْوَحْدَةِ وَالسَّلَامِ.
Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami ilmu yang bermanfaat, amal saleh, dan akhlak yang mulia. Jadikanlah kami orang-orang yang senantiasa berusaha melakukan kebaikan serta mengajak kepada persatuan dan kedamaian.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
وَصَلَّى اللّٰهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
عِبَادَ اللّٰهِ، إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ.
فَاذْكُرُوا اللّٰهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ.
(gwn)