- YouTube/khalidbasalamah
Bolehkah Istri Menolak Ajakan Suami karena Malas Keramas? Ini Jawaban Ustaz Khalid Basalamah
Jakarta, tvonenews.com-- Ustaz Khalid Basalamah pernah menyampaikan ceramah terkait hubungan suami dan istri. Hal ini sangat bermanfaat karena bisa merekatkan keharmonisan rumah tangga.
Salah satu upaya untuk merekatkan hubungan antara suami dan istri, kata Ustaz Khalid Basalamah, yaitu melalui hubungan intim atau biasa disebut hubungan biologis. Meski demikian, dalam praktiknya, hal ini kerap menuai perselisihan karena istri malas untuk keramas.
"Kenapa tidak? Istri nggak boleh tolak, kenapa risih? Masa sesuatu yang enak ditolak, risih kalau dilakukan bersama bukan pasangannya," tutur Ustaz Khalid dalam YouTube Surga Firdaus Channel, Rabu (28/10/2026).
Seperti diketahui, keramas bagian dari mandi besar yang dalam Islam disebut mandi junub setelah berhubungan intim. Tujuannya adalah untuk membersihkan diri agar bisa kembali menjalankan ibadah wajib.
Ustaz Khalid Basalamah pun menambahkan bahwa dalam agama Islam, melayani suami menjadi bagian dari kewajiban seorang istri.
"Kenapa harus mengeluh keramas terus? Capek kalau (istri) anggap itu jadi beban. Kalau dinikmati tidak akan capek, apalagi dinilai sebagai nilai ibadah. Jadi nggak ada masalah, subhanallah, ini sesuai medis ya, laki-laki kalau dia sudah klimaks butuh waktu 20-25 menit untuk kembalikan lagi keinginannya," jelas Ustaz Khalid.
Kewajiban seorang istri untuk melayani suami dijelaskan dalam hadis. Sebagaimana Nabi SAW bersabda, “Jika seorang pria mengajak istrinya ke ranjang, lantas istri enggan memenuhinya, maka malaikat akan melaknatnya hingga waktu subuh” (HR. Bukhari dan Muslim).
- Pixabay
Sementara itu, tata cara mandi junub yang disampaikan Ustaz Khalid Basalamah terdiri atas lima langkah. Hal ini pernah disampaikannya dalam salah satu ceramahnya di YouTube.
Tata Cara Mandi Junub
1. Mencuci kedua telapak tangan dan wajah sebanyak tiga kali
Ustaz Khalid mengatakan bahwa sebagian ulama menganggap mencuci kedua tangan memiliki hikmah, yakni barangkali sebelumnya telah menyentuh atau memegang hal-hal yang dianggap kotor.
2. Mencuci kemaluan hingga bersih
Menggunakan tangan kiri karena Rasulullah mencontohkan demikian. Kemaluan wajib dibersihkan setelah berhubungan biologis.
3. Dilanjutkan dengan berwudu
Dengan catatan tetap menjaga wudu dari hal-hal yang membatalkannya.
4. Mengambil air dengan jari-jari tangan kanan, lalu memastikan air tersebut mencapai kulit kepala.
5. Menyiram sisi kanan tubuh, lalu mandi seperti biasa
Dilanjutkan dengan menyiram sisi kanan tubuh, kemudian membasuh seluruh tubuh seperti biasa dan terakhir mencuci kaki.
"Ini wallahu a'lam yang saya tahu sunnah mandi junub, mau dilakukan hari Jumat atau hari lainnya sama saja," pesannya, dikutip dari YouTube moslem.nearer.(klw)