- Yahiruna org
Keutamaan dan Hukum Sholat Berjamaah Menurut Jumhur Ulama
Sementara untuk perempuan diperbolehkan sholat berjamaah di masjid bila aman dari fitnah, serta jauh dari segala sesuatu yang bisa menimbulkan syahwat maupun fitnah, seperti memakai parfum. Rasulullah SAW bersabda yang artinya.
“Janganlah kamu melarang perempuan-perempuan ke masjid walaupun rumah mereka (perempuan) lebih baik bagi mereka untuk beribadah.” (HR Abu Dawud)
“Siapun wanita yang menggunakan minyak wangi, maka ia tidak usah hadir sholat isya akhir bersama kita.” (HR Muslim)
Bukan Termasuk Syarat Sah Sholat
img: Freepik/letart
Namun, meski sangat dianjurkan bahkan sebagian mewajibkan, sholat berjamaah bukan termasuk syarat sah sholat. Dengan kata lain, jika dikerjakan sendirian, sholat itu masih dianggap sah.
Hanya saja terdapat kelebihan dan keutamaan dalam melaksanakan sholat berjamaah dibandingkan dengan sholat sendirian. Sebab, sholat berjamaah juga menjadi perkara dengan pahala yang paling besar. Rasulullah SAW bersabda:
"Manusia paling besar pahalanya dalam shalat adalah yang paling jauh perjalannya, lalu yang selanjutnya. Dan seseorang yang menunggu shalat hingga melakukannya bersama imam, lebih besar pahalanya daripada yang melakukannya (sendirian) kemudian tidur." (HR Muslim)
Keutamaan Sholat Berjamaah
img: Freepik/Zurijeta
Sholat berjamaah mempunyai keutamaan dan mendatangkan pahala yang sangat besar, sehingga sangat dianjurkan bahkan sebagian ulama mewajibkan. Sebagaimana dikatakan dalam beberapa hadis Rasulullah SAW berikut,
“Sholat seseorang bersama satu orang itu lebih banyak pahalanya daripada sholat sendirian. Sholat seseorang bersama dua orang itu lebih banyak pahalanya daripada sholatnya dengan satu orang. Jika semakin banyak, maka itu lebih dicintai oleh Allah Ta’ala.” (HR Abu Dawud)
“Barangsiapa yang berangkat menuju masjid untuk shalat berjamaah, maka satu langkah akan menghapus dosa dan langkah berikutnya dicatat sebagai amal kebaikan, baik pada saat berangkat maupun kembali.” (H.R Ahmad)
Manusia paling besar pahalanya dalam shalat adalah yang paling jauh perjalannya, lalu yang selanjutnya. Dan seseorang yang menunggu shalat hingga melakukannya bersama imam, lebih besar pahalanya daripada yang melakukannya (sendirian) kemudian tidur.” (HR. Muslim). (Mzn)