- U Report
Kisah Rasulullah SAW Taklukan Pasukan Yahudi dalam Perang Khaibar
tvOnenews - Kisah perang Khaibar terjadi saat kaum Muslim bertempur dengan kaum Yahudi di penghujung bulan Muharram tahun 7 H.
Perang Khaibar terjadi di wilayah Khaibar, dimana wilayah ini merupakan sebuah kawasan lokasinya terletak di sebelah utara Madinah. Dengan tanah yang subur dan sumber airnya yang melimpah, Khaibar menjadi suatu kawasan yang sangat istimewa.
Bahkan Khaibar menjadi kawasan yang menghasilkan kurma, biji-bijian hingga buah-buahan karena suburnya tanah di Khaibar. Maka dari itu sebutan lain dari Khaibar yakni adalah negeri Hijaz yang subur atau juga negeri Hijaz yang kuat. Pada masa Rasulullah SAW, ada sebuah pasar yang disebut Pasar An Nathah DI khaibar yang dilindungi oleh Kabilah Ghathafan.
Pasar An Nathah tersebut dilindunginya karena dianggap sebagai wilayah kekuasaan dari Kabilah Ghathafan. Dalam wilayah tersebut juga ada sebuah perkampungan yang berisi orang-orang Yahudi. Bahkan di Jazirah Arab Saudi kampung tersebut bisa dibilang sebagai wilayah perkampungan Yahudi yang terbesar.
Khaibar ditinggali oleh orang-orang kaya dari kaum Yahudi yang bekerja sebagai seorang pedagang dan petani. Mereka kaum Yahudi kaya yang tinggal di Khaibar diketahui memiliki kebun mereka sendiri yang ditanami anggur, kurma, sayur-mayur dan biji-bijian.
Bahkan mereka para kaum Yahudi yang ada di Khaibar juga menghasilkan senjata sendiri karena memiliki pabrik metal untuk membuat peralatan dan senjata serta ada juga pabrik sutra. Terdapat tiga titik yang menjadi pusat dari kawasan Khaibar diantaranya adalah Natat, Shiqq dan Katiba.
Perang Khaibar
img: U-Report
Saat perang Khaibar, kondisi pasukan Yahudi yang sangat banyak dan kuat, peperangan ini menjadi perang yang paling sengit bagi kaum Muslim. Pemicu terjadinya perang Khaibar ini adalah ulah licik orang-orang Yahudi yang sering mengadu domba kaum Muslim.
Kaum Yahudi di Khaibar pun seolah bersikap seperti menentang kaum Muslim, dengan 10.000 orang yang menjadi pasukan dan dilengkapi dengan senjata serta memiliki benteng yang sangat kuat.
Dengan sikap kaum Yahudi Khaibar yang seperti itu, Rasulullah SAW pun akhirnya memutuskan untuk menyiapkan dan memberangkatkan pasukan ke Khaibar untuk menghadapi kondisi tersebut.