news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

ilustrasi suami istri.
Sumber :
  • Freepik/prostock-studio

Anjuran dalam Islam untuk Menggunakan Panggilan Sayang antar Suami Istri, Sebagaimana Rasulullah SAW

Selain dengan menunjukkan rasa sayang dengan sikap lembut, memiliki panggilan atau julukan sayang antar suami istri memang dianjurkan pula dalam agama Islam
Kamis, 3 November 2022 - 21:03 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com, Religi - Sebagai pasangan suami istri, kita tentu wajib untuk saling menyayangi. Sebagaimana dalam hadis Rasulullah SAW,

“Orang yang paling sempurna imannya adalah yang terbaik akhlaknya di antara mereka. Dan sebaik-baik kalian adalah yang terbaik terhadap istri-istri kalian.” (HR. Ath Tirmidzi)

Selain dengan menunjukkan rasa sayang dengan sikap, memiliki panggilan atau julukan sayang antar suami istri memang dianjurkan, lho. 


Freepik/faizaminudin

Dilansir dari laman VIVA.co.id, memiliki panggilan sayang kepada pasangan sah-sah saja dalam ajaran agama Islam. Bahkan hal ini dianjurkan oleh Rasulullah untuk keharmonisan rumah tangga. 

Rasulullah pun memiliki panggilan sayang kepada istrinya, Aisyah, yaitu Humaira. Panggilan tersebut pernah disebutkan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan An-Nasa’i.

Dari Aisyah RA, ia berkata, “Orang-orang Habasyah masuk masjid dan menunjukkan atraksi permainan. Lalu Rasulullah SAW bersabda kepadaku, ‘Wahai Humaira’, apakah engkau mau melihat mereka?’

Aisyah menjawab, ‘Iya.’ Maka Nabi SAW berdiri di depan pintu, lalu aku datang dan aku letakkan daguku pada pundak Rasulullah SAW dan aku tempelkan wajahku pada pipi beliau.”

Nabi Muhammad memang memanggil Aisyah dengan panggilan sayang, Humaira. Humaira memiliki arti pipi yang kemerahan, putih campur merah atau yang berpipi merah. Bahkan, Imam Adz-Dzahabi menyebut Aisyah mendapat panggilan tersebut karena ia memiliki kulit putih dan pipinya akan memerah ketika sedang malu.

Menilik hadis di atas, Rasulullah sengaja memanggil Aisyah dengan panggilan tersebut dengan tujuan memuji dan menunjukkan rasa cintanya. Dalam riwayat Shahih lain, Aisyah juga dipanggil dengan sebutan “Ya Aayish”.

Terlihat dalam panggilan ini, nama Aisyah dihilangkan bunyi vokal ‘ah’ dibelakangnya. Yakni dengan membuang huruf ta marbutah. 

Panggilan dengan memenggal nama seperti ini disebut panggilan tarkhim. Dalam ilmu nahwu, panggilan tarkhim berarti panggilan halus. Dapat juga berarti panggilan sayang dengan membuang huruf untuk meringkaskan nama panggilan.

Meskipun Aisyah tak memiliki anak, Rasulullah SAW tetap memanggilnya dengan sebutan kunyah “Ummu Abdullah”.

Berita Terkait

1
2 3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:41
01:15
01:16
01:29
10:52
04:13

Viral