- instagram popsivo polwan
Skenario Gila Final Four Proliga 2026: Popsivo Polwan Diuntungkan, Beban Berat di Pundak Juara Dunia & Peraih Medali Olimpiade?
tvOnenews.com - Apakah Jakarta Popsivo Polwan justru berada dalam posisi paling diuntungkan menuju final four Proliga 2026?
Di saat dua rivalnya harus saling jegal di laga hidup-mati, Popsivo hanya perlu menuntaskan tugas atas tim terbawah klasemen.
Situasi ini membuat tekanan psikologis seolah berpindah ke kubu lain, terutama tim yang diperkuat pemain dengan label juara dunia dan peraih medali Olimpiade.
Ironisnya, beban justru kini mengarah ke tim yang dihuni nama besar seperti eks timnas Serbia, yang pernah mengangkat trofi Kejuaraan Dunia FIVB dan meraih medali Olimpiade.
Di atas kertas, status mentereng mestinya menghadirkan rasa percaya diri. Namun dalam realitas perebutan tiket empat besar yang ketat, reputasi sering kali berubah menjadi tekanan.
Tiga Tim, Dua Tiket, Satu yang Tersingkir
Pekan pamungkas putaran reguler akan digelar di Padepokan Voli Jenderal Polisi Kunarto, Sentul, Bogor, pada 26 Februari hingga 1 Maret 2026.
Dua laga sektor putri menjadi penentu siapa yang berhak mengisi dua slot tersisa menuju final four. Tiga tim masih bertarung dalam pusaran persaingan: Jakarta Electric PLN Mobile, Jakarta Livin Mandiri, dan Jakarta Popsivo Polwan.
Ketiganya sama-sama telah mengoleksi enam kemenangan dan menyisakan satu pertandingan terakhir.
Dalam klasemen sementara, Electric PLN dan Livin Mandiri mengantongi 18 poin, sementara Popsivo berada tepat di bawahnya dengan 17 poin.
Secara regulasi, jumlah kemenangan menjadi prioritas utama di klasemen. Jika kemenangan sama, barulah jumlah poin menjadi pembeda.
Artinya, meskipun Popsivo tertinggal satu angka, peluang mereka belum tertutup—bahkan bisa dibilang lebih terbuka dibanding dua pesaingnya.
- instagram popsivo polwan
Popsivo di Atas Angin, Livin vs Electric Adu Nasib
Popsivo akan lebih dulu tampil pada Jumat (27/2/2026) menghadapi tim juru kunci, Medan Falcons, yang baru mengoleksi satu poin sepanjang musim.
Di atas kertas, ini adalah laga yang seharusnya bisa dimaksimalkan oleh runner-up Proliga musim lalu tersebut.
Jika Chelsa Berliana dan kawan-kawan mampu meraih kemenangan, maka tiket final four praktis berada dalam genggaman.
Situasi ini membuat tekanan beralih ke laga pamungkas antara Livin Mandiri dan Electric PLN pada Minggu (1/3/2026).
Pemenang duel tersebut dipastikan mengunci satu tiket terakhir. Sebaliknya, tim yang kalah harus menerima kenyataan pahit tersingkir di fase reguler.
Dengan kata lain, salah satu dari Livin atau Electric akan tersingkir, terlepas dari hasil Popsivo jika Popsivo menang lebih dulu.
Duel Livin Mandiri versus Electric pun sarat gengsi karena kedua tim sama-sama ditangani pelatih asal Thailand. Livin bersama Danai Sriwatcharamethakul, sedangkan Electric PLN dipimpin Chamnan Dokmai.
Pertemuan ini bukan sekadar adu taktik pemain, tetapi juga adu strategi dua juru racik Asia Tenggara.
Beban di Pundak Bintang Dunia
Livin Mandiri datang dengan ambisi besar: lolos ke final four untuk pertama kalinya. Mereka juga diperkuat mantan pemain tim nasional Serbia, Ana Bjelica.
Ana Bjelica bukan nama sembarangan. Ia merupakan bagian dari skuad Serbia yang menjuarai Kejuaraan Dunia FIVB 2018 dan turut menyumbangkan medali perunggu pada Olimpiade Tokyo 2020.
Status tersebut otomatis meningkatkan ekspektasi publik terhadap performanya di Proliga 2026.
Namun di tengah ketatnya klasemen sementara, di mana Gresik Phonska memimpin dengan 26 poin, Jakarta Pertamina Enduro menguntit dengan 24 poin, disusul Electric dan Livin dengan 18 poin, serta Popsivo 17 poin, nama besar saja tak cukup.
Di kubu Electric PLN, ancaman juga nyata lewat kehadiran mantan pemain tim nasional Turki, Neriman Ozsoy. Artinya, laga penentuan nanti mempertemukan dua tim dengan amunisi internasional yang sama-sama berkelas.
Kini pertanyaannya: apakah Popsivo benar-benar menjadi tim yang paling diuntungkan secara situasi? Ataukah justru tekanan besar akan menjatuhkan tim bertabur bintang?
Satu hal yang pasti, pekan terakhir Proliga 2026 akan menghadirkan drama. Dua tiket tersisa, tiga tim bersaing, dan satu yang harus tersingkir. Final four sudah di depan mata tetapi tak semua bisa melewatinya. (udn)