- instagram JPEVolley
Head to Head Unggul! Megatron dan Jakarta Pertamina Siap Tekuk Elektrik PLN di Final Four Proliga 2026?
Berikut jadwal penting final four:
Pekan 1 – Surabaya
* 2 April 2026: Jakarta Pertamina vs Jakarta Elektrik PLN
* 3 April 2026: Gresik Petrokimia vs Jakarta Popsivo Polwan
* 4 April 2026: Jakarta Popsivo Polwan vs Jakarta Pertamina
* 5 April 2026: Gresik Petrokimia vs Jakarta Elektrik PLN
Pekan 2 – Solo (GOR Sritex Arena)
* 9 April 2026: Gresik Petrokimia vs Jakarta Pertamina
* 10 April 2026: Jakarta Elektrik PLN vs Jakarta Popsivo Polwan
* 11 April 2026: Gresik Petrokimia vs Jakarta Popsivo Polwan
* 12 April 2026: Jakarta Pertamina vs Jakarta Elektrik PLN
Pekan 3 – Semarang (GOR Jatidiri)
* 16 April 2026: Gresik Petrokimia vs Jakarta Elektrik PLN
* 17 April 2026: Jakarta Popsivo Polwan vs Jakarta Pertamina
* 18 April 2026: Jakarta Elektrik PLN vs Jakarta Popsivo Polwan
* 19 April 2026: Gresik Petrokimia vs Jakarta Pertamina
Seluruh pertandingan final four Proliga 2026 dapat disaksikan melalui siaran langsung di Moji TV serta platform streaming Vidio.
Sementara itu, klasemen final four saat ini masih sama karena semua tim belum memainkan pertandingan pertama.
Posisi sementara ditempati oleh Gresik Petrokimia, Jakarta Pertamina, Jakarta Elektrik PLN, dan Jakarta Popsivo Polwan dengan poin nol.
Megawati Soroti Perbedaan Pembinaan Voli
Di tengah persiapan menghadapi final four, Megawati juga sempat berbagi pandangan tentang perbedaan sistem pembinaan voli di Indonesia dibandingkan dengan luar negeri.
Pevoli yang pernah berkarier di Korea Selatan dan Turki itu menilai sistem pembinaan di luar negeri jauh lebih terstruktur dan berkelanjutan.
“Karena saya berpengalaman di luar negeri udah pernah main, menurut saya di sana pembinaannya itu terus-terusan,” ujar Megawati, dikutip dari YouTube Moji.
“Jadi per tahun itu dia (pevoli) gak ganti klub, jadi dia punya kontrak mungkin tujuh tahun atau enam tahun, jadi pemainnya itu-itu aja dan mungkin dari situ chemistry-nya terbangun jadi gak ada perbedaannya gitu lho setiap tahunnya.”
Menurutnya, kontrak jangka panjang yang diberikan klub membuat para pemain memiliki stabilitas sehingga tim bisa membangun kekompakan dalam jangka waktu lama.
Sebaliknya, di Indonesia pemain sering berpindah klub dalam waktu singkat.
“Kalau di Indonesia kan ada beberapa yang cuma setahun, dua tahun gitu aja, kalo di sana lebih lama aja pembinaannya dan disediakan mess juga,” pungkas Megawati.