news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Megawati Hangestri dan Timnas Indonesia..
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com / Manisa BBSK official / X timnas Indonesia

Megawati Hangestri Gagal Comeback, Pesan Tegas PSSI, Keputusan John Herdman Pilih Cahya Supriadi Dipertanyakan

3 berita sport terpopuler: Megawati Hangestri jadi sorotan di Korea, PSSI kirim pesan tegas untuk fans Garuda, hingga keputusan John Herdman dipertanyakan.
Selasa, 24 Maret 2026 - 07:08 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Dunia olahraga kembali dipenuhi kabar panas yang menarik perhatian publik, baik di dalam negeri maupun mancanegara.

Dari kiprah atlet Indonesia di luar negeri hingga persiapan ajang internasional di tanah air, semuanya jadi perbincangan hangat.

Sorotan tajam datang dari Korea Selatan terhadap performa tim yang pernah diperkuat pemain Indonesia.

Di sisi lain, federasi sepak bola nasional mengingatkan pentingnya menjaga citra bangsa di mata dunia.

Tak kalah menarik, keputusan pelatih Timnas Indonesia kembali memicu perdebatan di kalangan pengamat.

Untuk lebih lengkapnya, simak rangkuman 3 berita sport terpopuler Selasa, 24 Maret 2026 di bawah ini.

Megawati Hangestri Gagal Comeback

Nama Megawati Hangestri kembali jadi perhatian media Korea Selatan setelah mantan klubnya, Jung Kwan Jang Red Sparks, terpuruk di V-League 2025/2026.

Tim tersebut harus puas finis di posisi juru kunci usai menutup musim dengan kekalahan dari AI Peppers.

Media Korea menilai Red Sparks mengalami penurunan performa signifikan setelah ditinggal Megawati.

Upaya mencari pengganti, mulai dari Wipawee Srithong hingga pemain Mongolia Jamiyanpurev Enkhsoyol, belum mampu menutup peran besar yang sebelumnya diisi oleh opposite andalan Indonesia itu.

Bahkan, pemain asing Elisa Zanette yang didatangkan sebagai pengganti juga dianggap belum mampu menyamai kontribusi Megawati dalam dua musim sebelumnya.

Tak heran jika media setempat menyebut absennya “Megatron” sebagai faktor utama merosotnya prestasi tim.

Padahal di musim sebelumnya, Megawati sukses membawa Red Sparks menembus final dan mencatatkan 13 kemenangan beruntun.

Ia juga meraih dua gelar MVP, mempertegas statusnya sebagai salah satu pemain paling berpengaruh di liga.

Kini, Megawati melanjutkan karier di Liga Turki bersama Manisa BBSK, membuka lembaran baru setelah sukses besar di Korea.

Pesan Tegas PSSI Jelang FIFA Series 2026

Menjelang FIFA Series 2026 yang akan digelar di Jakarta, PSSI mengeluarkan seruan penting kepada seluruh suporter Timnas Indonesia. 

Federasi menegaskan bahwa tidak boleh ada ruang bagi diskriminasi dalam bentuk apa pun di sepak bola.

Ajang yang akan diikuti Indonesia, Bulgaria, Saint Kitts and Nevis, dan Kepulauan Solomon ini menjadi sorotan internasional.

Oleh karena itu, perilaku suporter dinilai sangat krusial dalam mencerminkan citra bangsa.

PSSI menekankan larangan keras terhadap tindakan rasisme, bullying, hingga ujaran kebencian.

Seruan ini juga berkaca dari sanksi yang pernah dijatuhkan FIFA kepada Indonesia akibat insiden diskriminatif di laga sebelumnya.

Momentum FIFA Series 2026 diharapkan bukan hanya menjadi ajang unjuk kemampuan tim di lapangan, tetapi juga menunjukkan bahwa sepak bola Indonesia semakin dewasa dan inklusif.

Dukungan positif dan penuh respek dari suporter diharapkan mampu menciptakan atmosfer pertandingan yang sehat dan membanggakan di mata dunia.

Keputusan John Herdman Pilih Cahya Supriadi Dipertanyakan

Keputusan pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, dalam memanggil Cahya Supriadi ke skuad senior memicu perdebatan.

Salah satu pengamat, Bung Binder, mengaku heran dengan pilihan tersebut.

Menurutnya, pemanggilan Cahya masih terlalu dini mengingat performa dan pengalaman yang dimiliki belum sebanding dengan kiper lain seperti Ernando Ari atau Nadeo Argawinata. Statistik kebobolan yang cukup tinggi juga menjadi sorotan.

Meski begitu, Bung Binder tidak menampik bahwa keputusan sepenuhnya berada di tangan pelatih. 

Ia menduga pemanggilan ini bisa jadi bagian dari upaya memberikan pengalaman atau investasi jangka panjang.

Namun, jika tujuannya untuk program masa depan, ia menilai langkah tersebut terlalu cepat. Apalagi peluang Cahya mendapatkan menit bermain di FIFA Series 2026 dinilai sangat kecil.

Perdebatan ini menunjukkan bahwa setiap keputusan dalam pembentukan skuad Timnas Indonesia selalu mendapat perhatian besar dari publik dan pengamat.

(ind/far/tsy)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:50
11:46
13:17
04:14
05:49
11:46

Viral